POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Lupa Sekolah, Ingat Belajar: Menyelami Hakikat Pendidikan di Dunia Tanpa Batas

Dayan AbdurrahmanOleh Dayan Abdurrahman
April 27, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh : Dayan Abdurrahman

Dalam perjalanan hidup, tidak semua orang mampu melanjutkan pendidikan formal hingga ke tingkat tertinggi. Ada yang terhenti karena keterbatasan dana, kesibukan hidup, tidak adanya guru, atau bahkan karena lembaga pendidikan tidak lagi membuka pintu.

Di Aceh, di berbagai wilayah Indonesia, dan di banyak negara lain, realitas ini menjadi bagian tak terpisahkan dari dinamika sosial. Namun, perlu dipahami bahwa berhenti sekolah bukan berarti berhenti belajar. Justru, dalam konteks perubahan zaman yang sangat cepat ini, belajar menjadi kebutuhan yang semakin mendesak untuk menjaga keberlangsungan hidup.

Tanpa ilmu, hidup ini akan menjadi jalan buntu. Tanpa peta yang tepat, manusia mudah tersesat dalam ketidakpastian. Oleh sebab itu, dalam kondisi apapun, kita harus siap berburu ilmu dari berbagai sumber yang tak terbatas, melampaui batas ruang kelas, melampaui batas formalitas.

Pendidikan: Hakikat Bukan Sekadar Gelar

Secara akademik, para pemikir seperti John Dewey menegaskan bahwa pendidikan adalah proses berkelanjutan yang membentuk kehidupan itu sendiri. Bukan sekadar akumulasi pengetahuan di ruang kelas, tetapi transformasi pribadi untuk menghadapi tantangan zaman. Dalam konteks Indonesia, termasuk Aceh sebagai bagian yang kental dengan tradisi keilmuan Islam, konsep pendidikan lebih luas dari sekadar ijazah: ia adalah perjalanan ruhani dan sosial.

Dari sisi religi, Islam memandang menuntut ilmu sebagai kewajiban sepanjang hayat. Rasulullah SAW bersabda, “Menuntut ilmu itu wajib atas setiap Muslim” (HR. Ibnu Majah). Al-Qur’an pun berulang kali memerintahkan umat manusia untuk berpikir, merenung, dan memahami fenomena kehidupan (QS. Al-Ghasyiyah: 17-20). Maka, pendidikan sejati bukanlah sekadar produk sekolah atau kampus, tetapi merupakan proses mendalam membangun hubungan antara manusia, alam semesta, dan Sang Pencipta.

Sayangnya, dalam realitas saat ini, banyak lembaga pendidikan formal justru terjebak dalam logika pasar. Tidak sedikit yang lebih mengejar keuntungan finansial daripada memberikan nilai tambah kepada mahasiswa. Banyak institusi berdiri hanya demi menarik biaya tinggi, namun gagal memberikan pendidikan yang membentuk karakter, keahlian, dan visi hidup.

Oleh karena itu, kita perlu cerdas memilih dan membelah mana pendidikan yang betul-betul membangun, mana yang hanya menjadi ilusi semata. Pendidikan formal tetap penting, namun tidak boleh menjadi satu-satunya tolak ukur keberhasilan atau jalan kebenaran.

📚 Artikel Terkait

🌿 HEALTHY LIFE

Sidang Ijazah Palsu, Jokowi Tak Hadir Lagi

Pembangunan Destinasi Wisata Harus Sejalan Dengan Pembinaan Tuan Rumah, Agar Selalu Ramah

Dinsos Aceh Peringati Hari Disabilitas Internasional 2018

Realitas Dunia Tanpa Batas

Kini, dunia telah berubah drastis. Era digital menawarkan berjuta-juta sumber belajar terbuka: kuliah online, jurnal ilmiah gratis, platform video edukatif, hingga komunitas daring berbasis minat. Di Indonesia, banyak inisiatif seperti Ruangguru, Zenius, bahkan kursus online berbasis komunitas yang tumbuh dari semangat berbagi ilmu.

Di tingkat global, platform seperti Coursera, edX, Khan Academy, hingga program-program sertifikasi Google menghapus batasan tradisional dalam pendidikan.

Ini menuntut kita mengubah pola pikir: dari school-centered menjadi self-directed learning. Belajar tidak lagi bergantung pada keberadaan guru atau silabus formal. Dunia adalah kelas, pengalaman adalah guru, kesalahan adalah ujian, dan refleksi diri adalah metode evaluasi.

Di Aceh, kita punya warisan Dayah dan Pesantren yang dahulu menjadi sentra pendidikan masyarakat tanpa tergantung kepada struktur pendidikan modern. Di negara lain, model lifelong learning atau pembelajaran seumur hidup telah menjadi norma. Finlandia, misalnya, menempatkan prinsip “belajar sepanjang hayat” sebagai fondasi pembangunan bangsa. Di Amerika Serikat dan beberapa negara Eropa, sertifikasi keahlian kini lebih dihargai daripada gelar panjang yang tidak aplikatif.

Tantangan dan Solusi Realistis

Namun, perjalanan belajar mandiri tentu tidak tanpa tantangan. Ada rasa kesepian intelektual, keterbatasan akses praktik, hingga stigma sosial. Oleh karena itu, solusi realistis perlu disusun dengan cermat:

  1. Belajar Terstruktur (Structured Self-Learning)
    Tetapkan tujuan jelas, susun kurikulum pribadi, dan patuhi disiplin belajar mandiri layaknya seorang pelajar formal.
  2. Mencari Sertifikasi Alternatif

  3. Ikuti kursus singkat bersertifikat yang relevan, seperti coding, desain grafis, bahasa asing, atau manajemen bisnis digital. Hal ini penting untuk membuka pintu profesional.
  4. Bangun Portofolio Nyata

  5. Fokus bukan hanya pada teori, tetapi menghasilkan karya: tulisan, proyek teknologi, karya seni, inovasi sosial. Portofolio kini sering lebih dihargai daripada transkrip nilai.
  6. Gunakan Teknologi untuk Membangun Jejaring
    Ikut komunitas, webinar, diskusi daring untuk menambah koneksi intelektual, profesional, dan bahkan spiritual. Integrasikan Ilmu dengan Nilai Religius Jadikan belajar sebagai jalan pengabdian, bukan sekadar alat mencari nafkah. Dengan niat yang lurus, ilmu akan melahirkan keberkahan, bukan sekadar kebanggaan semu.

Pendidikan Sebagai Spirit, Bukan Status

Sejarah mencatat banyak ulama dan ilmuwan besar yang tumbuh tanpa jalur formal. Imam Malik, Imam Syafi’i, dan Ibnu Sina belajar dari guru ke guru, dari pengalaman ke pengalaman, dengan dorongan cinta kepada ilmu dan kepada kebenaran. Aceh sendiri pernah melahirkan ulama-ulama besar seperti Hamzah Fansuri dan Syamsuddin Sumatrani, yang belajar bukan karena dibatasi gedung atau silabus, melainkan karena semangat mencari hakikat hidup.

Pendidikan sejati adalah gerak ruhani. Ia tidak berhenti pada penerimaan ijazah, melainkan berlanjut pada aktualisasi nilai, pemurnian akhlak, dan kontribusi nyata kepada umat manusia.

Penutup

Maka, jangan pernah berkecil hati jika jalan pendidikan formal terasa tertutup. Dunia hari ini, termasuk di Aceh dan Indonesia secara umum, menyediakan jalan lain yang tak kalah mulia untuk terus belajar.

*Penulis adalah peminat isu pendidikan sosial budaya.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 138x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 98x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Dayan Abdurrahman

Dayan Abdurrahman

Bio narasi Saya adalah lulusan pendidikan Bahasa Inggris dengan pengalaman sebagai pendidik, penulis akademik, dan pengembang konten literasi. Saya menyelesaikan studi magister di salah satu universitas ternama di Australia, dan aktif menulis di bidang filsafat pendidikan Islam, pengembangan SDM, serta studi sosial. Saya juga terlibat dalam riset dan penulisan terkait Skill Development Framework dari Australia. Berpengalaman sebagai dosen dan pelatih pendidik, saya memiliki keahlian dalam penulisan ilmiah, editing, serta pendampingan riset. Saat ini, saya terus mengembangkan karya dan membangun jejaring profesional lintas bidang, generasi, serta komunitas akademik global.

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
Where the Heart Stayed: A Foreign Student’s Tale in Aceh

Where the Heart Stayed: A Foreign Student’s Tale in Aceh

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00