POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home #Pendidikan

Lupa Sekolah, Ingat Belajar: Menyelami Hakikat Pendidikan di Dunia Tanpa Batas

Dayan Abdurrahman by Dayan Abdurrahman
April 27, 2025
in #Pendidikan, Bingkai Sekolah, Sekolah
0
Lupa Sekolah, Ingat Belajar: Menyelami Hakikat Pendidikan di Dunia Tanpa Batas - 1000481679_11zon | #Pendidikan | Potret Online

Oleh : Dayan Abdurrahman

Dalam perjalanan hidup, tidak semua orang mampu melanjutkan pendidikan formal hingga ke tingkat tertinggi. Ada yang terhenti karena keterbatasan dana, kesibukan hidup, tidak adanya guru, atau bahkan karena lembaga pendidikan tidak lagi membuka pintu.

Baca Juga
  • f0f581d5-4df8-4f97-981e-8fd11ebf06d4
    Artikel
    Gerbang Sekolah Garis Depan Revolusi Karakter
    07 Mei 2026
  • Lupa Sekolah, Ingat Belajar: Menyelami Hakikat Pendidikan di Dunia Tanpa Batas - a30c0439 4561 4299 b054 2a43aec3bded | #Pendidikan | Potret Online
    #Korban Bencana
    Belajar Empati di Tengah  Krisis Ekologis
    11 Jan 2026

Di Aceh, di berbagai wilayah Indonesia, dan di banyak negara lain, realitas ini menjadi bagian tak terpisahkan dari dinamika sosial. Namun, perlu dipahami bahwa berhenti sekolah bukan berarti berhenti belajar. Justru, dalam konteks perubahan zaman yang sangat cepat ini, belajar menjadi kebutuhan yang semakin mendesak untuk menjaga keberlangsungan hidup.

Tanpa ilmu, hidup ini akan menjadi jalan buntu. Tanpa peta yang tepat, manusia mudah tersesat dalam ketidakpastian. Oleh sebab itu, dalam kondisi apapun, kita harus siap berburu ilmu dari berbagai sumber yang tak terbatas, melampaui batas ruang kelas, melampaui batas formalitas.

Baca Juga
  • Lupa Sekolah, Ingat Belajar: Menyelami Hakikat Pendidikan di Dunia Tanpa Batas - 99840128 d4ca 41aa a17a 4104b004adac | #Pendidikan | Potret Online
    #Pendidikan
    Cum Laude, Standar Global, dan Tantangan Pendidikan Abad ke-21
    28 Agu 2025
  • Lupa Sekolah, Ingat Belajar: Menyelami Hakikat Pendidikan di Dunia Tanpa Batas - 08B8DCB2 69FF 4D2D A647 6B41C07C9AEA | #Pendidikan | Potret Online
    Artikel
    Dinamika dan Sejarah Acuan Penetapan Tahun Baru Islam
    04 Agu 2022

Pendidikan: Hakikat Bukan Sekadar Gelar

Secara akademik, para pemikir seperti John Dewey menegaskan bahwa pendidikan adalah proses berkelanjutan yang membentuk kehidupan itu sendiri. Bukan sekadar akumulasi pengetahuan di ruang kelas, tetapi transformasi pribadi untuk menghadapi tantangan zaman. Dalam konteks Indonesia, termasuk Aceh sebagai bagian yang kental dengan tradisi keilmuan Islam, konsep pendidikan lebih luas dari sekadar ijazah: ia adalah perjalanan ruhani dan sosial.

Baca Juga
  • f094ac03-51f0-4561-8c26-4dedec176119
    Artikel
    Arsitektur Karakter Pagi Hari
    02 Apr 2026
  • featured_image
    #Pendidikan
    Mencapai Kemerdekaan Melalui Pendidikan: Perspektif Sejarah
    08 Mei 2026

Dari sisi religi, Islam memandang menuntut ilmu sebagai kewajiban sepanjang hayat. Rasulullah SAW bersabda, “Menuntut ilmu itu wajib atas setiap Muslim” (HR. Ibnu Majah). Al-Qur’an pun berulang kali memerintahkan umat manusia untuk berpikir, merenung, dan memahami fenomena kehidupan (QS. Al-Ghasyiyah: 17-20). Maka, pendidikan sejati bukanlah sekadar produk sekolah atau kampus, tetapi merupakan proses mendalam membangun hubungan antara manusia, alam semesta, dan Sang Pencipta.

Sayangnya, dalam realitas saat ini, banyak lembaga pendidikan formal justru terjebak dalam logika pasar. Tidak sedikit yang lebih mengejar keuntungan finansial daripada memberikan nilai tambah kepada mahasiswa. Banyak institusi berdiri hanya demi menarik biaya tinggi, namun gagal memberikan pendidikan yang membentuk karakter, keahlian, dan visi hidup.

Oleh karena itu, kita perlu cerdas memilih dan membelah mana pendidikan yang betul-betul membangun, mana yang hanya menjadi ilusi semata. Pendidikan formal tetap penting, namun tidak boleh menjadi satu-satunya tolak ukur keberhasilan atau jalan kebenaran.

Realitas Dunia Tanpa Batas

Kini, dunia telah berubah drastis. Era digital menawarkan berjuta-juta sumber belajar terbuka: kuliah online, jurnal ilmiah gratis, platform video edukatif, hingga komunitas daring berbasis minat. Di Indonesia, banyak inisiatif seperti Ruangguru, Zenius, bahkan kursus online berbasis komunitas yang tumbuh dari semangat berbagi ilmu.

Di tingkat global, platform seperti Coursera, edX, Khan Academy, hingga program-program sertifikasi Google menghapus batasan tradisional dalam pendidikan.

Ini menuntut kita mengubah pola pikir: dari school-centered menjadi self-directed learning. Belajar tidak lagi bergantung pada keberadaan guru atau silabus formal. Dunia adalah kelas, pengalaman adalah guru, kesalahan adalah ujian, dan refleksi diri adalah metode evaluasi.

Di Aceh, kita punya warisan Dayah dan Pesantren yang dahulu menjadi sentra pendidikan masyarakat tanpa tergantung kepada struktur pendidikan modern. Di negara lain, model lifelong learning atau pembelajaran seumur hidup telah menjadi norma. Finlandia, misalnya, menempatkan prinsip “belajar sepanjang hayat” sebagai fondasi pembangunan bangsa. Di Amerika Serikat dan beberapa negara Eropa, sertifikasi keahlian kini lebih dihargai daripada gelar panjang yang tidak aplikatif.

Tantangan dan Solusi Realistis

Namun, perjalanan belajar mandiri tentu tidak tanpa tantangan. Ada rasa kesepian intelektual, keterbatasan akses praktik, hingga stigma sosial. Oleh karena itu, solusi realistis perlu disusun dengan cermat:

  1. Belajar Terstruktur (Structured Self-Learning)
    Tetapkan tujuan jelas, susun kurikulum pribadi, dan patuhi disiplin belajar mandiri layaknya seorang pelajar formal.
  2. Mencari Sertifikasi Alternatif

  3. Ikuti kursus singkat bersertifikat yang relevan, seperti coding, desain grafis, bahasa asing, atau manajemen bisnis digital. Hal ini penting untuk membuka pintu profesional.
  4. Bangun Portofolio Nyata

  5. Fokus bukan hanya pada teori, tetapi menghasilkan karya: tulisan, proyek teknologi, karya seni, inovasi sosial. Portofolio kini sering lebih dihargai daripada transkrip nilai.
  6. Gunakan Teknologi untuk Membangun Jejaring
    Ikut komunitas, webinar, diskusi daring untuk menambah koneksi intelektual, profesional, dan bahkan spiritual. Integrasikan Ilmu dengan Nilai Religius Jadikan belajar sebagai jalan pengabdian, bukan sekadar alat mencari nafkah. Dengan niat yang lurus, ilmu akan melahirkan keberkahan, bukan sekadar kebanggaan semu.

Pendidikan Sebagai Spirit, Bukan Status

Sejarah mencatat banyak ulama dan ilmuwan besar yang tumbuh tanpa jalur formal. Imam Malik, Imam Syafi’i, dan Ibnu Sina belajar dari guru ke guru, dari pengalaman ke pengalaman, dengan dorongan cinta kepada ilmu dan kepada kebenaran. Aceh sendiri pernah melahirkan ulama-ulama besar seperti Hamzah Fansuri dan Syamsuddin Sumatrani, yang belajar bukan karena dibatasi gedung atau silabus, melainkan karena semangat mencari hakikat hidup.

Pendidikan sejati adalah gerak ruhani. Ia tidak berhenti pada penerimaan ijazah, melainkan berlanjut pada aktualisasi nilai, pemurnian akhlak, dan kontribusi nyata kepada umat manusia.

Penutup

Maka, jangan pernah berkecil hati jika jalan pendidikan formal terasa tertutup. Dunia hari ini, termasuk di Aceh dan Indonesia secara umum, menyediakan jalan lain yang tak kalah mulia untuk terus belajar.

*Penulis adalah peminat isu pendidikan sosial budaya.

Previous Post

SELAMATKAN BUMI SELAMATKAN EKONOMI

Next Post

Where the Heart Stayed: A Foreign Student’s Tale in Aceh

Next Post
Lupa Sekolah, Ingat Belajar: Menyelami Hakikat Pendidikan di Dunia Tanpa Batas - 26144dc5 f2df 4781 82bc fe3f2ec44eb1 | #Pendidikan | Potret Online

Where the Heart Stayed: A Foreign Student’s Tale in Aceh

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah