Dengarkan Artikel
Oleh Paulus Laratmase
Papua, 21 April 2025
Kabar mengenai kesiapan Blok Masela yang dikelola oleh Inpex untuk mulai beroperasi dalam beberapa tahun ke depan menjadi angin segar bagi masyarakat Indonesia Timur, khususnya di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku. Harapan besar menggantung di ufuk timur, menyentuh setiap warga dari pulau-pulau kecil hingga pusat kota. Harapan itu tidak lain adalah harapan akan perubahan—perubahan yang menyentuh pekerjaan, pendidikan, dan kesejahteraan secara menyeluruh.
Negeri Kepulauan dan Harapan Ekonomi
Kepulauan Tanimbar merupakan bagian dari gugusan pulau-pulau di Indonesia Timur yang letaknya strategis di Laut Arafura. Sejak dahulu, masyarakatnya hidup dalam keterpisahan geografis, tetapi disatukan oleh laut sebagai penghubung kehidupan. Di sinilah konsep oceanomics menjadi sangat relevan—sebuah pendekatan pembangunan ekonomi berbasis laut yang tidak hanya menyentuh sumber daya hayati laut, tetapi juga melibatkan energi, pariwisata bahari, dan perdagangan antar pulau.
Sebagian masyarakat dunia yang hidup dari laut telah menunjukkan bagaimana oceanomics mampu menjadi mesin pertumbuhan yang kokoh. Dari Jepang, Islandia, hingga negara-negara Skandinavia, laut tidak hanya menjadi sumber makanan, tetapi juga sumber energi terbarukan, transportasi, dan kekuatan budaya. Indonesia, dengan lebih dari 17.000 pulau, tidak boleh tertinggal dalam pemanfaatan potensi ini—terlebih di Indonesia Timur yang secara geografis dan kultural sudah sangat dekat dengan laut.
Blok Masela dan Kesempatan Emas
Masuknya Inpex ke Blok Masela bukan hanya tentang eksploitasi gas alam, tetapi membuka jendela masa depan baru bagi Tanimbar. Proyek ini diharapkan mampu menyerap tenaga kerja lokal dalam jumlah besar, mendongkrak pendidikan vokasional dan teknis, serta menghadirkan aliran ekonomi yang berputar dari hilir hingga ke hulu. Namun yang paling penting adalah memastikan bahwa pembangunan ini tidak merampas nilai-nilai lokal yang telah mengakar kuat di masyarakat Tanimbar.
Program Corporate Social Responsibility (CSR) dari Inpex perlu dirancang secara kolaboratif, mengedepankan partisipasi aktif masyarakat lokal. CSR bukan lagi sekadar memberi bantuan sesaat, tetapi harus menjadi bagian dari roadmap pembangunan Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Perencanaan jangka panjang yang menyentuh aspek sosial, pendidikan, lingkungan, hingga budaya, akan memberikan fondasi kuat bagi transformasi daerah ini.
Sinergi Budaya dan Ekonomi
📚 Artikel Terkait
Seringkali, pembangunan ekonomi besar di daerah-daerah adat berujung pada pergeseran nilai-nilai lokal. Tapi Tanimbar punya kesempatan untuk membalikkan narasi itu. Kehadiran Blok Masela dapat menjadi contoh bagaimana industri modern bersinergi dengan kearifan lokal. Nilai budaya tidak boleh ditinggalkan di belakang, melainkan harus dibawa serta dalam setiap tahapan pembangunan.
Kearifan lokal Tanimbar yang selama ini hidup dalam seni ukir, musik tradisional, rumah adat, dan sistem nilai sosial yang kolektif, perlu diberdayakan dalam konteks baru: ekonomi maritim. Budaya bahari masyarakat Tanimbar yang diwariskan secara turun-temurun justru bisa menjadi bagian dari identitas ekonomi baru yang berkelanjutan. Dalam hal ini, laut tidak hanya sebagai objek eksploitasi, tetapi sebagai ruang hidup, ruang budaya, dan ruang spiritual.
Keterhubungan Pulau dan Keadilan Pembangunan
Pulau-pulau seperti Nustual, Masela, Babar, hingga gugusan kecil di sekitar Yamdena, harus menjadi bagian aktif dari pembangunan. Jangan sampai keberadaan mereka terpinggirkan oleh logika pembangunan terpusat. Teknologi komunikasi, transportasi laut, dan pendidikan jarak jauh harus menjadi prioritas agar anak-anak dari pulau-pulau kecil itu tidak hanya menjadi penonton, tetapi pelaku aktif dari pembangunan yang sedang bergerak.
Pembangunan pelabuhan, perbaikan jaringan listrik dan air bersih, serta akses pendidikan yang merata akan memastikan bahwa kehadiran proyek besar seperti Blok Masela tidak hanya bergaung di pusat pemerintahan, tetapi menggema sampai ke rumah-rumah warga di ujung kampung.
Dari Local Wisdom ke Local Pride
Kita tidak hanya berbicara tentang mempertahankan local wisdom, tetapi juga mengangkatnya ke level local pride—kebanggaan lokal yang bukan hanya dikenang, tapi dihidupi dan dibanggakan. Bendera Inpex dan Kabupaten Kepulauan Tanimbar bisa berkibar berdampingan jika pembangunan berjalan dengan semangat keadilan, keberlanjutan, dan penghormatan terhadap budaya.
Sudah saatnya pembangunan di Indonesia Timur tidak lagi dimaknai sebagai “bantuan dari pusat”, tetapi sebagai hasil dari kekuatan lokal yang diberdayakan. Pemerintah daerah, perusahaan swasta, akademisi, dan masyarakat adat harus duduk bersama membangun masa depan yang berakar pada kekayaan laut dan budaya. Inilah esensi oceanomics yang sesungguhnya: bukan sekadar ekonomi dari laut, tetapi peradaban baru yang bertumbuh dari laut.
Blok Masela hanyalah satu pintu dari banyak potensi yang masih tersembunyi di balik ombak Arafura. Tapi jika dikelola dengan bijak, adil, dan berkelanjutan, pintu itu bisa membuka lorong masa depan yang gemilang bagi seluruh masyarakat Tanimbar, dan menjadi contoh pembangunan berwawasan budaya bagi seluruh nusantara.
—-*—-
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini






