Dengarkan Artikel
Oleh Tabrani Yunis
Eksistensi POTRET yang pada awalnya dalam konsep majalah yang dicetak bulanan, dan kini sejalan perjalanan waktu dan perubahan zaman bermetamorfosis ke format online, yakni Potretonline.com, mengusung mimpi yang begitu besar. Membangun gerakan menulis di kalangan perempuan, yang saat itu dimulai dari Aceh. Majalah atau media yang lahir dari sebuah keprihatinan akan rendahnya akses dan kontrol perempuan terhadap media itu, terpanggil untuk melakukan intervensi terhadap persoalan yang dihadapi oleh perempuan, khususnya di Aceh dan Indonesia pada umumnya. Maka, pada tahun 1998 POTRET digagas menjadi sebuah wacana dan rencana di Center for Community Development and Education (CCDE) yang merupakan sebuah LSM lokal yang bekerja untuk pemberdayaan dan penguatan perempuan akar rumput.
Namun wacana itu, tidak bisa terwujud dengan cepat, seperti membalik telapak tangan. Tidak ada yang instant. Semua harus berproses. Modal awal adalah ide dan idealisme. Ada mimpi yang ingin diwujudkan. Tentu saja tidak ingin mimpi itu menjadi sekadar wacana dan utopia. Oleh sebab itu, CCDE berupaya mencari dukungan dari berbagai pihak untuk mewujudkan mimpi itu. Upaya yang sungguh-sungguh, akhirnya mendatangkan hasil. Sebuah organisasi di Jerman mendukung perwujudan mimpi ini. Sebuah program kecil didukung, yakni mengadakan kegiatan menulis dan menerbitkan POTRET sebagaimana sudah diformat saat itu.
Realisasinya adalah dilakukan pelatihan menulis untuk 25 perempuan akar rumput (grassroot women) dari kelompok perempuan dampingan CCDE di enam kabupaten di tahun 2001. Dengan pelatihan selama 3 hari tiga malam itu, melahirkan sejumlah tulisan sederhana yang ditulis tangan. Tulisan-tulisan menjadi cikal bakal penerbitan edisi perdana POTRET pada 11 Januari 2003. Memakan waktu yang lama, karena ketiadaan tenaga yang mumpuni untuk mengemas media. Alhamdulilah pada 11 Januari 2003 edisi perdana meluncur dan menjadi tonggak sejarah terbitnya media perempuan Aceh.
Kami boleh klaim bahwa POTRET adalah media perempuan Aceh. Oleh sebab itu, POTRET menggunakan tagline “ Media Perempuan Aceh yang kritis dan Cerdas”. POTRET merupakan bentuk affirmasi bagi perempuan Aceh, khususnya dan perempuan Indonesia umumnya. Sehingga tak dapat dimungkiri bahwa POTRET menjadi media bagi perempuan untuk melatih dan merawat kemampuan menulis, mendistribusikan pikiran dan masalah secara tertulis.
Dengan kata lain, POTRET menjadi media belajar menulis, media advokasi dan media untuk mengangkat segala macam isu atau masalah yang dihadapi kaum perempuan. Tidak salah pula bila POTRET menjadi media membangun kemampuan literasi kaum perempuan, walau ada beberapa tulisan laki-laki yang juga dimuat di POTRET.
📚 Artikel Terkait
Penggunaan tagline “Media Perempuan Aceh” merupakan bentuk konsistensi bersama untuk tetap menjaga agar majalah perempuan Aceh tetap ada dan tidak berubah, karena kepentingan bisnis. Ya, sebagaimana kita ketahui bahwa yang namanya media sangat membutuhkan sumber energi, untuk bisa terbit. Oleh sebab itu harus dikelola secara bisnis. Tentu saja bisnis yang menguntungkan. Kalau tidak menguntungkan, maka akan gulung tikar. Banyak yang menyarankan agar POTRET dikelola secara bisnis, bahkan pernah ada yang ingin membawa POTRET hijrah ke Jakarta. Namun, akhirnya komitmen yang kuat mempertahankan agar POTRET tetapi istiqamah.
Pengalaman sudah banyak memberikan bukti, bahwa banyak media yang lahir sebelum, semasa dan sesudah POTRET harus gulung tikar, karena tidak mampu meraih keuntungan. Tidak usah kita sebutkan media apa saja yang telah gulung tikar. Para membaca yang rajin mengamati media, pasti tahu dan ingat media apa saja yang telah hilang dan kemudian ada yang bermetamorfosis ke media online.
Tak Henti Berbenah
Sejak hadirnya POTRET di tahun 2003 hingga kini POTRET terus berbenah. Boleh dikatakan tak henti berbenah dan terus berbenah menjadi media suluh bagi perempuan, sebagai media yang dibangun dengan modal idealisme, mengharuskan POTRET untuk selalu berbenah. Ya, berbenah agar majalah POTRET tetap dekat di hati setiap orang yang membaca dan menulis, sebagai kontributor. Berbenah dan tetap konsisten dengan gerakan dan strategi awal. Bukan sombong, bahwa sudah sangat banyak upaya berbenah yang dilakukan oleh POTRET dalam berbagai bentuk dan wujud. Pembenahan yang dilakukan sejak pertama adalah mengubah perwajahan POTRET yang terus mengikuti kebutuhan pembaca agar terus menarik untuk dipandang mata dan menarik untuk dibaca hingga tuntas.
Pembenahan yang tiada henti dengan berbagai innovasi, kreasi secara produktif dan tak henti-hentinya menggugah banyak orang untuk selalu produktif menulis. Tidak salah kalau dikatakan bahwa POTRET terus mengajak, memotivasi semua orang untuk menulis dan POTRET berupaya keras menyediakan ruang kreasi serta sekaligus mengapresiasi para pembaca dan penulis dengan berbagai cara. Semua dilakukan dalam rangka menggapai mimpi membangun budaya literasi anak negeri yang hingga saat ini menjadi akar masalah pembangunan bangsa ini.
Berlimpah Hadiah
POTRET sebagai media edukasi bagi perempuan, remaja dan dewasa, bukan hanya untuk perempuan, laki-laki pun mendapat ruang untuk menulis di POTRET, di Aceh dan di luar Aceh. Sebagai media edukasi yang dikelola secara nirlaba, POTRET telah sering mengadakan lomba atau sayembara, mulai dari lomba menulis, hingga sayembara yang berlimpah hadiah, seperti sepeda motor listrik, springbed, sepeda dan berbagai macam hadiah hiburan. Itu semua dilakukan untuk memotivasi masyarakat agar mau menulis.
Barangkali akhir-akhir ini, para pembaca dan penulis sudah membaca informasi di rubrik Haba Mangat tentang lomba menulis yang rutin dilakukan setiap bulan dengan tema aktual setiap bulan. Bukan hanya itu, juga ada Jajak pendapat yang mengangkat isu aktual dan berhadiah kaos eksklusif POTRET.
Mengapa ini kami lakukan terus. Tujuan akhir adalah berharap segala upaya yang dilakukan ini mendapat ridha dari Allah dan menjadi berkah amal dan ibadah bagi kami pengelola POTRET. Ayo bersama POTRET kita ukir masa depan yang lebih baik dan berharga.
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini






