• Latest

Wedang Jahe, Minuman Rempah yang Kembali Diminati Pasca Lebaran

April 7, 2025
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Wedang Jahe, Minuman Rempah yang Kembali Diminati Pasca Lebaran

Siti Hajarby Siti Hajar
April 8, 2025
Reading Time: 3 mins read
Tags: KulinerWedang Jahe
588
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Siti Hajar

Setelah hiruk pikuk perayaan Lebaran berlalu, tubuh perlahan memberi sinyal: rasa begah, perut tidak nyaman, tenggorokan mulai serak, dan energi yang terasa menurun. Makanan bersantan, kue manis, dan aneka sajian khas Idulfitri memang menggoda, tetapi tak jarang menyisakan beban metabolik yang membuat tubuh butuh rehat.

Dalam kondisi seperti ini, banyak orang mulai mencari solusi alami untuk mengembalikan kesegaran tubuh. Salah satu yang paling banyak diburu adalah wedang jahe—minuman tradisional berbahan rempah yang kini kembali naik daun.

Wedang jahe bukan pemain baru di dunia herbal. Namun kini, kehadirannya terasa lebih istimewa karena mengalami transformasi dalam penyajian dan penerimaan publik. Jika dulu hanya ditemukan di dapur rumah atau di gerobak pinggir jalan, sekarang minuman ini sudah tampil manis di buku menu kafe dan warung kopi kekinian.

Dengan tampilan estetik: gelas bening, uap mengepul, potongan jahe segar, irisan serai, dan warna keemasan yang menggoda, wedang jahe berhasil menarik perhatian. Tak sedikit pengunjung kafe yang awalnya hanya berniat memesan kopi, lalu berpaling saat melihat di meja sebelah tersaji segelas wedang jahe hangat yang tampak memesona.

Tren ini tidak lepas dari meningkatnya kesadaran akan gaya hidup sehat dan kembali ke alam. Orang-orang mulai berpikir dua kali sebelum menenggak minuman manis buatan atau minuman tinggi kafein. Mereka ingin sesuatu yang tetap nikmat, tapi menyehatkan. Wedang jahe menjadi jawabannya—sebuah minuman yang sederhana, hangat, dan kaya manfaat.Komposisinya pun tidak rumit. Jahe segar dan batang serai direbus hingga air menguning dan harum.

Beberapa orang menambahkan sepotong gula merah sebagai pemanis, atau sesendok madu jika ingin versi yang lebih lembut. Menariknya, gula merah dan madu ini bersifat opsional—menyesuaikan selera dan kebutuhan, terutama bagi mereka yang sedang menjaga kadar gula darah.Jahe sendiri dikenal memiliki kandungan gingerol yang bersifat antiinflamasi dan antioksidan. Ia membantu menghangatkan tubuh, memperlancar sirkulasi darah, meredakan mual, serta mengurangi rasa tidak nyaman di perut.

Sementara serai berkontribusi pada detoksifikasi ringan dan memberi efek relaksasi, terutama bila dikonsumsi di sore hari. Gula merah menjadi pemanis alami yang lebih bersahabat dibandingkan gula putih, serta menyumbang zat besi dan mineral lainnya.

Sedangkan madu memperkaya rasa dan memperkuat sistem imun, terutama saat tubuh sedang rentan.Tak hanya di rumah, semakin banyak orang yang menikmati wedang jahe di luar, terutama di tempat yang menawarkan suasana nyaman.

Baca Juga

Sigupai Mambaco Menghidupkan Bahasa Singkil Lewat Baca Nyaring Istimewa

Sigupai Mambaco Menghidupkan Bahasa Singkil Lewat Baca Nyaring Istimewa

Juni 23, 2025
Nilai Filisofis dan Sosiologis Sambel Tempoyak Dalam Tradisi Makan Suku Bangsa Lampung

Nilai Filisofis dan Sosiologis Sambel Tempoyak Dalam Tradisi Makan Suku Bangsa Lampung

Juni 15, 2025
Gastronomi dan Keajaiban Tanah Priangan

Gastronomi dan Keajaiban Tanah Priangan

Mei 29, 2025

Fenomena ini seolah menunjukkan bahwa masyarakat mulai menyukai minuman tradisional, bukan hanya karena manfaat kesehatannya, tetapi juga karena tampilannya yang kini jauh lebih menarik dan instagramable.

Bahkan beberapa kafe menambahkan rempah tambahan seperti kayu manis, cengkeh, atau daun pandan untuk menciptakan varian rasa dan aroma yang semakin menggoda.Wedang jahe bukan sekadar minuman yang menghangatkan. Ia telah menjelma menjadi simbol perubahan gaya hidup: dari yang serba instan ke arah yang lebih alami dan sadar kesehatan.

Maka tak heran jika setelah lebaran, minuman ini jadi primadona baru, baik di rumah maupun di kafe-kafe kota. Di setiap tegukan wedang jahe, ada kehangatan tradisi, kebaikan alam, dan semangat baru untuk merawat tubuh secara utuh. Jika kamu belum pernah mencoba, tidak salahnya mencoba siapa tahu, minuman ini akan menjadi salah satu minuman kesukaanmu. Selain rasanya enak dan menyegarkan. Wedang jahe juga dapat meningkatkan stamina tubuh. Cobalah!! []

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 360x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 318x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 270x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 263x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 200x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post

Peluh Kunjungan Presiden Sine Qua Non 2050

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com