POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Wedang Jahe, Minuman Rempah yang Kembali Diminati Pasca Lebaran

Siti HajarOleh Siti Hajar
April 7, 2025
Tags: KulinerWedang Jahe
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Siti Hajar

Setelah hiruk pikuk perayaan Lebaran berlalu, tubuh perlahan memberi sinyal: rasa begah, perut tidak nyaman, tenggorokan mulai serak, dan energi yang terasa menurun. Makanan bersantan, kue manis, dan aneka sajian khas Idulfitri memang menggoda, tetapi tak jarang menyisakan beban metabolik yang membuat tubuh butuh rehat.

Dalam kondisi seperti ini, banyak orang mulai mencari solusi alami untuk mengembalikan kesegaran tubuh. Salah satu yang paling banyak diburu adalah wedang jahe—minuman tradisional berbahan rempah yang kini kembali naik daun.

Wedang jahe bukan pemain baru di dunia herbal. Namun kini, kehadirannya terasa lebih istimewa karena mengalami transformasi dalam penyajian dan penerimaan publik. Jika dulu hanya ditemukan di dapur rumah atau di gerobak pinggir jalan, sekarang minuman ini sudah tampil manis di buku menu kafe dan warung kopi kekinian.

Dengan tampilan estetik: gelas bening, uap mengepul, potongan jahe segar, irisan serai, dan warna keemasan yang menggoda, wedang jahe berhasil menarik perhatian. Tak sedikit pengunjung kafe yang awalnya hanya berniat memesan kopi, lalu berpaling saat melihat di meja sebelah tersaji segelas wedang jahe hangat yang tampak memesona.

Tren ini tidak lepas dari meningkatnya kesadaran akan gaya hidup sehat dan kembali ke alam. Orang-orang mulai berpikir dua kali sebelum menenggak minuman manis buatan atau minuman tinggi kafein. Mereka ingin sesuatu yang tetap nikmat, tapi menyehatkan. Wedang jahe menjadi jawabannya—sebuah minuman yang sederhana, hangat, dan kaya manfaat.Komposisinya pun tidak rumit. Jahe segar dan batang serai direbus hingga air menguning dan harum.

📚 Artikel Terkait

Wakili Aceh ke Nasional, Siswi SMKN 2 Meulaboh Sabet Medali Emas di FLS2N Tingkat Provinsi

Dari Istana ke Sel: Ironi Kekuasaan dan Pelajaran dari Sarkozy

Ada Apa Dengan Mereka?

Pembangunan Pijay Dinilai Lamban

Beberapa orang menambahkan sepotong gula merah sebagai pemanis, atau sesendok madu jika ingin versi yang lebih lembut. Menariknya, gula merah dan madu ini bersifat opsional—menyesuaikan selera dan kebutuhan, terutama bagi mereka yang sedang menjaga kadar gula darah.Jahe sendiri dikenal memiliki kandungan gingerol yang bersifat antiinflamasi dan antioksidan. Ia membantu menghangatkan tubuh, memperlancar sirkulasi darah, meredakan mual, serta mengurangi rasa tidak nyaman di perut.

Sementara serai berkontribusi pada detoksifikasi ringan dan memberi efek relaksasi, terutama bila dikonsumsi di sore hari. Gula merah menjadi pemanis alami yang lebih bersahabat dibandingkan gula putih, serta menyumbang zat besi dan mineral lainnya.

Sedangkan madu memperkaya rasa dan memperkuat sistem imun, terutama saat tubuh sedang rentan.Tak hanya di rumah, semakin banyak orang yang menikmati wedang jahe di luar, terutama di tempat yang menawarkan suasana nyaman.

Fenomena ini seolah menunjukkan bahwa masyarakat mulai menyukai minuman tradisional, bukan hanya karena manfaat kesehatannya, tetapi juga karena tampilannya yang kini jauh lebih menarik dan instagramable.

Bahkan beberapa kafe menambahkan rempah tambahan seperti kayu manis, cengkeh, atau daun pandan untuk menciptakan varian rasa dan aroma yang semakin menggoda.Wedang jahe bukan sekadar minuman yang menghangatkan. Ia telah menjelma menjadi simbol perubahan gaya hidup: dari yang serba instan ke arah yang lebih alami dan sadar kesehatan.

Maka tak heran jika setelah lebaran, minuman ini jadi primadona baru, baik di rumah maupun di kafe-kafe kota. Di setiap tegukan wedang jahe, ada kehangatan tradisi, kebaikan alam, dan semangat baru untuk merawat tubuh secara utuh. Jika kamu belum pernah mencoba, tidak salahnya mencoba siapa tahu, minuman ini akan menjadi salah satu minuman kesukaanmu. Selain rasanya enak dan menyegarkan. Wedang jahe juga dapat meningkatkan stamina tubuh. Cobalah!! []

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Tags: KulinerWedang Jahe
Siti Hajar

Siti Hajar

Siti Hajar adalah seorang perempuan lahir di Sigli pada 17 Desember. Saat ini tinggal di Banda Aceh dan bekerja sebagai tenaga kependidikan di Fakultas Pertanian USK. Menggemari dunia literasi karena baginya menulis adalah terapi dan cara berbagi pengalaman. Beberapa buku yang sudah cetak, di antaranya kumpulan cerpen, “Kisah Gampong Meurandeh” Novel, Sophia dan Ahmadi, Patok Penghalang Cinta, Beberapa novel anak, di antaranya The Spirit of Zahra, Mencari Medali yang Hilang, Petualangan Hana dan Hani. Ophila si Care Taker. Dan buku Non Fiksi, Empati Dalam Dunia Kerja (Bagaimana Menjadi Bos dan karyawan yang Elegan) Ingin berkomunikasi lebih lanjut bisa menghubungi nomor WhatsApp 085260512648. Email: sthajarkembar@gmail.com

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

Peluh Kunjungan Presiden Sine Qua Non 2050

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00