Dengarkan Artikel
Tentang Mata Beningmu
Puisi Anies Septivirawan
Mata beningmu berpendar cahya
Singgah selalu di ruang sempit semesta
Menggugah gelisah temaram
Ada sepotong senja kala
Adalah milik kita
Aku faham sudah
Mengeja lembar – lembar luka
Dari rahim dunia yang menolak tiada
Ada bangku sekolah di mata beningmu
Ada sajadah cakrawala di mata beningmu
Ada matahari di mata beningmu
Tidak kan padam
Abadi : aku dan kamu
Banyuwangi, 3 Syawal 1446
📚 Artikel Terkait
Bening Bola Mata Itu
(terima kasihku kepada NH)
Bening bola mata itu
Adalah deretan huruf berkilau
Memancar di pelupuk mata
Juga di hatiku yang renta
Bening bola mata itu
Adalah cahaya bintang – bintang
Penunjuk arah satu kebaikan
Kiriman pesan dari dewa – dewi
Bening bola mata itu
Adalah percikan api
Di rimbun belantara
Membakar sunyiku
Aku tak pernah mati
Medio Maret, 2025
Menunggu Peradaban Akhir Jaman
”Tlah ku nikahkan, engkau
Yang bernama puisi
Dengan sejumput inspirasi,” ujarmu di balik tingkap mimpi nan tiada tepi.
Sementara, langit, sungai, udara, dedaunan , pepohonan, buah dan kembang telah menyaksikan
Prosesi ritual, sakral penuh khidmat
Aku berdiri termangu
Di batas muara waktu
Aku berdiri termangu
Memberontak atas ketermanguan
Yang sia-sia
Aku berdiri termangu
Menunggu kelahiran
Yang bernama peradaban akhir jaman
Banyuuwangu, 2025
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini






