POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Paradoks Indonesia Dalam Pandangan Prabowo Subianto

RedaksiOleh Redaksi
March 21, 2025
Paradoks Indonesia Dalam Pandangan Prabowo Subianto
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Jacob Ereste

Hanya beberapa orang saja yang aktif dalam Atlantika Institut Nusantara bersama Jurnalis Indonesia Bersatu yang ikut melakukan investigasi penting untuk suatu masalah, melakukan semacam diskusi darurat sambil menyodorkan sebuah buku Pandangan Strategis Prabowo Subianto “Paradoks Indonesia” yang diperjelas dengan sub judul “Negara Kaya Raya, Tetapi Masih Banyak Rakyat Hidup Miskin”.

Tentu saja buku ini menjadi topik yang menarik untuk dibahas. Setidaknya dibaca untuk mengikuti alur pemikiran Presiden Indonesia yang sedang digadang-gadang oleh warga bangsa Indonesia sejak terpilih menjadi Presiden Indonesia pada Pemilu 2024.

Praktis topik investigasi bersama kami — Atlantika Institut Nusantara dan Jurnalis Indonesia Bersatu cukup sekilas dibahas, khususnya mengenai teknis operasional di lapangan saja untuk menyergap berbagai data dan fakta serta berbagai kesaksian yang diperlukan dari warga masyarakat setempat. Walhasil, buku “Paradoks Indonesia” yang ditulis Prabowo Subianto. Apalagi buku ini mengungkap fakta-fakta yang harus diketahui oleh seluruh warga negara Indonesia, jauh lebih luas dan lebih banyak jumlahnya dari warga bangsa Indonesia.

Paradoks Indonesia sebagai pandangan strategis Prabowo Subianto sesungguhnya telah dipublish sejak tahun 2017. Tapi isi yang dipaparkan tetap relevan dan aktual sampai hari ini. Seperti fakta pada tahun 2016 hampir setengah kekayaan yang ada dikuasai oleh 1 persen populasi mereka yang terkaya. Lalu bagaimana ada uang Rp 11.000 triliun milik orang dan perusahaan Indonesia — yang jumlahnya lima kali lebih besar dari nilai anggaran negara — justru parkir di luar negeri.

Untuk mengatasi Paradoks Indonesia ini dan mencegah tragedi, buku ini menjelaskan bagaimana setiap warga negara Indonesia dapat turut berperan menjawab tantangan sejarah, menjadikan Indonesia dengan bangsa yang kuat, terhormat, adil dan makmur. Menjadi bangsa,kelas atas yang disegani, bukan bangsa menengah, apalagi tergolong bangsa kelas bawah yang selalu diremehkan.

Dalam prakatanya, Prabowo Subianto mengaku ( hal 4) mencita-citakan Indonesia bangkit menjadi bangsa yang kuat dan terhormat. “Bangkit jadi Macan Asia. Bangkit jadi bangsa yang dipegang oleh bangsa-bangsa lain karena rakyatnya hidup sejahtera”. Bahkan putra begawan ekonomi Indonesia ini, sumber daya alam dan sumber daya manusia Indonesia yang kita miliki seharusnya bangsa Indonesia tidak hidup dalam ketimpangan dan kemiskinan. inilah yang dimaksud oleh Prabowo Subianto yang dia katakan Paradoks Indonesia. Penyebab dari kondisi yang tragis ini terjadi karena bangsa Indonesia gagal mengelola sumber daya yang kita miliki.

📚 Artikel Terkait

ENGKAU TAK PERNAH MEMBENCI

Sehimpun Puisi Asep Perdiansyah

Sudah Benarkah Bacaan Surat Al-Fatihahmu?

Rinduku Semakin Menggebu

Karena itu, harapan Prabowo Subianto melalui buku Paradoks Indonesia ini dapat memahami kondisi bangsa Indonesia yang sesungguhnya untuk kemudian ikut berperan dalam usaha memperjuangkan penyelamatan negara dari tragedi yang bisa terjadi di Indonesia.

Buku yang dicetak spesial ini diterbitkan oleh Koperasi Garudayaksa Nusantara ini ingin membangun kesadaran bersama warga bangsa Indonesia jika dapat dikelola dengan tepat, sumber daya alam dan sumber daya manusia Indonesia cukup untuk menjadikan bangsa Indonesia kuat dan terhormat dan sejahtera. Karena itu, kesadaran bahwa sistem ekonomi dan politik yang dipilih oleh para pendiri bangsa, yaitu sistem ekonomi dan demokrasi Pancasila adalah pilihan terbaik dan tepat untuk membangun bangsa dan negara Indonesia.

Sistem ekonomi yang dijalankan oleh negara Indonesia hingga saat buku ini ditulis 2017, sudah jauh menyimpang dari apa yang digariskan dalam UUD 1945 yang asli. Yaitu UUD 1945 versi 18 Agustus 1945.

Karena itu untuk mengembalikan haluan ekonomi negara harus dilakukan melalui perjuangan politik. Maka itu pada tahun 2008 Prabowo Subianto memandang perlu untuk mendirikan Partai Gerakan Indonesia Raya, yaitu Partai Gerindra. Dan yang menarik, melalui Partai Gerindra Prabowo Subianto terus menyediakan Padepokan Garudayaksa Nusantara di Hambalang — semacam kawah candradimuka — yang terbuka untuk semua warga negara Indonesia bersama kader Partai Gerindra yang terpanggil untuk berjuang mewujudkan Indonesia yang adil dan makmur serta sejahtera.

Prabowo Subianto mengaku melalui buku Paradoks Indonesia ini sangat berharap dapat membangun kesadaran bersama untuk memperkuat perjuangan bangsa untuk membangun Indonesia yang kuat, terhormat dan sejahtera yang berkeadilan.

Pandangan Strategis Prabowo Subianto yang kini menjadi Presiden Indonesia (2025-2029) membagi lima pokok bahasan : (1) Membangun Kesadaran Nasional, ,(2) Tantangan Besar # 1 : Kekayaan Indonesia Mengalir ke luar, (3) Tantangan Besar # 2 : Demokrasi Indonesia Dikuasai Pemodal Besar, (4) Strategi Kita : Mencegah Tragedi Indonesia dan (5) Menjawab Tantangan Sejarah.

Inilah cara kita Merdeka, kata Prabowo Subianto mengingatkan bahwa negara kita saat ini berada dalam kondisi yang diperlakukan seenaknya. Karena kita harus selalu waspada. Maka itu kita harus saling mengingatkan
Kita harus saling mendukung. Karena masalah, pesaing atau bahkan musuh kita semakin kuat dan terus bergerak.

Artinya, dibawah kepemimpinan Prabowo Subianto pemahaman terhadap berbagai tantangan yang dihadapi oleh bangsa dan negara Indonesia sangat percaya dan memiliki semacam jaminan bahwa orientasi ekonomi Indonesia akan melaju melalui sistem ekonomi kerakyatan berdasarkan pada pasal 33 UUD 1945.

Tanjung Karang,, 19 Maret 2025

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
Majalah POTRET pun Penting dan Perlu Untuk Melihat Wajah Batin dan Spiritualitas Diri Kita

Tema Lomba Menulis Maret 2025

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00