POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Ibnu Sina: Sang Cahaya dari Bukhara

Gunawan TrihantoroOleh Gunawan Trihantoro
March 21, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

Cahaya Ilmuwan Muslim, Warisan yang Abadi (1)

Oleh Gunawan Trihantoro
(Sekretaris Komunitas Puisi Esai Jawa Tengah)

Sebuah narasi tentang Ibnu Sina, sang polymath yang menerangi dunia dengan akal dan hatinya.
Ibnu Sina atau Avicenna adalah filsuf-ilmuwan Islam yang paling berpengaruh. Ia menulis tentang pengobatan, geometri, astronomi, aritmatika, dan musik. [1]


Di bawah langit Bukhara yang membentang luas,
di antara gemerlap bintang dan debu gurun yang berkelana,
seorang anak lahir dari rahim zaman,
membawa api pengetahuan yang takkan padam.

Namanya, Ibnu Sina.
Atau, di barat, mereka memanggilnya Avicenna
sang dokter, filsuf, ahli matematika,
dan pengembara jiwa yang tak kenal lelah.

-000-

“Ayah, mengapa bintang-bintang itu bersinar?” tanyanya suatu malam,
ketika udara Bukhara dipenuhi aroma rempah dan kisah-kisah kuno.
Ayahnya, seorang sarjana terhormat, tersenyum,
“Mereka bersinar, Nak, karena mereka tahu rahasia langit.”

Ibnu Sina kecil pun menelan setiap kata,
seperti tanah gersang menyerap hujan pertama.
Di usia lima tahun, ia sudah menghafal Al-Qur’an,
di usia sepuluh, ia menguasai ilmu fiqih dan sastra.

Tapi hatinya gelisah,
seperti burung yang merasakan sangkar terlalu sempit.
“Aku ingin tahu lebih banyak,” bisiknya pada angin malam,
“tentang bintang, tentang tubuh manusia, tentang jiwa yang tak terlihat.”

-000-

Zaman bergulir seperti roda pedati,
membawa perang, wabah, dan kekacauan.
Ibnu Sina, kini remaja, mengembara dari kota ke kota,
mencari kitab-kitab yang tersembunyi,
mengais ilmu dari reruntuhan peradaban.

📚 Artikel Terkait

Serangkai Puisi Ai Lundeng

Teladan Pahlawan Sebagai Cermin Moral Generasi Muda

Doa Tanah Aceh

Derai Air Mata Yuyun Begitu Haru

“Ilmu bukanlah harta yang bisa kau simpan,” katanya suatu hari,
kepada seorang murid yang ragu.
“Ia adalah sungai yang mengalir,
membasahi setiap tanah yang dilintasinya.”

Di Hamadan, ia menjadi dokter kerajaan,
menyembuhkan tubuh dan jiwa yang terluka.
Di Isfahan, ia menulis Al-Qanun fi al-Tibb
kitab yang menjadi rujukan dunia kedokteran selama berabad-abad.
“Tubuh manusia,” tulisnya, “adalah mikrokosmos alam semesta.
Setiap organ, setiap urat, adalah cermin dari harmoni ilahi.”

-000-

Tapi jalan ilmu tak pernah mulus.
Ibnu Sina menghadapi penguasa yang curiga,
ulama yang mempertanyakan keyakinannya,
dan zaman yang tak selalu ramah pada pemikir bebas.

“Kau terlalu banyak bertanya,” kata seorang ulama padanya.
“Tidakkah kau takut pada murka Tuhan?”
Ibnu Sina menjawab dengan tenang,
“Tuhan memberi kita akal untuk memahami ciptaan-Nya.
Mengabaikan akal adalah mengkhianati anugerah-Nya.”

Ia dipenjara, diasingkan,
tapi pikirannya tetap merdeka.
Dalam sel yang gelap, ia menulis,
merangkai kata-kata yang kelak menjadi cahaya bagi generasi berikutnya.

-000-

Kini, seribu tahun setelah kepergiannya,
nama Ibnu Sina masih bergema.
Al-Qanun fi al-Tibb diterjemahkan ke dalam puluhan bahasa,
menjadi dasar ilmu kedokteran modern.
Filsafatnya memengaruhi pemikir seperti Thomas Aquinas,
dan teorinya tentang jiwa masih dibahas di ruang-ruang kuliah.

“Aku bukanlah pemilik kebenaran,” katanya suatu hari,
sebelum ajal menjemputnya.
“Aku hanya seorang pengembara,
yang mencoba memahami secercah cahaya dari Sang Pencipta.”

-000-

Ibnu Sina bukan hanya simbol kejayaan Islam abad pertengahan,
tapi juga bukti bahwa ilmu pengetahuan adalah warisan universal,
yang melampaui batas zaman, agama, dan budaya.
Cahayanya masih bersinar,
menerangi jalan bagi siapa saja yang mencari kebenaran.


Rumah Kayu Cepu, 21 Maret 2025

CATATAN:
[1] Puisi esai ini ditulis dengan inspirasi dari biografi Ibnu Sina di https://mathshistory.st-andrews.ac.uk/Biographies/Avicenna/

Kontribusi Ibnu Sina dalam Ilmu Pengetahuan:
a. Kedokteran: Al-Qanun fi al-Tibb (The Canon of Medicine) adalah ensiklopedia medis yang menjadi rujukan utama di Eropa dan dunia Islam selama lebih dari 600 tahun. Karyanya mencakup diagnosis, pengobatan, dan prinsip-prinsip kesehatan preventif.
b. Filsafat: Ibnu Sina menggabungkan pemikiran Aristoteles dengan tradisi Islam, menciptakan sintesis yang memengaruhi filsafat Barat dan Timur. Karyanya, Kitab al-Shifa (The Book of Healing), membahas metafisika, logika, dan ilmu alam.
c. Matematika dan Astronomi: Ia berkontribusi pada teori bilangan, geometri, dan pengamatan astronomi, serta mengembangkan alat-alat untuk mengukur sudut dan jarak.
d. Psikologi dan Ilmu Jiwa: Ibnu Sina adalah salah satu pemikir pertama yang membedakan antara jiwa dan tubuh, serta mengeksplorasi konsep kesadaran dan persepsi.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Gunawan Trihantoro

Gunawan Trihantoro

Gunawan Trihantoro adalah seorang penulis kelahiran Purwodadi tahun 1974. Ia merupakan alumni Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang mulai aktif menulis sejak masa kuliahnya. Karya-karyanya telah terbit di berbagai media cetak dan online. Gunawan aktif dalam berbagai komunitas kepenulisan, termasuk Satupena, Kreator Era AI, dan Komunitas Puisi Esai Jawa Tengah. Selain itu, ia juga berkontribusi sebagai penulis buku-buku naskah umum keagamaan dan moderasi beragama di Kementerian Agama RI selama periode 2022–2024. Hingga kini, Gunawan telah menghasilkan puluhan buku, baik sebagai penulis tunggal maupun penulis bersama, yang memperkuat reputasinya sebagai salah satu penulis produktif di bidangnya.

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
Pararaton Bertopeng

Pararaton Bertopeng

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00