POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Menelusuri Jejak Ulama Nusantara di Timur Tengah

Nurkhalis MuchtarOleh Nurkhalis Muchtar
March 13, 2025
Kontribusi Umat Islam Terhadap Peradaban Dunia
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Dr. Nurkhalis Muchtar, Lc.M.A

Banyak karya tulis para ulama nusantara dicetak dan diterbitkan di Kairo Mesir. Sebut saja Maktabah/Pustaka Bab al-Halabi yang memberikan porsi khusus untuk karya ulama Jawi/Melayu Nusantara. Jarak pustaka tersebut hanya beberapa puluh meter di belakang Masjid Al Azhar, tepatnya di seputaran Universitas Al Azhar Kairo, Mesir kawasan Meydan Husein. 

Umumnya yang datang ke pustaka itu para penuntut ilmu dan peneliti. Bahkan ada berita yang menyebutkan ulama sekaliber Syekh Ali Jum’ah yang merupakan mufti senior Mesir lebih memilih cetakan pustaka Bab al-Halabi karena orisinilitas isinya yang masih sangat terjaga. 

Para ulama nusantara masa yang lalu terkenal produktif dalam menulis. Di antaranya yang sering disebut sebagai Bapak Kitab Kuning Indonesia yaitu Syeikh Nawawi al Bantani dengan gelar “Sayyidul Ulamail Hijaz” setelah terbit karya monumentalnya Tafsir al Munir yang dicetak terakhir oleh Darul Kutub Ilmiyah Bairut. 

 Bila kita mundur ke abad 16 dan 17, akan ditemukan beberapa nama ulama dan cendekiawan Islam yang produktif. Seperti Syeikh Hamzah Fansuri dengan sentuhan sufistik yang kental, dan Syeikh Nuruddin al Raniry yang berasal dari Randir India dengan berbagai karya fikihnya yang berbobot. 

📚 Artikel Terkait

Selayaknya Kita Tahu Linux : Sistem Operasi yang Open-Source, Kuat, dan Fleksibel

Tragedi Biologis Nasional Antara Ridwan Kamil, Lisa Mariana, dan Revelino

Ultah 美

Tahun Baru yang Sunyi di Kampung

Tidak ketinggalan dalam fase yang sama ulama moderat yang ahli tafsir Syeikh Abdurrauf Singkel atau Teungku Syiah Kuala dengan karyanya Turjuman al Mustafid, tafsir pertama di nusantara dalam bahasa Melayu. Syeikh Abdurrauf juga merupakan guru bagi Syeikh Yusuf al Makassari yang dianggap sebagai pahlawan bagi rakyat Afrika Selatan. 

Pada abad selanjutnya 18 dan 19, muncul beberapa ulama yang dikenal produktif. Antara lain, Syeikh Abdussamad Palimbani dengan dua karyanya Sirus Salikin dan Hidayat Salikin. Dalam rentang masa yang sama di daerah Banjarmasin, hidup seorang Ulama besar fikih Syeikh Muhammad Arsyad al Banjari dengan karyanya Sabilal Muhtadin sebagai syarah untuk karya Syekh Nuruddin al Raniry yaitu Sirathal Mustaqim. 

Pada abad ke 19 dan 20, estafet pena penulisan dilanjutkan oleh ulama-ulama yang kemudian lebih dikenal pada era kita sekarang. Sebut saja Syeikh Nawawi al Bantani yang karyanya mencapai 114 judul dalam berbagai disiplin ilmu pengetahuan. 

Adapula ahli hadis pertama Indonesia yang berasal dari Termas Pacitan yaitu Syeikh Mahfuz Termas dengan karyanya Manhaj Dzawinnazar, dan tidak ketinggalan ulama besar dari Sumatera Barat Syeikh Ahmad Khatib Minangkabau yang pernah menjadi Khatib Mesjidil Haram dan Mufti Syafi’i pada masanya, dengan berbagai karyanya, salah satunya Annafahaat Syarah Waraqat. 


Adapun penutup ulama nusantara yang karyanya dijadikan rujukan di berbagai belahan dunia adalah Syeikh Muhammad Yasin al Padani dengan 98 judul karyanya. 

Khusus dalam bidang sanad hadis, Syeikh Yasin sebagai digelar Musnid Dunya, sebuah gelar yang tidak mudah dicapai. Di antara banyak muridnya, ada Syeikh Muhammad ‘Alawi al Maliki, Prof Ali Jum’ah mantan mufti senior Mesir, dan banyak lainnya. Bahkan ulama besar hadis Aleppo Syiria Syeikh Abdul Fattah Abu Ghuddah sangat bangga menyebut Syeikh Yasin Padang sebagai gurunya, padahal Syekh Abu Ghuddah adalah Imam dalam dunia Tahqiq, murid dari Syeikh Muhammad Zahid Kautsari yang merupakan Maestro Tahqiq dunia Islam.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Nurkhalis Muchtar

Nurkhalis Muchtar

Nurkhalis Muchtar, anak dari Drs H Mukhtar Jakfar dan Nurhayati binti Mahmud, lahir di Susoh, Aceh Barat Daya. Mengawali pendidikan di SD Negeri Ladang Neubok, Tsanawiyah di SMP Cotmane, lanjut ke MTsN Blangpidie. Kemudian merantau ke Banda Aceh dan bersekolah di MAS Ruhul Islam Anak Bangsa yang ketika itu masih di Lampeneurut. Setelah menyelesaikan pendidikan di MAS RIAB, berangkat ke Bekasi Jawa Barat dan belajar di STID Mohammad Natsir pada jurusan Dakwah (KPI). Setahun ia di Bekasi, kemudian pulang dan melanjutkan di UIN Ar-Raniry pada jurusan Bahasa Arab. Mendapat beasiswa ke Mesir tahun 2006 ia dan menyelesaikan Strata Satunya di Universitas Al Azhar Kairo Mesir pada tahun 2010 pada jurusan Hadits dan Ulumul Hadits. Lalu, melanjutkan ke Program Pascasarjana UIN Ar-Raniry konsentrasi Fiqih Modern dan selesai di tahun 2014 sebagai salah satu lulusan terbaik. Awal 2015 hingga akhir 2017 mengambil S3 di Universitas Bakht al-Ruda Sudan dan selesai di tanggal 10-10-2017 dalam usianya genap 31 tahun dengan nilai maksimal. Disela-sela penelitian S3, ia sempat mengenyam pendidikan di Pascasarjana IIQ Jakarta selama setahun pada kajian Al Qur'an dan Hadits. Pernah juga mengenyam pendidikan di beberapa pesantren, di antaranya adalah: Rumoh Beut Wa Safwan, Pesantren Nurul Fata dan Babul Huda Ladang Neubok, Dayah Mudi Cotmane, ketiganya masih di wilayah Aceh Barat Daya. Sambil mengikuti kuliah di Banda Aceh pada jenjang S2, ia sering mengikuti pengajian pagi di Dayah Ulee Titi, dan pernah mondok di Dayah Madinatul Fata Banda Aceh. Selain itu juga pernah belajar dan mengajar di Dayah Terpadu Daruzzahidin Lamceu dan Dayah Raudhatul Qur'an Tungkob Aceh Besar. Lalu, mendarmabaktikan ilmunya sebagai dosen dan pengajar di kampus negeri dan swasta, serta sebagai ustad di majelis-majelis taklim yang diasuhnya dalam pengajian TAFITAS Aceh, dan ia juga tercatat sebagai Ketua STAI al-Washliyah Banda Aceh,terhitung 2018-2022. Juga mulai berdakwah melalui tulisan, dan telah terbit beberapa tulisannya dalam bentuk buku dan karya ilmiyah lainnya. Salah satu buku yang ditulisnya adalah Membumikan Fatwa Ulama.  

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

Responden Terpilih

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00