Dengarkan Artikel
Oleh Tabrani Yunis
Lomba menulis majalah POTRET, kini Potretonline.com, mengangkat tema “Gugat Cerai di Aceh”. Pemilihan tema ini sejalan dengan seringnya berita gugat cerai diberitakan di media di Aceh. Artinya, masalah gugat cerai, di mana semakin banyak kasus perempuan atau istri berani dan mau memilih jalan akhir, minta cerai dari suami yang pernah saling mencintai, saling asih, saling asuh. Akhirnya memilih jalan menggugat suami, untuk diceraikan.
Sayangnya, tidak banyak yang tertarik untuk menulis, sehingga jumlah tulisan hang masuk ke Redaksi Potretonline, sangat sedikit. Padahal, sebagai pemantik atau daya tarik, Potretonline, menyediakan hadiah berupa kaos eksklusif POTRET. Ya, sudahlah. Bulan Maret masih ada tema menarik lain, untuk dibahas dan dilombakan . Semoga bulan Maret semakin banyak yang mau ikut menulis.
Kita kembali ke topik gugat cerai. Tak terbayangkan pula, kejadian-kejadian gugat cerai ini, apalagi dalam jumlah yang sangat tinggi. Karena selama ini, kita ketahui, jangankan untuk menggugat cerai, diceraikan saja tidak rela. Alasannya bisa karena takut tidak mampu menghidupkan anak-anak yang ditinggalkan suami, atau karena akan berpengaruh pada kejiwaan anak, karena kasus broken home, yang berujung cerai. Apalagi menyandang status janda, sungguh menyakitkan. Oleh sebab itu, lebih memilih mengalah dan tahan banting kalau ada aksi kekerasan dalam rumah tangga.
📚 Artikel Terkait
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini






