POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

ULAMA KOK MELANGGAR SYARIAT AGAMA?

RedaksiOleh Redaksi
February 3, 2022
ULAMA KOK MELANGGAR SYARIAT AGAMA?
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Satria Dharma
Berdomisili di Surabaya

Agama Islam sangat menekankan pentingnya penegakan hukum yang berkeadilan. Ini adalah syariat agama yang harus ditegakkan. Tidak boleh ada orang yang dianggap kebal hukum. Itu sebabnya Nabi Muhammad sendiri sampai berpesan dengan keras. “Sesungguhnya yang telah membinasakan umat sebelum kalian adalah jika ada orang terhormat dan mulia di antara mereka mencuri, mereka tidak menghukumnya. Sebaliknya jika orang rendahan yang mencuri, mereka tegakkan hukuman terhadapnya. Demi Allah, bahkan seandainya Fatimah putri Muhammad mencuri, niscaya aku sendiri yang akan memotong tangannya!”. Jadi semua sama di hadapan hukum.

Nah, bagaimana jika justru orang yang dianggap ulama yang justru melanggar syariat agama yang sangat penting ini? Ada beberapa contoh. Pertama adalah kasus kekerasan seksual yang dilakukan oleh seorang anak kyai di Ponpes Shiddiqiyah Jombang pada santriwatinya. Kasusnya sudah diusut oleh kepolisian dan tersangka akan diproses, tapi justru dilindungi oleh pondoknya sendiri. Ribuan santrinya membela dan menghalangi pemanggilan paksa oleh polisi karena sudah dua kali dipanggil tidak datang.

Jelas sekali bahwa para ustad dan kyainya sendiri yang membiarkan pelanggaran penegakan hukum ini. Ini sungguh memalukan dan sangat tidak layak dilakukan oleh ustad dan kyai yang dianggap sebagai ulama penegak syariat agama. Semestinya si Kyai sendirilah yang mengantar anaknya yang tersangkut kasus itu agar polisi dapat memproses kasusnya dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya. Ini kok malah anaknya dilindungi dan penegak hukum dihalang-halangi untuk menjalankan tugasnya menegakkan hukum. Di mana martabat ajaran Islam diletakkan jika ulamanya sendiri tidak mampu berlaku adil dan bersedia menegakkan syariat agama yang diajarkannya di pesantrennya?

Kedua adalah kasus Bahar Smith. Jika dia benar-benar ulama, maka semestinya ia dengan patuh dan dengan berbesar hati untuk menjalani semua proses pengadilan atas kasus yang ditimpakan kepadanya. Apa yang dilakukannya dengan selalu memprovokasi jamaahnya untuk menentang pemerintah adalah tindakan yang sama sekali jauh dari sikap seorang ulama yang saleh, tawadduk dan zuhud. Sama sekali tidak ada sikap saleh dan rendah hati yang ditampilkannya.

Sebelum ini kita dikagetkan dengan prilaku kejamnya menganiaya santrinya sendiri sampai ia dijebloskan ke penjara. Prilakunya yang kejam menganiaya santrinya sendiri jelas adalah perbuatan kriminal yang melanggar ajaran agama. Bagaimana mungkin seorang guru yang mengajarkan agama justru berprilaku seperti seorang preman? Tapi keluar dari penjara sama sekali tidak ada perubahan sikapnya menjadi lebih saleh, tawadduk, dan zuhud. Justru semakin hari semakin pongah ia dengan banyaknya orang yang memuja-mujanya. Ia bahkan dengan bangga mempertontonkan bagaimana santinya sampai mencium kakinya. Sudah jelas bahwa ini sama sekali bukanlah sikap seorang ulama.

Ketiga adalah kasus Rizieq Shihab. Sikapnya yang lari ke Arab Saudi ketika akan diusut kasus sex chatnya dengan Firza sungguh sangat bertentangan dengan sikap seorang ulama. Rizieq Shihab mengatakan bahwa itu adalah fitnah. Firza Husein katanya juga membantah konten video yang disangkakan padanya. Bahkan katanya ada puluhan pengacara yang sudah siap untuk membela Rizieq dalam kasus ini. Jadi apa yang ditakutkan? Seharusnya Rizieq malah mendorong agar kasus fitnahnya tersebut dibuka di pengadilan agar terbukti bahwa itu memang fitnah. Bukankah jika kita benar, maka Tuhan akan membela kita meski pun seluruh dunia bersekongkol untuk menzalimi kita?

Seorang ulama tentu tidak akan pernah lari dari kasus fitnah pornografi yang sangat dia yakini bahwa dirinya tidak terlibat sama sekali. Seorang ulama tentu ingin agar namanya dibersihkan dari kasus tersebut melalui pengadilan yang terbuka agar masyarakat tahu bahwa dirinya benar-benar bersih dari tuduhan tersebut. Bukankah kita sudah diajarkan bagaimana menghadapi tuduhan keji soal sex ini dalam Alquran melalui kisah nabi Yusuf?

Jika Anda sudah lupa kisahnya, mari saya ingatkan.

Nabi Yusuf itu kan ceritanya dipenjarakan karena kasus tuduhan melakukan upaya pemaksaan melakukan hubungan seks dengan istri tuannya, Zulaikha, yang mengangkatnya sebagai anak. Saking takutnya beliau mengikuti keinginan Zulaikha dan mengkhianati tuannya, beliau malah minta dipenjara saja. Beliau bertahun-tahun dipenjara sampai kasus ia mampu menjelaskan mimpi horror Raja Mesir. Raja Mesir dihantui oleh mimpi melihat tujuh ekor sapi betina yang gemuk dimakan tujuh ekor sapi betina yang kurus, juga ada tujuh tangkai gandum yang hijau dan tujuh tangkai gandum yang kering. Hanya Nabi Yusuf yang mampu menguak dan membongkar misteri di balik mimpi horor tersebut.

Karena terkesan, akhirnya Firaun Raja Mesir mengutus orang agar Yusuf dihadirkan di hadapannya. Namun Yusuf, melalui utusan tersebut, meminta agar Raja terlebih dahulu menanyakan pada para perempuan mengenai masalah atau kasus Yusuf sampai dipenjara tersebut.
Saat Raja menanyai mereka, para perempuan itu menjawab, “Mahasempurna Allah, kami tidak mengetahui sesuatu keburukan darinya.”
Zulaikha membenarkan mereka, “Sekarang jelaslah kebenaran itu, akulah yang menggoda dan merayunya dan sesungguhnya dia termasuk orang yang benar.” (Alquran Surat Yusuf (12: 50-51)

Jadi sebelum dikeluarkan dari penjara Nabi Yusuf ingin agar namanya dibersihkan dulu dari tuduhan. Agar jangan ada fitnah di antara penduduk Mesir soal dirinya. Jika kasus ini sudah klir (dan bukan sekedar di SP3-kan), barulah ia mau keluar dari penjara dan membantu Raja Mesir dengan mimpi buruknya itu. Begitu ceritanya…

Jadi jika Rizieq Shihab benar-benar ulama yang bersih dari tuduhan prilaku mesum yang dituduhkan kepadanya, maka seharusnya ia mencontoh sikap nabi Yusuf tersebut. Ia harus mendorong pengadilan untuk mengusut kasusnya dengan serius sampai terbukti bahwa sebenarnya Rizieq hanya difitnah dan tidak ada kasus mesum seperti yang dituduhkan kepadanya. Jadi bukan malah minta agar kasus tersebut di-SP3-kan alias dibekukan.

Meski kasus-kasus ini demikian jelas dan gamblang, tapi anehnya masih banyak saja umat Islam yang bisa terpedaya oleh para pelanggar syariat agama tersebut dan bahkan membelanya dan memuja-mujanya. Sungguh memilukan…

Surabaya, 14 Januari 2022
Satria Dharma

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)

📚 Artikel Terkait

Sekumpulan Puisi Mustiar, Ar

Melati Pustaka

Rika Fatimah : Tantangan Agar Tetap Sustainable, Bagi Model G2RT DIY

Pemko Banda Aceh Tingkatkan Testing dan Tracing

📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
Begini Cara Cetak KK Secara Mandiri, Warga Banda Aceh Tak Perlu Ke Disdukcapil

Begini Cara Cetak KK Secara Mandiri, Warga Banda Aceh Tak Perlu Ke Disdukcapil

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00