POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Perempuan, Media Massa, dan Menulis

RedaksiOleh Redaksi
November 30, 2016
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh: Mariska Lubis

Memperhatikan media massa di Aceh, membuat saya berpikir keras. Ke manakah perempuan-perempuan Aceh?! Mengapa media massa Aceh didominasi oleh pria?! Hanya sedikit sekali perempuan yang menulis. Apa karena tidak mampu?! Ah, masa?! Bisa!!!

Saya pernah bekerja di sebuah perusahaan media nasional , di mana 90% karyawannya justru perempuan. Puncak pimpinannya hampir semuanya perempuan, begitu juga dengan redaksi dan staf lainnya. Malah di majalah yang saya pegang waktu itu, prianya hanya dua orang saja. Yang satu di bagian produksi, dan satu lagi yang menjadi sopir. Urusan tulis menulis dan lay-out, semuanya dipegang oleh perempuan.

Memang patut diakui, tidak mudah untuk bagi perempuan untuk kerja di media massa. Tantangannya sangat keras dan ditambah lagi akan banyak kendala bila tidak bisa mengelola waktu. Di dalam mencari berita, persaingan sangat ketat dan perlu usaha ekstra untuk bisa mendapatkan berita yang bagus serta layak untuk dimuat. Perlu juga perjuangan untuk bisa menulis tepat waktu dan tanpa mengenal batas waktu terutama pada saat dikejar-kejar deadline. Lembur dan bahkan tidak pulang kantor sudah biasa sekali dan ini menimbulkan banyak masalah terutama bila pasangan atau keluarga di rumah tidak mengerti.

Bagi yang memiliki anak, tentunya juga menjadi kerepotan karena hanya memiliki waktu yang sedikit untuk mengurus anak di rumah. Bila bisa mengelola waktu dengan baik, seharusnya tidak masalah karena sebenarnya sangat tergantung pada kerja keras, kemauan, serta cara kerja yang dibuat sendiri. Buktinya, banyak di antara kawan-kawan saya yang sukses berkarier di media dan sukses pula dalam mengurus rumah tangga serta membesarkan anak-anaknya.

📚 Artikel Terkait

Melawan Politik Uang dengan Elegan

Yang Menyerang Malah Kocar-kacir

HABA Si PATok

Terima Kasih Guruku Ustazah Halimah Alaydrus Tersayang, Telah Berkunjung ke Ranah Minang

Ada alternatif lain bagi yang memang tidak ingin kehilangan waktu untuk keluarga, yaitu menjadi penulis lepas seperti saya. Saya bisa menulis kapan saja dan di mana saja sesuka hati dan mengirimkannya ke media manapun yang membutuhkan tulisan saya atau media yang bersedia menerima tulisan saya. Bila dihitung dari jumlah penghasilan, sama saja. Ini dikarenakan sangat tergantung kepada saya sendiri, seberapa banyak saya mampu menulis dan seberapa banyak juga tulisan saya yang termuat.

Betul jika dikatakan tidak semudah itu untuk bisa selalu dimuat dan mudah diterima, semuanya membutuhkan proses dan waktu. Kebetulan saya memang sudah lama menulis dan dikenal sebagai penulis sehingga lebih mudah bagi saya untuk bisa diterima. Namun jangan melihat hasilnya sekarang ini, lihatlah ke belakang. Jerih payah, tangis, dan banyak kisah terjadi yang mungkin membuat banyak orang mundur. Jangankan perempuan, pria pun banyak yang tak tahan. Oleh karena itu, banyak sekali orang yang pada akhirnya berhenti menulis.

Semua itu justru saya jadikan tantangan untuk bisa terus terpicu mengasah kualitas tulisan. Saya selalu yakin bahwa di mana ada usaha dan kerja keras, di sana juga ada hasil. Bermalas-malasan dan memanjakan diri tiada berguna. Jika mendapat kritik dan marah, itu menjadi sebuah introspeksi untuk bisa memperbaiki kesalahan. Masalahnya hanya pada jiwa besar, kesabaran, dan keteguhan hati saja. Mau apa tidak menerima tantangannya?! Berani?!

Menulis itu sendiri sudah membutuhkan keberanian. Menulis bukan hanya sekedar menulis tetapi harus berani juga mempertanggungjawabkannya. Apa yang kita tulis haruslah benar-benar bisa memberikan arti dan manfaat karena tulisan memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap diri kita sendiri dan juga orang lain yang membacanya. Di sinilah seninya menulis dan di sinilah juga serunya.

Sekarang ini, sudah bukan lagi masanya untuk menjadi takut, malas, dan manja. Apalagi bagi perempuan Aceh yang dulu dikenal kuat, tangguh dan perkasa. Seharusnya, bukan menjadi hal yang sulit bagi perempuan Aceh untuk menulis dan bekerja di media massa. Saya yakin pasti bisa. Jika di tempat lain saja bisa tentunya di Aceh pun bisa.

Semua memang pilihan dan yang bisa menentukan pilihan itu adalah diri sendiri. Tidak ada yang bisa memaksa ataupun mengharuskan. Semua harus dimulai dari diri sendiri. Bila memang ingin menulis, menulislah! Jangan ragu dan takut! Berikan banyak manfaat dan kebahagiaan kepada semua dengan menulis.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 138x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 98x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

Remaja dan Pembangunan Berkelanjutan, Compatible or Not ?

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00