• Latest

Perempuan, Media Massa, dan Menulis

November 30, 2016
9fdb3c1c-1879-4f8c-9aa8-02113678bceb

Warisan Musik Aceh dari Gampong Padang Manggeng

April 21, 2026
Ilustrasi siluet pasangan dengan hati retak melambangkan cemburu, konflik emosional, dan hubungan yang rapuh

Cemburu Membunuh Perempuan

April 21, 2026
Perempuan, Media Massa, dan Menulis - 1001348646_11zon | Lensa | Potret Online

Kisah Perempuan – Lubna dari Córdoba

April 21, 2026
Perempuan, Media Massa, dan Menulis - 1001353319_11zon | Lensa | Potret Online

Fatimah al-Fihri, Pendiri Universitas Tertua

April 21, 2026
3753a9dd-0c43-46a6-9577-711a7479d4d5

Misogini Genital (Di) Kartini Digital

April 21, 2026
IMG_0878

Perempuan di Titik Klimaks

April 21, 2026
Perempuan, Media Massa, dan Menulis - 1001361361_11zon | Lensa | Potret Online

Kisah Perempuan POTRET – Zaynab bint al-Kamal

April 21, 2026
d2a5b58f-c424-41eb-91dc-d0a057017eda

Menguak Kenangan Orkes Mekar Melati Manggeng dan Para Musisi Muda

April 21, 2026
Rabu, April 22, 2026
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

Perempuan, Media Massa, dan Menulis

Redaksi by Redaksi
November 30, 2016
in Lensa, Literasi, Menulis, Pendidikan
Reading Time: 3 mins read
0
585
SHARES
3.2k
VIEWS

Oleh: Mariska Lubis

Memperhatikan media massa di Aceh, membuat saya berpikir keras. Ke manakah perempuan-perempuan Aceh?! Mengapa media massa Aceh didominasi oleh pria?! Hanya sedikit sekali perempuan yang menulis. Apa karena tidak mampu?! Ah, masa?! Bisa!!!

Saya pernah bekerja di sebuah perusahaan media nasional , di mana 90% karyawannya justru perempuan. Puncak pimpinannya hampir semuanya perempuan, begitu juga dengan redaksi dan staf lainnya. Malah di majalah yang saya pegang waktu itu, prianya hanya dua orang saja. Yang satu di bagian produksi, dan satu lagi yang menjadi sopir. Urusan tulis menulis dan lay-out, semuanya dipegang oleh perempuan.

Baca Juga
  • Beginilah Cara Kami
  • Sastra Kearifan Lokal Aceh sebagai Materi Ajar Kurikulum Merdeka

Memang patut diakui, tidak mudah untuk bagi perempuan untuk kerja di media massa. Tantangannya sangat keras dan ditambah lagi akan banyak kendala bila tidak bisa mengelola waktu. Di dalam mencari berita, persaingan sangat ketat dan perlu usaha ekstra untuk bisa mendapatkan berita yang bagus serta layak untuk dimuat. Perlu juga perjuangan untuk bisa menulis tepat waktu dan tanpa mengenal batas waktu terutama pada saat dikejar-kejar deadline. Lembur dan bahkan tidak pulang kantor sudah biasa sekali dan ini menimbulkan banyak masalah terutama bila pasangan atau keluarga di rumah tidak mengerti.

Bagi yang memiliki anak, tentunya juga menjadi kerepotan karena hanya memiliki waktu yang sedikit untuk mengurus anak di rumah. Bila bisa mengelola waktu dengan baik, seharusnya tidak masalah karena sebenarnya sangat tergantung pada kerja keras, kemauan, serta cara kerja yang dibuat sendiri. Buktinya, banyak di antara kawan-kawan saya yang sukses berkarier di media dan sukses pula dalam mengurus rumah tangga serta membesarkan anak-anaknya.

Baca Juga
  • Program Peduli SDIT Muhammadiyah Manggeng,
  • KAHFIS Aceh: Menginspirasi Masa Depan Melalui Program Jelajah Profesi dan Bakat

Ada alternatif lain bagi yang memang tidak ingin kehilangan waktu untuk keluarga, yaitu menjadi penulis lepas seperti saya. Saya bisa menulis kapan saja dan di mana saja sesuka hati dan mengirimkannya ke media manapun yang membutuhkan tulisan saya atau media yang bersedia menerima tulisan saya. Bila dihitung dari jumlah penghasilan, sama saja. Ini dikarenakan sangat tergantung kepada saya sendiri, seberapa banyak saya mampu menulis dan seberapa banyak juga tulisan saya yang termuat.

Betul jika dikatakan tidak semudah itu untuk bisa selalu dimuat dan mudah diterima, semuanya membutuhkan proses dan waktu. Kebetulan saya memang sudah lama menulis dan dikenal sebagai penulis sehingga lebih mudah bagi saya untuk bisa diterima. Namun jangan melihat hasilnya sekarang ini, lihatlah ke belakang. Jerih payah, tangis, dan banyak kisah terjadi yang mungkin membuat banyak orang mundur. Jangankan perempuan, pria pun banyak yang tak tahan. Oleh karena itu, banyak sekali orang yang pada akhirnya berhenti menulis.

Baca Juga
  • PELATIHAN HIDROPONIK SEDERHANA DALAM UPAYA PEMANFAATAN LAHAN SEMPIT DI DUSUN TIMUR GAMPONG KOPELMA DARUSSALAM OLEH MAHASISWA PPG USK
  • Peta Realitas Akurat tentang Informasi yang Disebarkan Media Setiap Hari

Semua itu justru saya jadikan tantangan untuk bisa terus terpicu mengasah kualitas tulisan. Saya selalu yakin bahwa di mana ada usaha dan kerja keras, di sana juga ada hasil. Bermalas-malasan dan memanjakan diri tiada berguna. Jika mendapat kritik dan marah, itu menjadi sebuah introspeksi untuk bisa memperbaiki kesalahan. Masalahnya hanya pada jiwa besar, kesabaran, dan keteguhan hati saja. Mau apa tidak menerima tantangannya?! Berani?!

Menulis itu sendiri sudah membutuhkan keberanian. Menulis bukan hanya sekedar menulis tetapi harus berani juga mempertanggungjawabkannya. Apa yang kita tulis haruslah benar-benar bisa memberikan arti dan manfaat karena tulisan memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap diri kita sendiri dan juga orang lain yang membacanya. Di sinilah seninya menulis dan di sinilah juga serunya.

Sekarang ini, sudah bukan lagi masanya untuk menjadi takut, malas, dan manja. Apalagi bagi perempuan Aceh yang dulu dikenal kuat, tangguh dan perkasa. Seharusnya, bukan menjadi hal yang sulit bagi perempuan Aceh untuk menulis dan bekerja di media massa. Saya yakin pasti bisa. Jika di tempat lain saja bisa tentunya di Aceh pun bisa.

Semua memang pilihan dan yang bisa menentukan pilihan itu adalah diri sendiri. Tidak ada yang bisa memaksa ataupun mengharuskan. Semua harus dimulai dari diri sendiri. Bila memang ingin menulis, menulislah! Jangan ragu dan takut! Berikan banyak manfaat dan kebahagiaan kepada semua dengan menulis.

Share234SendTweet146Share
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Next Post

Remaja dan Pembangunan Berkelanjutan, Compatible or Not ?

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • ToS
  • Penulis
  • Al-Qur’an
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com