• Latest

Sanggar Seni dan Upaya Pelestarian nilai-nilai Budaya

Februari 17, 2017
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Sanggar Seni dan Upaya Pelestarian nilai-nilai Budaya

Redaksiby Redaksi
Februari 17, 2017
Reading Time: 2 mins read
585
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Asmaul Husna

Mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Ar-Raniry, Datussalam, Banda Aceh

Baca Juga

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026

Seperti yang kita tahu sanggar seni adalah sebuah perkumpulan atau organisasi yang mengangkat kembali nilai-nilai dan juga budaya daerah di bidang kesenian. Tujuannya juga menyelamatkan dan melestarikan tradisi –tradisi yang hampir hilang di daerah, salah satunya seperti yang dilakukan oleh sanggar seni seulaweut UIN AR-RANIRY Banda Aceh. .Dalam sanggar seni tersebut mereka melestarikan tarian-tarian khas daerah yang sudah jarang ditampilkan dan bahkan ada yang hampir tidak dikenali oleh masyarakat. beberapa contohnya adalah seperti tari likok pulo, tari ratep meseukat, tari ranup lampuan, tari saman, rapai, dan lain-lain.

Sebagai sanggar seni, Sanggar Seulaweut UIN Ar-Raniry juga tidak hanya melestarikan seni di bidang tari, tetapi juga melestarikan dan mengembangkan seni di bidang teater dan musik. Dengan adanya sanggar seni juga menjadi salah satu tempat untuk menampung bakat-bakat yang terpendam dari setiap orang yang betjiwa di bidang seni. Karena terkadang banyak orang yang memiliki bakat yang luar biasa, akan tetapi mereka tidak mempunyai wadah yang tepat untuk mengasah dan mengembangkan potensinya tersebut, sehingga akhirnya bakat tersebut harus terpendam dengan sia-sia.

Tidak hanya sanggar seni seulaweut UIN AR-RANIRY, tetapi semua Sanggar seni yang ada di Aceh, dan juga Sanggar Seni yang ada di luar Aceh khususnya, peran mereka sangat berpengaruh besar dalam mengembangkan dan memperkenalkan tradisi dan budaya di bidang seni agar dikenal di seluruh dunia. Apalagi dengan adanya Sanggar Seni yang ada di luar Aceh, mereka bisa memperkenalkan kepada semua orang bahwa Aceh punya budaya seni yang luar biasa dan patut untuk diberikan penghargaan. Jangan sampai kita hanya mengenal budaya orang lain, tetapi kita lupa untuk memperkenalkan budaya kita kepada orang lain. Konon lagi untuk saat ini jika kita perhatikan banyak orang yang sudah melupakan dan bahkan ada yang memang tidak tahu tentang tarian khas daerah sendiri. Nah Untuk itu organisasi seperti ini harus tetap dijaga agar tidak hancur, Salah satu caranya seperti bergabung menjadi anggota sanggar tersebut, karena dengan semakin banyaknya anggota, maka akan semakin banyak pula orang yang melestarikan seni budaya daerah. Bayangkan jika bukan yang muda- muda yang melestarikan dan menjaga budaya, siapa lagi bukan?.

Bagaimana kita bisa memajukan dan membuat Negara khususnya daerah kita untuk maju jika kita tidak memperlihatkan pada dunia bahwa kita juga punya keistimewaan yang pantas diapresiasikan. Untuk itu, sebaiknya kita mengajak para kawula muda, kawan-kawan sama- sama kita kembangkan dan kita lestarikan tradisi kita tercinta, baik dari seni budaya dan bahasa dan semua yang patut untuk kita perkenalkan. Seperti kata pepatah,” tak kenal,maka tak saying”. Untuk itu perkenalkan kepada semua orang agar mereka juga sayang kepada tradisi dan budaya kita.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 360x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 318x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 270x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 263x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 200x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post

Apa Alasan Perempuan Suka Bergunjing?

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com