Dengarkan Artikel
Izinkan aku bercerita tentang seorang pria yang tangguh. Kau… harus mendengarnya dengan seksama.
***
Seorang pria yang berdiri sendirian di atas bukit tertinggi. Dia dikenal sebagai seorang legenda karena telah melampaui batas kemampuannya. Pertarungan dalam menjalani hidup — sang lelaki tumbuh bersama luka batin yang mengiris hampir semua harapannya. Kini, luka itu masih membekas sampai sekarang — membuktikan seberapa keras usahanya melewati segala rintangan.
Pria itu tidak banyak bercerita, tapi juga bukan sosok pendiam — hanya dikenal sebagai orang yang tenang. Dia menutup telinganya dari mendengar cibiran manusia lainnya. Dia juga tidak menghiraukan mereka yang menggunjingnya dari belakang. Semua itu ia terima dengan sikap sederhana — memaafkan dan kemudian melupakan — seperti air sungai yang mengalir tanpa henti.
Pernah dianggap sebagai manusia lemah karena dia hanya tahu caranya menangis setiap saat ujian datang menerpa. Pernah dianggap sebagai orang yang tidak berguna karena tak bisa melakukan apa-apa kecuali hanya merengek-rengek. Tapi dia sosok yang bercermin — melihat dirinya sebagai sosok yang berbeda — lantas dia menerima semua kekurangannya dan mulai fokus pada kelebihan. Dengan sikapnya itu, iaberhasil membawa dirinya ke puncak prestasi tertinggi dalam kehidupan.
Pria itu berhenti mengusik kehidupan orang lain karena baginya itu hanya menyia-nyiakan waktu. Dia fokus mengembangkan diri — belajar menerima kenyataan dan memberi senyuman kepada semua kenangan pahit di masa lalu sembari merasakan rasa sakit yang seakan-akan menusuk jantungnya. Motivasi untuk tidak menyerah membuat semua itu menjadi nyata di hadapan matanya. Dia mulai bisa menenangkan dirinya meski ada banyak ingatan yang ingin diubahnya jauh di masa silam.
Kini, seperti kataku, dia menjelma bak seorang legenda. Orang-orang mengakui keberadaannya dan mendengar setiap kata yang ia utarakan — kata-kata mutiara nan indah. Dia telah dikenal sebagai inspirator yang menggerakkan orang-orang putus asa meraih kembali harapan mereka.
Kenapa? Kenapa dia bisa menjadi seperti itu?
Karena dia tak pernah berhenti berusaha meski ada rasa sakit yang menyerang sanubarinya.
Dia menjadi hebat karena luka batin — dan semakin menjelma hebat karena mampu bersahabat dengan luka itu.
Dia dianggap sebagai inspirator sebab siapa saja yang melihat dirinya, secara tak sadar mereka terikut dan ingin menjadi sepertinya. Kenapa? Sebab dia adalah pria yang telah melewati ribuan tantangan Tuhan.
📚 Artikel Terkait
Dulu, dia pernah terempas jauh ke dasar lautan — merasa diri tenggelam dan mati hanya karena penolakan cinta yang ia dapatkan dari wanita pujaannya. Dia sekarat — urat nadinya seperti terputus — semua harapan lenyap.
Dan, setelah mempelajari makna di balik keikhlasan, ia pun memaksa dirinya melupakan sang wanita itu dengan cara yang cukup bijak. Dia mengabadikan kenangan rasa sakit itu ke dalam sebuah sajak puisi. Lalu Di ujungnya, ada sebuah doa yang ia titipkan kepada Tuhan — mendoakan sang wanita agar kebahagiaan terus menyertainya. Dengan demikian, hati pria itu menjadi tenang dan semua hal yang membuatnya menderita, telah mampu ia jadikan sebagai pedoman hidup — pedoman hidup tentang menerima kenyataan yang bertolak belakang dari keinginannya.
Lantas, setelah sang pria berdamai dengan cinta masa lalunya — berdamai dengan dirinya sendiri — Tuhan akhirnya mempertemukan lelaki itu dengan seorang wanita lain — wanita yang anggun — wanita yang bertutur kata lembut — wanita yang selalu tersenyum syahdu hingga mampu meredam segala keresahan sang pria. Mereka pun saling menyatukan tali perasaan yang bersanding dengan lantunan ayat-ayat suci nan indah.
Setelah ribuan kilometer sang pria menapaki dirinya di atas pijakan tandus, dia kemudian bersanding ke sebuah tempat yang penuh dengan pemandangan sejuk — yang menyejukkan batinnya dari luka-luka kehidupan — yang memberi kabar bahagia setiap awal petang.
Setelah cukup lama hidup dalam kesengsaraan, sang pria akhirnya berhasil menuntaskan ujian kehidupan. Memang, ujiannya belum usai. Tapi, dia sudah terbiasa menghadapinya.
Begitulah kisah seorang pria yang tangguh. Cerita itu tertulis rapi di dalam buku hariannya — sebelum dia memutuskan bunuh diri.
Ya, kisah pria hebat yang kuceritakan tadi adalah cerita khayalan yang tertulis di dalam buku harian pria itu. Dia menginginkan kehidupan yang indah namun terlanjur cepat memutuskan mati. Dia bahkan belum sempat melihat dirinya menjadi seorang inspirator — juga tidak melihat dirinya hidup berdampingan bersama wanita yang mencintainya.
Semua hanya khayalan yang tertulis di dalam buku harian. Dan, aku menyebutnya sebagai diari air mata semu.
Sang pria menyerah terhadap takdir yang berlawanan dari keinginannya — dia juga menyerah menggapai cinta sejatinya. Kini, tubuhnya terbaring tak bernyawa di dalam liang lahat.
Kuceritakan ini padamu untuk memperkenalkan harapan sang pria yang tak pernah tercapai selama menjalani kehidupannya. Dia tak sanggup menghadapi semua rintangan dan memilih bunuh diri — meskipun kusadari, dia tak pernah ingin mengakhiri hidupnya se-tragis itu.
Lantas, bagaimana denganmu? Kuharap kau tidak mencontoh kehidupan nyata sang pria — contohlah kisah hidup laki-laki itu dari buku hariannya.
Karna… aku menyayangimu sebagaimana kau mencintai dirimu sendiri.
***
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini






