• Latest
Bir Pala darı Negeri Tuan Tapa

Bir Pala darı Negeri Tuan Tapa

Februari 10, 2025
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
IMG_0541

Rina

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Bir Pala darı Negeri Tuan Tapa

Teuku Masrizarby Teuku Masrizar
Februari 10, 2025
Reading Time: 2 mins read
Bir Pala darı Negeri Tuan Tapa
594
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Teuku Masrizar

Selesai makan siang hari ini saya kembali ke kantor untuk melaksabakan tugas-tugas yang belum selesai dilaksanakan pagi tadi. Namun saya singgah kembali di Reborn Kupi, Kampung Padang,Tapaktuan setelah dua minggu tidak berkunjung.  Saya kembali rindu dengan Hayuzar Saputra yang kerap dipanggil Bogem, kocak dan candanya dalam melayani setiap pengunjung di cafenya.

Sekilas cafe ini kelihatan tidak menarik, justru tidak nampak seperti sebuah cafe layak biasanya. Hanya rumah biasa, layaknya rumah-rumah yang ada di sepanjang Pesisir barat Aceh lainnya. Namun suasanannya berubah ketika sudah memasuki dan sudah di dalam cafe. 

Designnya menarik dengan gaya modern menjadi lebih nyaman untuk berlama-lama sambil meyeruput bir pala.

Kata Bogem, awalnya pasca resign dari Staf Pengaman Bank Rakyat Indonesia (BRI), dia membuka sebuah cafe. Sebagai cafe yang lazim pada umumnya, namun usahannya jalan  di tempat. Lalu bogem  ingin mencoba jenis minuman baru. Tidak saja kopi dan variasi minuman turunannya, namun juga coba meracik  hal baru sesuai dengan potensi  Aceh Selatan, Pala. 

Dalam tradisi petani pala di Aceh Selatan, biasanya biji dan fuli saja yang dimanfaatkan dan bernilai ekonomis/Sementara daging buah selama ini telah dijadikan berbagai varian deversifikasi, baik manisan pala, sirup pala, permen pala, hingga balsem pala sebagai hasil ikutan.

Bogem terus mencoba berbagai inovasi dengan bahan baku daging buah pala. Berkali-kali banyak yang gagal belum menemukan taste yang cocok . Dia tidak putus asa, terus mencoba dan bertanya dengan banyak orang juga  dengan ahli dalam bidang makanan dan minuman.  Perjuangannya berbuah manis. Dia telah menghasilkan minuman ekstrak pala  yang lebih sering  disebut Bir Pala. 

Menariknya ada perbedaan antara makanan dan minuman olahan pala lainnya dengan bir pala. Dalam proses pembuatan bir pala tidak menghasilkan limbah, karena daging dan kulit buah semua digunakan. Bahkan ampas sisa olahan bir pala biasanya dihinggapi lebah, bisa jadi untuk memperkaya rasa  madunya dan tidak dikunjungi lalat. Setelah busuk biasanya dapat digunakan sebagai pupuk.

Baca Juga

IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
ae400032-4021-4ade-8568-70d981b74d63

Ancu Dani, Juru Kunci TPS

Maret 29, 2026
IMG_0523

Trumon, Sekelumit Dalam Lintasan Masa

Maret 28, 2026

Bogem jadi senang, namun sekali – kali bingung. Senangnya karena telah menemukan jenis minuman baru dan cocok dikomsumsi oleh semua kalangan, enak dan menyehatkan. Tapi di lain sisi,  dia bingung dengan nama “bir pala”. Bagaimana mungkin maju usahanya jika nama minuman favoritnya “bir pala” yang mengandung alkohol dan haram diminum oleh kalangan muslim. Akhirnya dia mengurus dokumen dan sertifikat dari BPPOM  dan LPPOM MPU ACEH bahwa minuman bir pala halal dan aman dikomsumsi dan tidak mengandung alkohol.

Selanjutnya Bogem kembali sertifikat merek dari Kemenkum HAM  dengan etiket merek “Berpala”. Ya begitulah kalau sesuatu yang sering disebut dalam masyarakat Aceh, bila namanya Ismail maka dipanggil mae, Muhammad Kasim dipanghil Mak kasem dan sebagainya. Nah begitu juga harusnya “Berpala” uang dimaknai mari sama-sama minum ekstrak pala namun disebut “birpala”. Oalllla@

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 351x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 309x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 263x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 254x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 198x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post
Korupsi, Kapankah Berakhir?

Korupsi, Kapankah Berakhir?

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com