• Latest
Bir Pala darı Negeri Tuan Tapa - 097dd457 a324 41bc 9f68 36ffc1d7e202 | Aceh Selatan | Potret Online

Bir Pala darı Negeri Tuan Tapa

Februari 10, 2025
93f22f86-ef8e-40bd-be7a-654413740c48

Pasar, Telur, dan Sebuah Catatan Kebudayaan dari Pundensari

April 20, 2026
7bf2ddcd-f2b6-4ca2-97c0-0cc808683181

Sigupai Mambaco Gelar “Mahota Buku” April di Abdya, Diskusikan Peran Perempuan hingga Kritik Sosial

April 20, 2026
Bir Pala darı Negeri Tuan Tapa - IMG_9514 | Aceh Selatan | Potret Online

Aceh Tak Butuh Senjata untuk Merdeka

April 20, 2026
48d7d57b-a685-47a6-bf7f-8bf53ffac0d0

Membaca Konsep Dinas Pendidikan Provinsi Aceh Membangun Budaya Literasi  di Aceh

April 19, 2026
332cedb5-e6db-41bf-947d-3c3b781b4b41

Benteng Tauhid dan Sauh Keselamatan: Menjangkar Makrifat di Dermaga Eskatologi.

April 19, 2026
file_00000000e608720b92fed92bd3c55b54

Bahaya Rekayasa Narasi Sesat yang Menimbulkan Permusuhan

April 19, 2026
file_000000007ff0720bbf683bd905ac60ed

Surat Untuk Anak Muda (2)

April 19, 2026
54306927-8436-4237-801f-5fda46d9c8c8

Dari Aceh ke Panggung Dunia: Muslim Amin, Ilmuwan Global Alumni USK

April 19, 2026
Senin, April 20, 2026
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

Bir Pala darı Negeri Tuan Tapa

Teuku Masrizar by Teuku Masrizar
Februari 10, 2025
in Aceh Selatan, Pangan, Tapaktuan
Reading Time: 2 mins read
0
Bir Pala darı Negeri Tuan Tapa - 097dd457 a324 41bc 9f68 36ffc1d7e202 | Aceh Selatan | Potret Online
585
SHARES
3.2k
VIEWS

Oleh Teuku Masrizar

Selesai makan siang hari ini saya kembali ke kantor untuk melaksabakan tugas-tugas yang belum selesai dilaksanakan pagi tadi. Namun saya singgah kembali di Reborn Kupi, Kampung Padang,Tapaktuan setelah dua minggu tidak berkunjung.  Saya kembali rindu dengan Hayuzar Saputra yang kerap dipanggil Bogem, kocak dan candanya dalam melayani setiap pengunjung di cafenya.

Sekilas cafe ini kelihatan tidak menarik, justru tidak nampak seperti sebuah cafe layak biasanya. Hanya rumah biasa, layaknya rumah-rumah yang ada di sepanjang Pesisir barat Aceh lainnya. Namun suasanannya berubah ketika sudah memasuki dan sudah di dalam cafe. 

Designnya menarik dengan gaya modern menjadi lebih nyaman untuk berlama-lama sambil meyeruput bir pala.

Kata Bogem, awalnya pasca resign dari Staf Pengaman Bank Rakyat Indonesia (BRI), dia membuka sebuah cafe. Sebagai cafe yang lazim pada umumnya, namun usahannya jalan  di tempat. Lalu bogem  ingin mencoba jenis minuman baru. Tidak saja kopi dan variasi minuman turunannya, namun juga coba meracik  hal baru sesuai dengan potensi  Aceh Selatan, Pala. 

Dalam tradisi petani pala di Aceh Selatan, biasanya biji dan fuli saja yang dimanfaatkan dan bernilai ekonomis/Sementara daging buah selama ini telah dijadikan berbagai varian deversifikasi, baik manisan pala, sirup pala, permen pala, hingga balsem pala sebagai hasil ikutan.

Bogem terus mencoba berbagai inovasi dengan bahan baku daging buah pala. Berkali-kali banyak yang gagal belum menemukan taste yang cocok . Dia tidak putus asa, terus mencoba dan bertanya dengan banyak orang juga  dengan ahli dalam bidang makanan dan minuman.  Perjuangannya berbuah manis. Dia telah menghasilkan minuman ekstrak pala  yang lebih sering  disebut Bir Pala. 

Menariknya ada perbedaan antara makanan dan minuman olahan pala lainnya dengan bir pala. Dalam proses pembuatan bir pala tidak menghasilkan limbah, karena daging dan kulit buah semua digunakan. Bahkan ampas sisa olahan bir pala biasanya dihinggapi lebah, bisa jadi untuk memperkaya rasa  madunya dan tidak dikunjungi lalat. Setelah busuk biasanya dapat digunakan sebagai pupuk.

Bogem jadi senang, namun sekali – kali bingung. Senangnya karena telah menemukan jenis minuman baru dan cocok dikomsumsi oleh semua kalangan, enak dan menyehatkan. Tapi di lain sisi,  dia bingung dengan nama “bir pala”. Bagaimana mungkin maju usahanya jika nama minuman favoritnya “bir pala” yang mengandung alkohol dan haram diminum oleh kalangan muslim. Akhirnya dia mengurus dokumen dan sertifikat dari BPPOM  dan LPPOM MPU ACEH bahwa minuman bir pala halal dan aman dikomsumsi dan tidak mengandung alkohol.

Selanjutnya Bogem kembali sertifikat merek dari Kemenkum HAM  dengan etiket merek “Berpala”. Ya begitulah kalau sesuatu yang sering disebut dalam masyarakat Aceh, bila namanya Ismail maka dipanggil mae, Muhammad Kasim dipanghil Mak kasem dan sebagainya. Nah begitu juga harusnya “Berpala” uang dimaknai mari sama-sama minum ekstrak pala namun disebut “birpala”. Oalllla@

Share234SendTweet146Share
Teuku Masrizar

Teuku Masrizar

Teuku Masrizar Peminat Lingkungan, berdomisili di Tapaktuan, Aceh Selatan

Next Post
Bir Pala darı Negeri Tuan Tapa - 81eb35b0 1e5e 4ad2 a933 2bc050e72028 | Aceh Selatan | Potret Online

Korupsi, Kapankah Berakhir?

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • ToS
  • Penulis
  • Al-Qur’an
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com