Dengarkan Artikel
Oleh: Nendawati, S.PdI
Pernikahan merupakan suatu peristiwa hukum dan sosial yang mengikat dua orang dalam hubungan suami istri berdasarkan aturan yang berlaku (menurut kbbi-diakses 6 Februari 2025).
Secara pendekatan psikologi yang namanya menikah adalah itu merupakan penyatuan dua orang yang berbeda. Berbeda jenis kelamin,berbeda dengan pola pikir, berbeda karakter, Karena ini ada dua kepala yang disatukan. Akan ada dua kehendak, dua kekuatan ,dua minat, dua kemauan dan dari akibat dua perbedaan itu pasti akan ada tidak enak perasaan,(GEP)dan gep gep lainnya juga itu akan ada.
GEP dalam hubungan adalah singkatan dari “Gak Enak Pahit”, tapi dalam konteks hubungan, GEP biasanya diartikan sebagai “Gak Enak Pikir”. GEP dalam hubungan merujuk pada perasaan tidak nyaman, tidak enak, atau tidak tenang yang dirasakan oleh salah satu atau kedua belah pihak dalam hubungan. Perasaan ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, seperti, kurangnya komunikasi, perbedaan pendapat, kesalahpahaman, kurangnya kepercayaan dan perasaan cemburu.
Jika kedua pasangan ini sudah mulai merasakan GEP dalam hubungan, maka penting untuk mengkomunikasikan perasaan kita dengan pasangan dan mencari solusi bersama untuk mengatasi masalah tersebut. Karena jika ini dibiarkan berlarut larut apalagi tanpa obrolan, komunikasi yang hangat dari dua pasangan ini lambat laun akan mengakibatkan munculnya konflik.
Apalagi sekarang medsos juga makin gencar banyak juga terjadi perselingkuhan bermula dari ini. Dalam pernikahan, dua orang yang berbeda latar belakang, pendidikan, dan kepribadian bergabung menjadi satu kesatuan yang utuh. Nah dalam hal ini juga setiap pasangan harus terbiasa berbagi pengalaman, kesenangan, dan kesulitan, serta bekerja sama untuk mencapai tujuan hidup yang sama.
Pernikahan juga merupakan sebuah institusi yang sangat penting dalam pembentukan keluarga. Dalam pernikahan, pasangan suami-istri dapat membangun sebuah keluarga yang harmonis dan bahagia, serta memberikan kasih sayang dan perhatian kepada anak-anak. Runtuhnya pernikahan pasti anak anak kita yang akan menjadi korban.
Pernikahan juga tidak terlepas dari tantangan dan kesulitan. Pasangan suami-istri harus bekerja sama untuk mengatasi konflik dan kesulitan yang timbul dalam pernikahan, serta harus memiliki komitmen yang kuat untuk menjaga keutuhan dan keharmonisan pernikahan. Jangan sampai ada KDRT dalam perjalanan ibadah ini. Perdalam lagi wawasan, cari lingkungan yang membawa ke arah positif jangan latah judi online yang meng-iming-imingi cepat kaya.
Dalam menjaga keutuhan dan keharmonisan pernikahan, pasangan suami-istri harus memiliki komunikasi yang baik, saling menghargai dan menghormati, serta memiliki kesabaran dan kebijaksanaan dalam mengatasi kesulitan.
Dalam keseluruhan, pernikahan adalah sebuah institusi yang sangat penting dalam kehidupan manusia.
📚 Artikel Terkait
Pernikahan tidak hanya merupakan sebuah ikatan hukum, tetapi juga merupakan sebuah komitmen moral dan emosional yang mendalam. Dengan memiliki komitmen yang kuat, komunikasi yang baik, dan kesabaran, pasangan suami-istri dapat membangun sebuah pernikahan yang harmonis dan bahagia.
Tidak bisa dipungkiri akhir-akhir ini banyak kita dengar laporan berbagai media tentang perceraian. Bahkan ini menjadi topik yang hangat diperbincangkan. Di kutip dari sumber media kompas tv mengatakan bahwa tinggnya kasus perceraian itu semakin meningkat di Pidie. Penyebab dan menjadi rata-rata keluhannya adalah faktor ekonomi serta kurangnya tanggung jawab suami sebagai kepala keluarga. Sementara faktor yang lain adalah maraknya judi online, sang suami lebih sering menghabiskan waktu di warkop dan juga kurangnya harmonis dalam rumah tangga.
Fenomena gugat cerai para istri terhadap suami di Aceh memang cukup tinggi. Data dari Mahkamah Syar’iyah Jantho di Aceh Besar menunjukkan bahwa sebanyak 337 istri menggugat cerai suaminya sepanjang tahun 2024. Hal ini menunjukkan bahwa banyak perempuan di Aceh yang mengambil langkah tegas untuk mengakhiri pernikahan yang tidak harmonis atau tidak memuaskan. Namun, perlu diingat bahwa gugat cerai juga dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti perubahan sosial, ekonomi, dan budaya.
Jika ditilik dari fenomena ini, maka saat persidangan rata rata yang memicu diawal nya adalah akibat seringnya perselisihan faham percekcokan pertengkaran terus menerus hingga berujug tindakan KDRT. Sebenarnya masih bnyak kasus kasusnya perceraian lainnya yang jadi pemicu juga adanya orang ketiga.
Sejumlah Alasan yang Melatarbelakangi Perceraian.
Berdasarkan sumber https://atjehwatch.com/ Jumat 20 Desember 2024. Surya Dharma,S.Ag.MH panitera Mahkamah syariah Sigli kelas 1B, mengatakan bahwa “Angka perceraian di kabupaten Pidie meningkat di tahun 2024 mencapai 497 kasus di Mahkamah syariah Sigli. Dari ratusan kasus yang di tangani cerai talak sebanyak 109 kasus dan cerai gugat 388kasus. Surya Dharma mengharapkan, agar ke depannya semua komponen masyarakat bisa bergerak sama-sama agar bisa mencegah fenomena ini.
Hal senada juga diberitakan oleh http://serambinews.com/
Faktor lain penyebab terjadinya kasus oerceraian adalah life of komitmen. Ini penting sekali untuk dipegang teguh oleh pasangan sebelum melangkah ke jenjang pernikahan, karena jika ini sudah tidak ada lagi di dalam rumah tangga maka siap-siaplahlah sebuah hubungan itu akan terus menerus ada perselisihan.
Apa itu life of commitment
Life of commitment adalah proses menjaga dan mempertahankan komitmen yang telah dibuat, baik dalam hubungan pribadi, profesional, atau dalam mencapai tujuan hidup. Berikut beberapa aspek penting dalam life of commitment.
Pertama, konsistensi- menjaga konsistensi dalam melakukan tindakan yang sesuai dengan komitmen. Kedua, disiplin-membangun disiplin diri untuk mempertahankan komitmen, bahkan ketika menghadapi tantangan. Ke tiga, Komitmen jangka panjang-memahami bahwa komitmen bukan hanya untuk jangka pendek, tetapi juga untuk jangka panjang. Ke empat, keterbukaan dan kejujuran-menjaga keterbukaan dan kejujuran dalam komunikasi dengan diri sendiri dan orang lain terkait komitmen. Ke lima, pengembangan diri-terus mengembangkan diri untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan dalam mempertahankan komitmen. Ke enam,mengatasi kesulitan-mempersiapkan diri untuk mengatasi kesulitan dan tantangan yang mungkin timbul dalam mempertahankan komitmen. Ke tujuh, menghargai kemajuan-menghargai kemajuan dan pencapaian yang telah diraih dalam mempertahankan komitmen. Ke delapan, membangun dukungan-membangun dukungan dari orang lain, seperti keluarga, teman, atau mentor, untuk membantu mempertahankan komitmen.
Manfaat Life of commitment adalah meningkatkan kepercayaan diri, membangun hubungan yang kuat, meningkatkan kualitas hidup serta mempertahankan komitmen dapat meningkatkan kualitas hidup dan mencapai tujuan yang diinginkan.
Dengan memahami dan menerapkan aspek-aspek penting dalam life of komitmen, kita dapat mempertahankan komitmen dan mencapai tujuan hidup yang diinginkan.Semoga kita semua bisa sama-sama saling membangun komunikasi yang baik dengan pasangan. Hubungan kekeluargaan yang hangat dan terus belajar memperdalami ilmu agama. Ini adalah perisai yang sangat penting dalam ruh pernikahan. Ingat saat pembekalan pra nikah serta kajian-kajian pernikahan, berusahalah mengamalkannya. Semoga kita dapat menjalani ibadah yang panjang ini, dan selamat di dunia dan di akhirat. []
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini






