POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Cabut Izin PT Restorasi Ekosistem Indonesia: Tidak Mendukung FOLU Net Sink dan Membiarkan Hutan Alam Dirusak untuk Jalan Tambang

Ali GoikOleh Ali Goik
February 4, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh: Ali Goik, Direktur Yayasan Depati

Indonesia berkomitmen untuk mencapai Net Sink FOLU 2030, di mana sektor kehutanan dan lahan diharapkan menyerap lebih banyak karbon daripada yang dilepaskan. Komitmen ini seharusnya menjadi tanggung jawab semua pihak, terutama pemegang izin restorasi ekosistem.

Namun, realitas di lapangan justru menunjukkan hal yang bertolak belakang. PT Restorasi Ekosistem Indonesia (REKI), yang mengelola hutan restorasi di Sumatera Selatan, justru membiarkan hutan alam dataran rendah yang tersisa dibelah dan dijadikan jalan tambang oleh PT Marga Bara Jaya (MBJ).

Hutan Restorasi yang Tergadaikan

Hutan alam dataran rendah Sumatera Selatan adalah ekosistem yang sangat langka dan bernilai ekologis tinggi. Kawasan ini tidak hanya menjadi habitat bagi berbagai spesies langka, tetapi juga memiliki peran penting dalam mitigasi perubahan iklim sebagai penyerap karbon alami.

Sebagai pemegang izin restorasi ekosistem, PT REKI memiliki tanggung jawab untuk melindungi kawasan ini dari eksploitasi. Namun, yang terjadi justru sebaliknya. PT REKI membiarkan PT Marga Bara Jaya membuka jalan tambang yang membelah kawasan hutan, yang berpotensi mempercepat degradasi dan hilangnya keanekaragaman hayati.

Pembangunan jalan tambang di kawasan hutan restorasi tidak hanya merusak tutupan hutan, tetapi juga membuka akses bagi perambahan ilegal, pembalakan liar, dan fragmentasi habitat satwa yang dilindungi. Ironisnya, tujuan utama restorasi ekosistem adalah memulihkan fungsi ekologis hutan, bukan justru memfasilitasi kepentingan industri ekstraktif.

Dampak terhadap Komitmen Net Sink 2030

Pemerintah telah menetapkan target Net Sink FOLU 2030 sebagai bagian dari upaya menekan emisi karbon. Namun, praktik di lapangan menunjukkan adanya kontradiksi besar antara kebijakan dan implementasi. Membiarkan hutan restorasi dibelah untuk kepentingan tambang justru akan:

📚 Artikel Terkait

Sehimpun Puisi Masinta

“ Bekas Luka” Garapan Solehah Hasanah Mencabik-cabik Batin Penonton Teater di Gedung Hoerijah Adam ISI Padang Panjang

Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan

Norsan dan Kekuatan Politik Tingkat Dewa

Meningkatkan deforestasi dan emisi karbon akibat pembukaan lahan.Merusak ekosistem alami yang mendukung keanekaragaman hayati.Mengurangi daya serap karbon, yang menjadi target utama Net Sink 2030.

Menyebabkan konflik sosial, terutama dengan masyarakat adat dan komunitas lokal yang menggantungkan hidupnya pada hutan.

Jika praktik ini terus dibiarkan, maka Net Sink 2030 hanya akan menjadi retorika kosong, tanpa dampak nyata bagi lingkungan dan masa depan kehutanan Indonesia.

Tanggung Jawab dan Tuntutan

Sebagai pemegang izin restorasi ekosistem, PT REKI harus bertanggung jawab penuh atas dampak ekologis yang timbul akibat pembiaran ini. Oleh karena itu, pemerintah dan masyarakat sipil harus:

Mencabut izin PT REKI jika terbukti gagal menjalankan fungsinya sebagai pengelola restorasi ekosistem.

Menolak izin jalan tambang yang merusak ekosistem hutan alam.

Menegakkan prinsip restorasi ekosistem secara ketat, tanpa kompromi terhadap kepentingan industri ekstraktif.

Menuntut akuntabilitas PT REKI dan perusahaan tambang terkait atas kerusakan yang telah terjadi.

Jika PT REKI tetap membiarkan praktik ini berlangsung, maka mereka tidak layak disebut sebagai pengelola restorasi ekosistem. Alih-alih memulihkan ekosistem, mereka justru berkontribusi pada kerusakan lingkungan dan ancaman terhadap target Net Sink 2030.

Kesimpulan

Pemberian izin restorasi ekosistem harusnya menjadi solusi dalam melindungi dan memulihkan kawasan hutan yang tersisa. Namun, jika izin ini malah dimanfaatkan untuk mendukung kepentingan industri tambang, maka komitmen lingkungan Indonesia menjadi tidak berarti.

Pemerintah, akademisi, aktivis lingkungan, dan masyarakat harus bersatu untuk menuntut pertanggungjawaban PT REKI dan menghentikan perusakan hutan alam yang tersisa di Sumatera Selatan. Jika tidak, maka kita hanya akan menjadi saksi dari hilangnya satu lagi warisan alam yang berharga—hutan yang seharusnya kita lindungi untuk generasi mendatang.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 138x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 98x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share5SendShareScanShare
Ali Goik

Ali Goik

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

Nyalanesia Lakukan Webinar Sekolah Aktif Literasi Nasional

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00