• Latest
“ Bekas Luka” Garapan Solehah Hasanah Mencabik-cabik Batin Penonton Teater di Gedung Hoerijah Adam  ISI Padang Panjang - 08143af1 7b85 4bf4 b4e1 e405f692fe34 | Padang Panjang | Potret Online

“ Bekas Luka” Garapan Solehah Hasanah Mencabik-cabik Batin Penonton Teater di Gedung Hoerijah Adam ISI Padang Panjang

Juli 16, 2024

Mengapa Ivan Illich Mengajak Kita Berhenti Memuja Sekolah

April 23, 2026
Ilustrasi kerumunan orang menatap ponsel di bawah panggung politik dengan figur pemimpin yang dikendalikan seperti boneka oleh tangan besar di atasnya, menggambarkan manipulasi, popularitas, dan hilangnya akal sehat dalam demokrasi.

Menuju Bangsa Goblok (MBG)

April 23, 2026
IMG_0914

Demokrasi Sebagai Dunia: Pergulatan Makna dalam Ruang Digital

April 23, 2026
27f168e7-1260-4771-8478-62c43392780e

Pulo Aceh, William Toren dan Pendidikan Kami

April 23, 2026
IMG_0904

Cahaya di Balik Luka

April 23, 2026
35b66c8c-a220-4f11-8e9a-6fccf401ca7b

Arsitektur Linguistik: Menelusuri Ontologi Kata dan Logika Taqsim dalam Ilmu Nahwu.

April 23, 2026
“ Bekas Luka” Garapan Solehah Hasanah Mencabik-cabik Batin Penonton Teater di Gedung Hoerijah Adam  ISI Padang Panjang - 38a1ed71 84b6 44ab 9f7a a62e2a66e5e2 | Padang Panjang | Potret Online

Perserikatan Bangsa-Bangsa Tanpa Kompas Arah di Tengah Gejolak Dunia Global

April 22, 2026
d1791700-9d77-4212-83e6-eb00db9a7ade

Dari Lumbung ke Etalase: Pergeseran Nalar Hidup Masyarakat Desa

April 22, 2026
Kamis, April 23, 2026
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

“ Bekas Luka” Garapan Solehah Hasanah Mencabik-cabik Batin Penonton Teater di Gedung Hoerijah Adam ISI Padang Panjang

Redaksi by Redaksi
Juli 16, 2024
in Padang Panjang, Pertunjukan, POTRET Budaya, Sastra, seni
Reading Time: 3 mins read
0
“ Bekas Luka” Garapan Solehah Hasanah Mencabik-cabik Batin Penonton Teater di Gedung Hoerijah Adam  ISI Padang Panjang - 08143af1 7b85 4bf4 b4e1 e405f692fe34 | Padang Panjang | Potret Online
585
SHARES
3.2k
VIEWS

 

Padangpanjang- Potretonline.com- Pertunjukan Teater “Bekas Luka” garapan Sutradara Solehah Hasanah Nst. yang juga mahasiswi Jurusan Penciptaan Teater Pascasarjana Institut Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang berhasil mengaduk dan mencabik-cabik perasan penonton saat pementasan teater itu di Gedung Hoerijah Adam ISI Padang Panjang, Senin (15/7/2024), malam.

Pertunjukan hampir dua jam dalam rangka perampungan tugas akhir Strata 2 (S-2) itu membawa Solehah Hasanah meraih gelar Master Seni (M.Sn.) dengan Dosen Penguji Dr. Yusril, S.S., M.Sn., Dr. Sahrul N, S.S., M.Si., dan Dosen Pembimbing Dr. Sulaiman, S.S., S.Sn., M.Sn.

Baca Juga
  • Dari Seminar Internasional Yu Dafu, Muncul Keinginan Bangun Museum
  • GURU DARI ANAK KAMI

Lebih seratus penonton hadir di Gedung Hoerijah Adam ISI Padang Panjang yang terdiri dari dosen, mahasiswa, pelajar, peminat seni, dan kalangan umum lainnya.

Dalam garapan teaternya itu, Solehah Hasanah mengangkat realitas kekinian yang banyak terjadi di tengah masyarakat terutama anak-anak dan remaja korban depresi akibat kehancuran rumah tangga.

Baca Juga
  • Puisi- Puisi Tasya Febrianda
  • Buku

Sebuah keluarga yang semula utuh lalu tiba-tiba bercerai atau salah satunya meninggal dunia menjadi awal malapetaka bagi anak-anak. Anak-anak yang mendapatkan ibu tiri dari ayah yang menikah lagi atau sebaliknya menciptakan keruwetan demi keruwetan ketidaksiapan mental dan kedewasaan ketika sebuah keluarga baru kembali dibentuk.

Sang ayah dan ibu yang setiap saat bertengkar dan menganggap anak adalah pemantiknya sebab dituduh malas, sering mengurung diri di kamar, tidak akur dengan keluarga ibu/ayah baru, menimbulkan ketakutan-ketakutan akut.

Baca Juga
  • Membangun Gairah Belajar Sejarah
  • MEMBELAH LANGIT SENJA

Fenomena depresi remaja itu dibawa Solehah Hasanah melalui pendekatan teater ekspresionisme yang langsung menyentuh pikiran dan perasaan penonton, terutama mereka yang mengalami kasus kehidupan yang sama.

Beberapa perempuan di tengah kursi penonton terdengar terisak menahan tangis ketika adegan demi adegan dimainkan dua aktor utama di tengah panggung. Aktor remaja perempuan (Siti Nuratikah) dan aktor remaja laki-laki (Pajar Muliah Jambak) sahut-bersahut memekikkan perasaan keduanya sebagai anak korban depresi.

Aktor laki-laki terlibat perdagangan narkoba sekaligus menjadi pemakainya. Ia dikejar-kejar polisi dan selalu mendapatkan ancaman pembunuhan dari para bandar narkoba jika ia tak berhasil menjual barang haram itu.

Sementara aktor perempuan menjadi gadis nakal demi bertahan hidup. Ia menjadi pelakor dan merusak rumah tangga laki-laki hidung belang yang memakai jasanya, juga menjadi pekerja seks komersial (PSK) dengan upah jutaan. Namun, di sudut hatinya ia berontak atas pekerjaannya itu. Ia iba terhadap istri-istri yang ia rebut suaminya, juga iba kepada anak-anak mereka.

Kemudian, ia memilih bekerja menjadi buruh cuci di sebuah laundry tapi gajinya tak lebih dari Rp900 ribu. Sementara, kebutuhan hariannya melebihi upah itu.

Kedua aktor memainkan perannya dengan cukup baik meski deru napas yang keluar dari mikrofon telinga cukup mengganggu sepanjang pertunjukan.

Sisi yang membawa sentuhan mendalam adalah ketika kedua aktor meneriakkan dan memanggil-manggil ibu mereka yang telah tiada. Sebagai anak tertua, keduanya sangat bertanggung jawab kepada adik-adik mereka dan tak ingin penderitaan yang sama terulang lagi. Tapi di satu adegan aktor perempuan menyebutkan adik-adiknya akan lebih hancur hidupnya dari dirinya jika tak dapat terselamatkan.

Tentu saja, banyak pesan moral yang dibawa sutradara dalam teaternya itu, terutama upaya memberi pemahaman dan penyadaran kepada penonton tentang bahaya depresi dan pentingnya peran orang tua saat membangun sebuah mahligai rumah tangga serta mendidik anak-anaknya.

Tidak saja monolog demi monolog, pertunjukan itu menambah menarik ketika produksi dan artistiknya dikombinasikan dengan empat jenis seni, yaitu video, musik, tari, dan drama.

Pertunjukan dibuka dengan penampilan tari ekspresif yang indah dibawakan tiga penari, dua perempuan satu laki-laki. Gerakan-gerakan tari itu menyimbolkan makna pergaulan remaja laki-laki dan perempuan, baik normal, dan perilaku menyimpang, meski diperankan dengan samar.

Tentu saja, garapan teater “Bekas Luka” menjadi sempurna karena keterlibatan banyak pihak, terutama tim produksi dan artistik yang berjumlah 45 orang.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang turut membantu dan menyukseskan tugas akhir saya ini,” kata Solehah Hasanah, haru.

Dosen Pembimbing Sulaiman Juned menyampaikan ucapan selamat kepada Solehah Hasanah dan tim karena telah bersungguh-sungguh menggarap pertunjukan itu.

“Alhamdulillah, dua orang Magister Seni dari Kuflet hari ini telah meraih gelar Magister Seni Penciptaan Teater, yaitu Solehah Hasanah Nasution, M.Sn. dan Penciptaan Seni Fotografi Ichsan Saputra, M.Sn. Selamat. Semoga ilmunya berguna bagi pencerdasan anak bangsa,” kata Sulaiman Juned.

Seiring dengan pertunjukan teater “Bekas Luka”, di ruang pintu masuk Gedung Pertunjukan Hoerijah Adam digelar Pameran Fotografi Ekspresi dengan objek permainan anak-anak memanfaatkan medium katembat.

Mahasiswa Pascasarjana Jurusan Fotografi Ichsan Saputra yang menghelat pameran juga berhasil meraih gelar Master Seni (M.Sn.) atas garapan tugas akhirnya itu. (*)

Share234SendTweet146Share
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Next Post
“ Bekas Luka” Garapan Solehah Hasanah Mencabik-cabik Batin Penonton Teater di Gedung Hoerijah Adam  ISI Padang Panjang - IMG_9938 scaled | Padang Panjang | Potret Online

Berwisata Bersama Keluarga ke Objek Wisata Ikan Larangan Lubuk Landur

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • ToS
  • Penulis
  • Al-Qur’an
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com