HABA Mangat

Majalah POTRET pun Penting dan Perlu Untuk Melihat Wajah Batin dan Spiritualitas Diri Kita

Pemenang Lomba Menulis Februari 2025

Maret 2, 2025

Responden Terpilih

Maret 14, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    883 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    869 shares
    Share 348 Tweet 217
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    670 shares
    Share 268 Tweet 168

HABA Mangat

Majalah POTRET pun Penting dan Perlu Untuk Melihat Wajah Batin dan Spiritualitas Diri Kita

Pemenang Lomba Menulis Februari 2025

Maret 2, 2025

Responden Terpilih

Maret 14, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    883 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    869 shares
    Share 348 Tweet 217
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    670 shares
    Share 268 Tweet 168
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Renungan Tahun Baru Islam 1439 H

Redaksi by Redaksi
September 22, 2017
in Artikel, Islam, Renungan, Tahun Baru Islam
Reading Time: 4 mins read
0
585
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook
ADVERTISEMENT
🔊

Dengarkan Artikel

RENUNGAN TAHUN BARU ISLAM 1439 HIJRIYAH
(Tantangan Umat Islam di Era Globalisasi)

Oleh

Baca Juga

Efisiensi Fiskal Koperasi Desa dan Makan Bergizi Gratis

Maret 19, 2026
Kisah Runtuhnya Dinasti Abbasiyah, Hancurnya Peradaban Islam

Kisah Runtuhnya Dinasti Abbasiyah, Hancurnya Peradaban Islam

Maret 19, 2026

Hari Raya di Tengah Krisis Timur Tengah: Luka Aceh dan Kemiskinan yang Terabaikan

Maret 18, 2026

Hendra Gunawan, MA 

Dosen Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum IAIN Padangsidimpuan

Tahun Baru Hijriah, adalah salah satu hari besar umat Islam sebagai peringatan peristiwa hijrahnya Rasulullah SAW pengikutnya dari Mekkah menuju Madinah pada tanggal 1 Muharam kalender Arab, disebabkan tradisi jahiliyah Mekkah yang sangat bertentangan dengan risalah Islam. Melihat kenyataan itu, sungguh tidak ada pilihan lain bagi umat Islam kala itu untuk menyelamatkan agama Allah SWT, kecuali berpindah ke Madinah untuk membangun kehidupan baru yang cinta damai. Peristiwa hijrah inilah, yang di kemudian hari dijadikan awal mula tahun baru Islam yakni tahun Hijriah. Dari sinilah awal kemajuan pesat umat Islam. Dalam kurun waktu sekitar 12 tahun Nabi Muhammad SAW berhasil mengubah kehidupan masyarakat Arab menjadi masyarakat yang maju dan bermoral, sehingga sejarah mencatat Madinah al-Munawarah sebagai contoh masyarakat modern di kemudian hari.

Hingga dewasa ini, kemajuan sains dan teknologi sudah mengalami perkembangan yang sangat pesat termasuk di bumi Pancasila tercinta ini. Namun, akhir-akhir ini terjadi kesenjangan antara pembangunan fisik dan pembangunan mental dan nilai-nilai spiritual membuat manusia semakin brutal (rusak). Di balik berdirinya gedung-gedung pencakar langit dan ditemukannya mesin-mesin canggih yang dapat menggantikan pekerjaan manusia, ternyata pembangunan moral seakan-akan semakin terlupakan. Sebagaimana telah kita saksikan dalam kehidupan sehari-hari, baik melalui media cetak dan elektronik seperti kasus-kasus remaja/i yang mengakses situs-situs porno yang kemudian melakukan pemerkosaan terhadap anak di bawah umur sampai kepada kasus aborsi dan membuang janin-janin yang tidak berdosa di tong sampah. Maupun secara langsung, dapat kita lihat bagaimana prilaku skuler (memisahkan agama dari kehidupannya) minum-minuman keras dan menggunakan obat-obatan terlarang, mereka beranggapan bahwa agama urusan belakangan apabila sudah tua atau setelah pensiun.

Begitu juga, maraknya pergaulan bebas yang tidak memperdulikan aturan agama mulai budaya pacaran yang kebablasan di kalangan muda-mudi sampai kepada anak-anak pelajar semakin menjurus kepada perzinaan sehingga bermunculan penyakit HIV/AIDS yang banyak menghiasi lembaran surat kabar dan majalah-majalah. Serta gaya hidup masyarakat di era globalisasi, cenderung melihat kemajuan dari hal keduniawian atau materealistis buta membuat manusia seolah-olah mesin yang dikendalikan finansial untuk mengejar kemewaahan dunia yang berlebih-lebihan, sehingga lupa kepada Allah SWT dan malas menjalankan ibadah. Inlah bencana abad 13 Hijriyah ini yang sangat sulit dielakkan umat Islam sebab bencana tidak hanya bentuk fisik seperti gempa, banjir, ataupun tsunami tetapi kemerosotan moral juga merupakan bencana dalam bentuk fisikis.

Secara perlahan tapi pasti, bencana-bencana itu semakin hari semakin menjamur mulai dari hiburan-hiburan seronok, film-film porno, diskotik, café-café remang-remang, dan prostitusi online, dimana kesemua itu cukup menggiurkan hawa nafsu dan menggoncang keimanan umat Islam. Bahkan, banyak umat Islam yang pada akhirnya tenggelam dalam kemaksiatan dan dosa. Ironisnya, di zaman sekarang di samping kemajuan sains dan teknologi tetapi di sisi lain menurunya moral umat manusia, pada zaman dulu apabila seseorang memiliki anak gadis kemudian bermesraan dengan seorang pria, maka akan dilarang karena dianggap sebagai aib keluarga, namun di zaman sekarang sudah dianggap hal yang lumrah (biasa), maka tidak jarang anak remaja-remaja sekarang berbuat mesum sehingga hamil diluar nikah. Rasa malu telah hilang, tidak malu lagi melakukan perbuatan yang tidak terpuji bahkan merasa tidak bersalah, inilah salah satu trend globalisasi. Trend globalisasi tanpa filter, merupakan salah satu pemicu terjadi erosi moral di kalangan pemuda/i Islam sehingga banyak yang terjebak hidup hura-hura, malas belajar, narkoba, dan kriminalitas, maka menurut anasir-anasir para sosiolog bahwa di abad mendatang agama akan sangat dilupakan manusia.

Berkaca pada erosi moral, yang menimpa sebagian besar umat Islam saat ini karena telah dihanyutkan arus era globalisasi, sehingga melupakan dirinya dan Tuhannya, mereka lupa bahwa mereka diciptakan bukan sekedar ada melainkan dengan tujuan yang mulia yaitu beribadah kepada Allah SWT, sebagaimana firman Allah SWT dalam surah al-Baqarah ayat 56 yang berbunyi, tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepada-Ku. Menurut penulis, dalam menyikapi arus moderenisasi ini, kita sebagai orang yang diberikan Allah SWT kesempatan menikmati kehidupan modern harus bersyukur serta tidak perlu terkejut sebab jauh hari Rasulullah SAW sudah diperingatkan kita lewat sabdanya yang berbunyi:

Artinya:

“Ketika hari kiamat telah dekat, maka manusia semakin rakus pada dunia dan semakin jauh dari Allah SWT.” {HR. Hakim dari Ibnu Mas’ud}. Dan kitab Nashaih al-Ibad juga dituliskan bahwa Rasullah SAW pernah bersabda, akan datang kepada umatku suatu zaman dimana mereka mencintai lima perkara dan melupakan lima perkara, yaitu; mereka mencintai dunia dan melupakan akhirat, mencintai hidup dan melupakan mati, mencintai gedung dan melupakan kubur, mencintai harta dan melupakan hari penghitungan, dan mencintai makhluk dan melupakan Khalik.

Untuk membendung, arus deras krisis moral yang sedang melanda kehidupan umat Islam saat ini, maka hal paling penting bagi umat Islam adalah menyambut kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) dengan iman dan takwa (Imtak), maka sudah seharusnya umat Islam membentengi diri dan keluarganya dengan memperkokoh keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT dan memilih informasi dengan selektif serta menjaga dari dari pengaruh negatif.

Penutup

Kemajuan fisik dan spritual harus berjalan secara harmonis, sebab nilai modern tidak sekedar maju dari segi fisik saja seperti gedung-gedung pencakar langit, robot-robot canggih, dan pakaian yang semakin modif, tetapi modern juga dalam bidang spiritual semakin bermoral dan berbudi pekerti. Kemajuan iptek, bukanlah hal yang patut kita salahkan sebab kemajuan iptek membuat perjalanan roda kehidupan manusia semakin mudah, yang dulunya perlu waktu satu bulan untuk menyebrangi antar pulau sekarang hanya butuh satu jam saja untuk sampai kesana. Kemajuan teknologi itu, ibaratkan gelas ada yang mengisinya dengan jamu yang dapat membuat orang sehat dan ada pula yang mengisinya dengan rajun mematikan, maka umat Islam perlu memfilternya dengan kacamata imtak untuk meneguk yang baik-baik dan membuang yang buruk-buruknya.

Marilah kita jadikan, 1 Muharram ini sebagai momentum untuk mengintrospeksi dan mengevaluasi diri sudah sejauh mana? kita terbawa arus globalisasi guna menyusun agenda kehidupan dalam rangka menutup lembaran lama membuka lembaran baru menuju hidup yang lebih baik sesuai dengan syariat Islam..

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 310x dibaca (7 hari)
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
13 Mar 2026 • 281x dibaca (7 hari)
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
12 Mar 2026 • 277x dibaca (7 hari)
Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?
Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?
13 Mar 2026 • 232x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 185x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare234
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

Artikel

Efisiensi Fiskal Koperasi Desa dan Makan Bergizi Gratis

Maret 19, 2026
Kisah Runtuhnya Dinasti Abbasiyah, Hancurnya Peradaban Islam
#Sejarah Islam

Kisah Runtuhnya Dinasti Abbasiyah, Hancurnya Peradaban Islam

Maret 19, 2026
​TEOLOGI LIMBAH
Puisi

​TEOLOGI LIMBAH

Maret 19, 2026
Artikel

Hari Raya di Tengah Krisis Timur Tengah: Luka Aceh dan Kemiskinan yang Terabaikan

Maret 18, 2026
Next Post

Ikan Hias Membawa Keberuntungan

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Kirim Tulisan
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST

© 2026 potretonline.com