Dengarkan Artikel
Langsa – Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Langsa (FTIK IAIN Langsa) adakan kegiatan Webinar / Seminar Online, Kamis (30/01/2025).
Kegiatan tersebut mengangkat tema “Profiling Siswa Madrasah di Era Digital”. Kegiatan ini merupakan Seminar Batch 8 yang telah di selenggarakan oleh FTIK IAIN Langsa.
Seminar ini dihadiri 700 peserta dari 3 Kabupaten/Kota. Seminar yang diadakan oleh FTIK IAIN Langsa ini dibuka langsung oleh Dr. Amiruddin Yahya Azzawiy, MA selaku Dekan FTIK IAIN Langsa.
Kata sambutan dari H. Anwar Padli, S.Ag, Kakan Kemenag Aceh Tamiang, H. Salamina, S.Ag, M.A, Kakan Kemenag Aceh Timur, dan diakhiri oleh H. Fadhli, S.Ag selaku Kakan Kemenag Kota Langsa.
Dalam sesi pertama diskusi, Suhelayanti selaku moderator mempersilahkan Nurhasanah, S.Pd, M.Si selaku Plt Kasi Penmad Kemenag Aceh Tamiang yang menjadi Narasumber utama pada seminar ini.
Materi Profilling yang disampaikannya sangat bermanfaat sekali dan menambah wawasan dalam praktek keseharian di Madrasah. Menurutnya, keterampilan digital sangat penting bagi siswa madrasah untuk menyesuaikan diri dengan perubahan era digital, mempersiapkan karir masa depan, dan berkompetisi secara global.
“Di era digital saat ini, para siswa penting sekali berdaptasi dengan zaman, AI akan semakin canggih, kita manusia semakin pintar pula”, tutunya.
Lebih lanjut ia mengajak semua pihak berkomitmen dalam meningkatkan kualitas
pendidikan madrasah dengan memfokuskan perhatian pada pengembangan
keterampilan digital siswa.
Sementara itu, Dinar Puspita Ayu, S.Pd.I selaku narasumber kedua, menyampaikan pengertian Profiling siswa di Madrasah, aspek-aspek profiling, apa saja manfaat dari profiling, tantangan yang dihadapi di era digital sekarang ini, serta kesimpulan dari profiling itu sendiri.
“Selain memahami apa itu profiling siswa, kita harus memahami aspek dan manfaatnya agar dapat menjawab tantangan masa depan”, ucap Dinar yang saat ini bertugas di MIN 28 Aceh Timur.
📚 Artikel Terkait
Ia menambahkan, pentingnya peran guru di era gempuran AI sekarang ini.
“Beda kita dan AI hanyalah dimensi rasa. Artificial Inteligent sama sekali tidak memiliki rasa, sedangkan kita (guru) dan manusia pada umunya mempunyai rasa empati, simpati, kasih sayang serta toleransi.”ujar Dinar.
Dinar mengingatkan, tugas guru tidak hanya sekadar mentransfer ilmu, tapi juga membimbing, mengarahkan, memotivasi, dan mengevaluasi proses belajar dari peserta didik. Ia juga mengingatkan pentingnya guru terus memperbaharui diri dan belajar.
“Teruslah belajar mengupgrade ilmu sebelum mengajar, tdak ada yang tidak mungkin jika kita berusaha dan berdoa. Nothing Impossible. Yakinlah, satu di antara peserta didik itu, kelak ada yang menarik tangan kita ke Surga.” Tutupnya.
Pemateri terakhir dalam kegiatan itu disampaikan oleh Narasumber yang paling energik dan termuda, M.Iwan Kurniawan, S.Pd. seorang guru kelas yang mengajar di MIN 2 Kota Langsa.
Iwan lebih menekankan kepada praktek profiling di Madrasah secara langsung. Pentingnya kolaborasi dan sinergi antar guru dan orang tua di rumah dan di madrasah dalam hal perkembangan minat dan bakat siswa.
“Kolaborasi semua pihak itu sangat penting, seperti kata Ibn Khaldun, anak yang tidak dididik oleh orang tuanya akan dididik oleh zaman”, ujarnya.
Ia menambahkan, perlu dikembangkannya edukasi dini tentang profiling. Dalam kesempatan itu Iwan menghadirkan data dan informasi contoh konkret data profiling yang dilakukan melalui hasil survey dan test. Data prestasi dan apresiasi serta praktek baik di Madrasah dalam bentuk slide.
Iwan Kurniawan mengajak seluruh Stakeholder di Madrasah untuk menciptakan pembelajaran yang bermakna, berkesan dan menyenangkan.
Bersamaan dengan itu, memahami Digital Leadership, Digital Skill, dan Digital Infrastructure serta Islamic Digital Literacy. “Teknologi adalah alat bantu bukan menggantikan fungsi guru yang memiliki peran sentral dalam membentuk budi pekerti dan akhlakul karimah”, tambahnya.
Jika siswa mencintai cara guru menyajikan materi dengan cara yang inovatif serta menyenangkan, maka secara otomatis siswa akan dengan mudah menyerap materi pelajaran dan teringat selamanya dalam kenangan yang bermakna.
“Guru harus kreatif dan inovatif sehingga suasana belajar menyenangkan, dengan sendirinya siswa akan cinta pada materi yang disampaikan, jika sudah cinta, segalanya akan dicurahkan”, tutup Iwan.
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini






