Dengarkan Artikel
Oleh Tabrani Yunis
Momentum Ulang Tahun majalah POTRET yang ke 22 pada tanggal 11 Januari 2025 telah usai. Walau tidak ada acara khusus, selebras atau jejeran papan bunga, sebagaimana biasanya acara Ultah sebuah media besar atau perusahaan besar, Ultah POTRET terasa sangat bermakna. Makna yang lebih membahagiakan dan bernilai jangka panjang sebagai bagian dari modalitas sosial dan historis. Mengapa demikian?
Betapa tidak, sesuai dengan misi majalah POTRET sejak awal membangun gerakan menulis, maka pada usia 22 tahun, momentum Milad yang ke 22 ini, banyak sekali apresisasi para pihak yang menyampaikan ucapan dan apresiasi lewat karya tulis, baik dalam bentuk opini, essay, artikel-artikel singkat dan bahkan tidak sedikit pula yang mengingatkan lewat indahnya karya puisi dan bahkan sejumlah pantun.
Namun, cara-cara lain yang lebih berkesan dan penuh makna adalah ketika banyak pembaca dan penulis yang menyampaikan atau mengekspresikan ucapan selamat dalam bentuk atau format tulisan-tulisan Esai, artikel atau opini dan bahkan ulasan panjang yang menjadi kaladeskop selama 22 majalah POTRET yang telah bermetamorfosis ke Potretonline.com ini. Tulisan-tulisan yang bukan saja ditulis oleh para penulis di Aceh, tetapi juga darı luar Aceh. Pendek kata, mulai dari Aceh hingga Papua. Darı Indonesia, juga mancanegara. Betapa bahagianya hati kita.
Ada sebuah tradisi lain yang sesungguhnya semakin jarang terdengar di dalam masyarakat kita. Apalagi di kalangan generasi Z atau alpha, bisa jadi mereka bingung mendengar kata pantun. Bagaimana mereka faham, kalau budaya membaca semakin keropos? Ah, tidak elok kita mengatakan demikian, ya kan?
Yang jelas, pada momentum ulang tahun majalah POTRET yang ke 22 tahun ini, kita bisa menikmati untaian-untaian pantun sebagai cara menyampaikan ucapan Selamat kepada POTRET di Ulang Tahun yang ke 22 ini. Silakan simak pantun-pantun yang mereka lantunkan lewat WhatsApp’s di beberapa grup WhatsApp seperti grup Krue Seumangat Aceh (KSA) atau juga dari grup FAME Next Gen, serta lainnya. Pantun-pantun yang dapat dikatakan sebagai bukti dan apresiasi. Berikut adalah beberapa kita coba simak beberapa pantun tersebut.
Yarmen Dinamika yang kala itu sedang menikmati sarapan pagi di Solong Jepang mengawali salam dan berpantun mengajak ngopi bareng di Solong Jepang, kawasan Pango Raya, Banda Aceh.
“ Selamat ulang tahun POTRET. Semoga makin berjaya dan meluas pengaruhnya dalam pengembangan literasi di Aceh,
CEO-nya ditunggu untuk sarapan bareng di Solong Jepang pagi ini”.
Selamat ulang tahun, POTRETÂ kini bersinar,
Membagi inspirasi, sejak tahun-tahun yang lalu.
Semoga tetap jaya, dalam lipatan waktu,
Majalah yang indah, selalu menjadi pilihan.
Atau versi singkat:
Selamat ulang tahun, POTRET!
Membagi inspirasi, sejak dulu.
Semoga tetap jaya,
Majalah yang indah, pilihan kita!
Sarat muatannya
oplet mini
Berjalan pagi
ke Sulawesi
Hebatnya Majalah POTRET ini
Tetap survive di berbagai situasi. 👏
Nah, Edi Fadhil, sahabat yang sangat dikenal dengan program Cet Langet, membangun rumah-rumah bantuan untuk orang miskin dan kaum duafa di Aceh menyampaikan pantunnya seperti berikut.
Pergi ke taman memetik bunga,
Bunga dipetik harum baunya.
Selamat ulang tahun majalah POTRET tercinta,
Dua puluh dua tahun penuh karya luar biasa.
Jalan-jalan ke Pulau Seribu,
Melihat laut biru yang indah.
Dua puluh dua tahun POTRET berlalu,
Terus berkarya penuh berkah.
Makan siang dengan ikan tenggiri,
Ditemani sambal bikin semangat.
Majalah POTRET semakin dihati,
Menginspirasi dengan karya hebat!
Usai membaca pantun di atas, Afridal Darmi yang semakin sering menulis di POTRET menyambung pantunnya, seperti berikut.
Pohon asam daunnya rimbun
Pohon Angsana daunnya luruh
Majalah POTRETÂ 22 tahun
📚 Artikel Terkait
Tetap menyala abang kuuhh
Pohon angsana daunnya luruh
Penuhi tanah di pagi hari
Tetap menyala Abang kuuuh
Menyebarkan semangat literasi
Penuhi tanah di pagi hari
Sinar mentari cahaya gemilang
Menyebarkan semangat literasi
Di tengah damai ataupun perang
Sinar mentari cahaya gemilang
Redup senja nuansa hening
Di tengah damai ataupun perang
POTRET edisi cetak ataupun daring
Redup senja nuansa hening
Malam tenang penuh bintang
Ulang tahun POTRET itu penting
Diisi segelas kopi Solong Jepang
Kemudian semakin kocak, kala Prof. Jasman Makruf pun berpantun ria. Silakan simak pantunnya.
Joget-joget pakai baret
Selamat ulang tahun Majalah POTRET
Inilah Sepaket jaket yang komplet
Majalah POTRET jadi Aset di atas Buket
Sungguh istimewa di Januari
Semua orang menyebut Tabrani
22 tahun bukti diri
Karena potret layak dipuji
Jangan sekedar hanya membaca
Tapi perlu memahami makna
Ribuan cerita tentang wanita
Itulah POTRET kebanggaan kita
Sepenuh doa dari KSA
Semoga potret makin berjaya
Menjadi lentera buat bangsa
Akhir kata inilah pantun saya
Awak KSA rajin menulis buku
Buku ditulis tentang isi dompet
Saat dibaca jenaka dan lucu
Selamat dirgahayu ke 22 majalah POTRET
Selain kırıman pantun di grup WhatsApp Krue Seumangat Aceh (KSA), juga ada yang mengirim di grup WhatsApp FAME The Next Generation. Kita simak saja pantun Zulkiflli Abdy berikut ini.
Pergi ke menteng melalui tebet
Singgah sejenak di Fun Line
Ini potret bukan sembarang potret
Ini adalah media Potretonline.
Jalan-jalan ke Pulau Seribu,
Melihat laut biru yang indah.
Dua puluh dua tahun POTRET berlalu,
Terus berkarya penuh berkah.
Makan siang dengan ikan tenggiri,
Ditemani sambal bikin semangat.
Majalah POTRET semakin dihati,
Menginspirasi dengan karya hebat!
Elly
Selamat Milad ‘ntuk Majalah POTRET…sukses untuk Bang TY👍🏻
Gadis belia memakai songket.
Rambut dihias bunga cempaka.
Sudah 22 tahun…rupanya Majalah POTRET
Insyaa Allah semakin berjaya.
Alhamdulilah. Pantun-pantun ini rupanya menjadi penaambah semangat dan energi bagi team POTRET (potretonline.com) untuk terus berbenah lebih baik, lebih bermanfaat di tahun 2025 dan selanjutnya. Team POTRET pun mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan atensi terhadap majalah POTRET atau Potretonline.com.
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini






