POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Warkop Ceumaroet

Feri IrawanOleh Feri Irawan
January 20, 2025
Tags: #22 Tahun POTRET#Gamer#HUT Majalah POTRET#Masalah Sosial
Potretonline Menjadi Referensi Generasi yang Cerdas
🔊

Dengarkan Artikel

 

Feri Irawan
Kepala SMK Negeri 1 Jeunieb, Kabupaten Bireun, Aceh

Saya sering datang ke warung kopi untuk bersantai sambil menikmati secangkir kopi. Bagi saya, warung kopi (warkop) adalah rumah kedua. Tanpa hari tanpa ngopi. Begitu mungkin filosofinya. Jujur, ada kenikmatan di secangkir kopi di warung kopi.

Tidak hanya sekadar ngopi, di warkop saya juga mencari bahan kajian, sekadar  refreshing menonton video di Youtube, buka sosmed atau sekadar  download film atau lagu.

Meskipun demikian, selalu ada pemandangan yang sama yaitu para gamer ceumaroet (teumeunak) atau memaki.

Banyak gamer dengan berteriak-teriak, bahkan kadang memaki dengan kata-kata yang kurang enak didengar.

Teriakan dan makian yang terdengar saat bermain game mengganggu kenyamanan saya hingga pengunjung lainnya. Beberapa pengunjung merasa terganggu dengan suara bising dan bahasa kasar yang sering terlontar. Para gamer ini nampaknya telah menjadi peganggu abadi di setiap warung kopi.

Perilaku ini membuat suasana menjadi kurang nyaman bagi saya dan mungkin pengunjung lain yang datang untuk bersantai atau mengerjakan tugas.

📚 Artikel Terkait

LITERASI PAHALA

Keriuhan Media Sosial atas Kasus Keracunan Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

18 Oktober Lalu dan 18 Oktober Sekarang

Kalbar Terdepan Tolak Program Transmigrasi

Para gamer ini umumnya dihuni para remaja tanggung. Namun ada juga yang sudah berkepala tiga, empat, atau lebih. Sungguh miris rasanya.

Para gamer yang saya temui di warkop itu saya amati terdiri dari beragam profesi. Ada dari mereka anak sekolahan, pekerja swasta, hingga ASN. Lucunya terkadang seorang APH juga datang ke sana. Ia sendiri terlihat sering main di warkop itu. Namun ia seolah tidak tahu dan mendiamkan kejadian itu.

Hal yang miris adalah para gamer ini berasal dari golongan ekonomi lemah. Selama saya mengamati para gamer ini, saya hanya mendengar sumpah serapah dan makian yang kerap keluar dari mulut mereka disertai dengan asap rokok yang mengepul tebal.

Nampaknya sumpah serapah sudah menjadi musik pengiring mereka,  ketika bermain dan rokok telah menjadi candu wajib sebelum bertempur. Bahkan ada gamer khusus membawa kipas angin mini untuk mendinginkan suasana kesalahan dalam bermain.

Entah apa yang menjadikan para gamer itu bermain seperti orang kesetanan sampai-sampai mereka tidak peduli bahwa di warkop ada orang lain. Yang ada keributan tanpa arah, ketawa sendiri, cuek hingga begadang sampai pagi.

Dengan wajah serius dan jari-jari yang lincah di atas layar ponsel, mereka menghabiskan waktu berjam-jam sambil menikmati suasana santai di tempat tersebut. Namun, perilaku mereka sering kali mengundang perhatian, bahkan keluhan, dari pengunjung lain.

Terlepas dari apa pun makna dari sebuah game online, yang pada awalnya permainan ini hanya sekadar hiburan, lambat laun beralih menjadi suatu kebiasaan sehingga menjadi kecanduan

Dari segi bersosilasisasi, anak muda yang dulunya aktif dan perduli dengan orang di sekitarnya sekarang berubah menjadi apatis (tidak perduli).

Seharusnya mereka memahami bahwa ada norma sosial yang harus diikuti, terutama di tempat umum. Bermain game adalah hak mereka, tetapi mereka juga harus belajar menghormati kenyamanan orang lain. Pendidikan dan pengarahan dari orang tua serta masyarakat sangat penting dalam hal ini.

Pengelola kafe dan warkop pun dituntut untuk mencari solusi agar semua pengunjung bisa merasa nyaman. Beberapa tempat telah mengambil langkah-langkah untuk mengatasi masalah ini, seperti menyediakan ruangan khusus untuk bermain game atau menerapkan aturan ketat mengenai penggunaan bahasa dan volume suara.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Tags: #22 Tahun POTRET#Gamer#HUT Majalah POTRET#Masalah Sosial
Feri Irawan

Feri Irawan

Feri Irawan, S.Si, M.Pd Guru Matematika, Ketua IGI Daerah Bireuen, Pegiat Literasi, dan sekarang Kepala SMKN 1 Jeunieb, Kabupaten Bireun, Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
Aku Memiliki Ibu yang Hebat

Aku Memiliki Ibu yang Hebat

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00