• Latest
Potretonline Menjadi Referensi Generasi yang Cerdas

Warkop Ceumaroet

Januari 20, 2025
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
IMG_0541

Rina

Maret 29, 2026
76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
96c3f2f0-9b1a-4f4e-8d0d-096b123c0888

Ramadhan di Negeri Seberang,  Membangun Komunikasi Lintas Negara

Maret 29, 2026
ae400032-4021-4ade-8568-70d981b74d63

Ancu Dani, Juru Kunci TPS

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Warkop Ceumaroet

Feri Irawan by Feri Irawan
Januari 20, 2025
in Artikel
Reading Time: 2 mins read
0
Potretonline Menjadi Referensi Generasi yang Cerdas
590
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

 

Feri Irawan
Kepala SMK Negeri 1 Jeunieb, Kabupaten Bireun, Aceh

Baca Juga

20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026

Saya sering datang ke warung kopi untuk bersantai sambil menikmati secangkir kopi. Bagi saya, warung kopi (warkop) adalah rumah kedua. Tanpa hari tanpa ngopi. Begitu mungkin filosofinya. Jujur, ada kenikmatan di secangkir kopi di warung kopi.

Tidak hanya sekadar ngopi, di warkop saya juga mencari bahan kajian, sekadar  refreshing menonton video di Youtube, buka sosmed atau sekadar  download film atau lagu.

Meskipun demikian, selalu ada pemandangan yang sama yaitu para gamer ceumaroet (teumeunak) atau memaki.

Banyak gamer dengan berteriak-teriak, bahkan kadang memaki dengan kata-kata yang kurang enak didengar.

Teriakan dan makian yang terdengar saat bermain game mengganggu kenyamanan saya hingga pengunjung lainnya. Beberapa pengunjung merasa terganggu dengan suara bising dan bahasa kasar yang sering terlontar. Para gamer ini nampaknya telah menjadi peganggu abadi di setiap warung kopi.

Perilaku ini membuat suasana menjadi kurang nyaman bagi saya dan mungkin pengunjung lain yang datang untuk bersantai atau mengerjakan tugas.

Para gamer ini umumnya dihuni para remaja tanggung. Namun ada juga yang sudah berkepala tiga, empat, atau lebih. Sungguh miris rasanya.

Para gamer yang saya temui di warkop itu saya amati terdiri dari beragam profesi. Ada dari mereka anak sekolahan, pekerja swasta, hingga ASN. Lucunya terkadang seorang APH juga datang ke sana. Ia sendiri terlihat sering main di warkop itu. Namun ia seolah tidak tahu dan mendiamkan kejadian itu.

Hal yang miris adalah para gamer ini berasal dari golongan ekonomi lemah. Selama saya mengamati para gamer ini, saya hanya mendengar sumpah serapah dan makian yang kerap keluar dari mulut mereka disertai dengan asap rokok yang mengepul tebal.

Nampaknya sumpah serapah sudah menjadi musik pengiring mereka,  ketika bermain dan rokok telah menjadi candu wajib sebelum bertempur. Bahkan ada gamer khusus membawa kipas angin mini untuk mendinginkan suasana kesalahan dalam bermain.

Entah apa yang menjadikan para gamer itu bermain seperti orang kesetanan sampai-sampai mereka tidak peduli bahwa di warkop ada orang lain. Yang ada keributan tanpa arah, ketawa sendiri, cuek hingga begadang sampai pagi.

Dengan wajah serius dan jari-jari yang lincah di atas layar ponsel, mereka menghabiskan waktu berjam-jam sambil menikmati suasana santai di tempat tersebut. Namun, perilaku mereka sering kali mengundang perhatian, bahkan keluhan, dari pengunjung lain.

Terlepas dari apa pun makna dari sebuah game online, yang pada awalnya permainan ini hanya sekadar hiburan, lambat laun beralih menjadi suatu kebiasaan sehingga menjadi kecanduan

Dari segi bersosilasisasi, anak muda yang dulunya aktif dan perduli dengan orang di sekitarnya sekarang berubah menjadi apatis (tidak perduli).

Seharusnya mereka memahami bahwa ada norma sosial yang harus diikuti, terutama di tempat umum. Bermain game adalah hak mereka, tetapi mereka juga harus belajar menghormati kenyamanan orang lain. Pendidikan dan pengarahan dari orang tua serta masyarakat sangat penting dalam hal ini.

Pengelola kafe dan warkop pun dituntut untuk mencari solusi agar semua pengunjung bisa merasa nyaman. Beberapa tempat telah mengambil langkah-langkah untuk mengatasi masalah ini, seperti menyediakan ruangan khusus untuk bermain game atau menerapkan aturan ketat mengenai penggunaan bahasa dan volume suara.

ADVERTISEMENT

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 329x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 289x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 245x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 234x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 188x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Tags: #22 Tahun POTRET#Gamer#HUT Majalah POTRET#Masalah Sosial
SummarizeShare236Tweet148
Feri Irawan

Feri Irawan

Feri Irawan, S.Si, M.Pd Guru Matematika, Ketua IGI Daerah Bireuen, Pegiat Literasi, dan sekarang Kepala SMKN 1 Jeunieb, Kabupaten Bireun, Aceh

Baca Juga

Kehidupan pasca-bencana di desa_11zon
Artikel

Empat Bulan Setelah Air Bah itu Pergi

Maret 26, 2026
# Ironi

🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH

Agustus 20, 2025
Kaya Susah
# Kebijakan Trump

Kaya Susah

April 2, 2025
#Resolusi Konflik

Damai Bethany

Maret 21, 2025
Next Post
Aku Memiliki Ibu yang Hebat

Aku Memiliki Ibu yang Hebat

HABA Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Mei

Mei 10, 2025
Kabar Redaksi

Tema Lomba Menulis Bulan Februari

Februari 2, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    886 shares
    Share 354 Tweet 222
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    872 shares
    Share 349 Tweet 218
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    671 shares
    Share 268 Tweet 168
POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com