Dengarkan Artikel
Oleh: Siti Hajar
Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala (USK) terus membuktikan komitmennya dalam mewujudkan lingkungan kampus yang ramah lingkungan melalui peluncuran program zero waste. Salah satu langkah nyata yang baru saja dilaksanakan adalah pemasangan dispenser air minum canggih yang langsung terhubung dengan keran air bersih. Dispenser ini ditempatkan strategis di tiga lokasi utama kampus, yakni di front office Gedung B, Gedung D, dan Gedung F (Diploma III) Fakultas Pertanian Lama.
Inovasi ini bertujuan memberikan kemudahan bagi mahasiswa, dosen, serta tamu kampus untuk mengakses air minum segar kapan saja tanpa harus menggunakan botol plastik sekali pakai. Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Fakultas Pertanian USK dengan PT. MIFA Bersaudara dan secara simbolis diserahkan dalam perayaan HUT ke-60 atau Lustrum XII Fakultas Pertanian USK.
Langkah Konkret Menuju Kampus Hijau
Dekan Fakultas Pertanian USK—Prof. Ir. Sugianto, M.Sc,.Ph.D menegaskan bahwa pemasangan dispenser ini merupakan salah satu wujud nyata komitmen fakultas dalam mendukung pengurangan penggunaan bahan sekali pakai yang dapat merusak lingkungan. Langkah ini juga mendukung pelestarian alam untuk generasi mendatang.
“Kami berharap inovasi ini menjadi semangat baru bagi Fakultas Pertanian khususnya dan semua unit kerja dalam lingkungan USK untuk lebih serius dalam menerapkan konsep lingkungan hijau dan berkelanjutan,” ujar Dekan Fakultas Pertanian.
Abdullah, SE, selaku Kepala Subbagian Kemahasiswaan, Alumni, dan Kemitraan Fakultas Pertanian, juga mengungkapkan hal senada. “Inovasi ini merupakan bagian dari kepedulian PT. MIFA Bersaudara melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang bermitra dengan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala.
Melalui program ini, kami dapat mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai yang selama ini menjadi tantangan besar dalam pengelolaan sampah di lingkungan kampus,” jelasnya.
Fitur Unggulan Dispenser Canggih
Dispenser yang dipasang ini memiliki keunggulan unik, yaitu langsung terkoneksi dengan sumber air melalui keran, sehingga air selalu tersedia tanpa henti. Selain itu, dispenser ini menyediakan tiga pilihan suhu air, yakni dingin, panas, dan suhu normal, yang dapat memenuhi berbagai kebutuhan civitas akademika. Hal ini memberikan kenyamanan dan efisiensi bagi pengguna.
📚 Artikel Terkait
Putri Nur Izzah, salah seorang mahasiswa Fakultas Pertanian, menyampaikan apresiasinya terhadap inovasi ini. “Kami sangat senang dengan adanya dispenser canggih ini. Selain membantu kami menghemat pengeluaran, dispenser ini juga mengajarkan kami untuk lebih peduli terhadap lingkungan dengan membawa botol minum sendiri. Airnya selalu tersedia, baik dingin maupun panas. Alhamdulillah, kami sangat terbantu,” ungkapnya dengan antusias.
Sinergi dengan Kebijakan “Green Canteen”
Selain menghadirkan dispenser canggih, Fakultas Pertanian USK juga telah menerapkan kebijakan “green canteen” yang melarang penggunaan styrofoam sebagai pembungkus makanan. Langkah ini semakin memperkuat komitmen Fakultas Pertanian dalam menciptakan lingkungan kampus yang sehat dan ramah lingkungan. Mahasiswa, dosen, serta tenaga kependidikan didorong untuk membawa wadah makanan sendiri guna mengurangi sampah yang sulit terurai.
Apresiasi dan Harapan untuk Masa Depan
Langkah inovatif ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Rama Herawati, Direktur BSU, memberikan pujian atas inisiatif ini. “Fakultas Pertanian telah memberikan contoh yang sangat baik. Dispenser ini tidak hanya membantu mahasiswa untuk mengisi tumbler mereka kapan saja, tetapi juga mengurangi ketergantungan pada plastik sekali pakai.
Saya berharap fakultas lain di Universitas Syiah Kuala dapat mengikuti langkah serupa untuk menciptakan lingkungan kampus yang lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan,” ujarnya.
Rama juga menambahkan bahwa program semacam ini sangat relevan mengingat tantangan besar dalam pengelolaan sampah di masa depan. “Ke depan, tempat pembuangan akhir (TPA) tidak lagi menerima sampah dari manapun. Oleh karena itu, semua pihak harus mengelola sampah mereka masing-masing.
Universitas Syiah Kuala diharapkan menjadi pelopor dalam pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan, tidak hanya untuk kalangan kampus tetapi juga masyarakat Kota Banda Aceh secara umum,” imbuhnya.
Menuju Lingkungan yang Lebih Hijau
Dengan program ini, Fakultas Pertanian USK berharap dapat menjadi inspirasi bagi seluruh elemen di Universitas Syiah Kuala. Langkah-langkah konkret seperti pemasangan dispenser canggih, penerapan kebijakan “green canteen”, dan kolaborasi dengan mitra peduli lingkungan menunjukkan bahwa perubahan kecil sekalipun dapat memberikan dampak besar jika dilakukan secara konsisten.
Semoga inisiatif ini tidak hanya menjadi momentum dalam peringatan HUT Fakultas Pertanian ke-60, tetapi juga menjadi awal dari perubahan nyata menuju kampus yang lebih hijau, sehat, dan berkelanjutan. Fakultas Pertanian USK terus mengajak seluruh civitas akademika untuk bersama-sama menjaga bumi demi masa depan yang lebih baik.
Mari wujudkan lingkungan hijau lestari mulai dari diri kita sendiri!
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini






