POTRET Online
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

Serangan Iran Semakin Menakutkan, Israel Berlakukan Darurat Nasional

Rosadi JamaniOleh Rosadi Jamani
March 7, 2026
Serangan Iran Semakin Menakutkan, Israel Berlakukan Darurat Nasional
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Rosadi Jamani

Kita update perang Israel vs Iran. Kedua negara belum tanda-tanda berdamai. Iran yang selalu dianggap remeh seperti membuktikan pada dunia, tidak bisa diremehkan. Serangan Iran semakin menakutkan. Dengan terpaksa Israel memberlakukan darurat nasional. Nikmati narasinya sambil seruput Koptagul, wak!

Sejak 28 Februari 2026, negara Israel resmi hidup dalam mode darurat nasional. Bukan darurat biasa seperti listrik padam atau Wi-Fi lemot. Ini darurat tingkat “semua orang siap lari ke bunker sebelum sempat menyelesaikan kopi pagi.” Status itu diumumkan langsung oleh Menteri Pertahanan Israel Katz setelah Israel lebih dulu meluncurkan serangan pendahuluan ke Iran. Logikanya sederhana, memukul dulu, lalu bersiap menerima balasan. Seperti orang yang melempar batu ke sarang lebah sambil berlari mencari helm.

Sejak saat itu, langit Israel berubah seperti arena kembang api paling mahal di Timur Tengah. Sirene peringatan udara meraung hampir setiap hari di kota-kota besar seperti Tel Aviv dan Jerusalem. Bedanya dengan kembang api tahun baru, yang ini membuat orang tidak bersorak, melainkan sprint ke shelter dalam waktu kurang dari satu menit. Hidup mendadak seperti lomba lari 100 meter versi geopolitik.

Pemerintah mengeluarkan aturan yang membuat kehidupan sehari-hari terasa seperti film survival. Sekolah dan universitas ditutup. Tempat kerja non-esensial sempat dihentikan total. Pertemuan publik dilarang, kemudian dilonggarkan dengan syarat maksimal 50 orang dan harus dekat shelter. Bahkan perayaan keagamaan seperti Purim ikut mengalami transformasi unik. Dari festival kostum meriah menjadi pesta bawah tanah di bunker atau garasi parkir. Bayangkan merayakan festival sambil sesekali menengok langit, memastikan yang jatuh bukan hadiah dari balon udara, melainkan serpihan rudal.

Bandara utama negara itu, Ben Gurion Airport, juga ikut tutup bagi penerbangan sipil. Ribuan warga Israel yang berada di luar negeri mendadak seperti turis yang lupa kunci rumah. Ingin pulang, tetapi pintunya belum dibuka. Langit Israel praktis ditutup, seperti toko yang memasang papan “Closed karena rudal.”

Namun bagian yang paling keras bukanlah ironi, melainkan angka korban. Sejak akhir Februari, sekitar 10 hingga 13 warga sipil Israel tewas akibat serangan rudal balasan Iran. Salah satu peristiwa paling tragis terjadi di Beit Shemesh ketika rudal menghantam area permukiman dan menewaskan beberapa orang sekaligus. Di wilayah sekitar Tel Aviv, serpihan rudal jatuh seperti hujan logam, menambah kepanikan dan luka.

📚 Artikel Terkait

Persahabatan yang Indah

Momen Pelantikan Gubernur, HMI Pertanian USK Soroti Tantangan Dan Harapan Besar Sektor Pertania Aceh

Langkah yang Tertinggal

Membangun Sistem Digital Mengatasi Keprihatinan Putus Sekolah di SMA Negeri 1 Matangkuli, Aceh Utara

Lebih dari 1.000 orang dilaporkan cedera, dari luka ringan sampai yang harus dirawat serius di rumah sakit. Ratusan rumah rusak akibat hantaman langsung atau serpihan yang meluncur dari langit. Beberapa keluarga terpaksa dievakuasi ke hotel atau tempat penampungan sementara. Rumah yang dulu tempat menonton televisi kini berubah menjadi puing yang hanya bisa dikenang lewat foto ponsel.

Secara psikologis, warga hidup dalam kondisi yang bisa disebut “mode waspada permanen.” Banyak keluarga menghabiskan waktu di shelter bawah tanah. Garasi parkir berubah fungsi menjadi ruang keluarga darurat. Anak-anak belajar mengenali suara sirene sebelum hafal lagu kartun favorit mereka. Malam hari sering diwarnai kurang tidur karena sirene bisa berbunyi kapan saja, seperti alarm yang dipasang oleh nasib.

Meski begitu, sistem pertahanan udara seperti Iron Dome terus bekerja keras di langit, mencegat sebagian besar ancaman sebelum mencapai target. Teknologi ini sering digambarkan seperti payung raksasa yang menangkis hujan rudal. Masalahnya, payung terbaik pun kadang bocor ketika badai terlalu besar.

Pada 5 Maret 2026, otoritas keamanan melalui Israel Home Front Command mulai melonggarkan sebagian pembatasan karena intensitas serangan Iran menurun drastis, turun sekitar 70 hingga 86 persen dari puncak awal. Aktivitas terbatas kembali diizinkan, tetapi syaratnya jelas: shelter harus bisa dicapai dalam hitungan detik. Hidup normal, tetapi dengan tombol “lari ke bunker” selalu siap ditekan.

Keadaan darurat ini telah diperpanjang hingga 12 Maret 2026, setelah disetujui oleh komite pertahanan di Knesset. Jika situasi belum mereda, perpanjangan berikutnya sangat mungkin terjadi. Artinya kalender nasional kini bukan hanya dihitung dari hari ke hari, tetapi dari sirene ke sirene.

Di tengah semua drama ini, banyak orang di dunia teringat konflik panjang di Gaza Strip, tempat sirene, roket, dan bunker telah lama menjadi bagian kehidupan sehari-hari. Sejarah kadang punya cara aneh menulis ulang ceritanya sendiri. Kadang lambat, kadang memutar, tetapi sesekali kembali seperti bumerang geopolitik yang terbang jauh lalu pulang dengan kecepatan mengejutkan.

Timur Tengah memang seperti serial tanpa episode terakhir. Kali ini panggungnya Israel, aktornya rudal dan sirene. Sementara penonton global hanya bisa menghela napas sambil berkata, kalau geopolitik sudah bermain, langit pun bisa berubah jadi alarm raksasa.

Foto Ai hanya ilustrasi

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

camanewak

jurnalismeyangmenyapa

JYM

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 75x dibaca (7 hari)
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
23 Feb 2026 • 70x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 65x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 62x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 60x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Rosadi Jamani

Rosadi Jamani

Please login to join discussion
NETWORK POTRET
ANAK CERDAS
Artikel terbaru
Buka Majalah Anak Cerdas →
POTRET Utama

Generasi Indonesia Emas  Kehilangan Bonus

Oleh Tabrani YunisMarch 5, 2026
Catatan Perjalanan

Melihat Timor Leste Menikmati Kemerdekaannya

Oleh Tabrani YunisFebruary 23, 2026
Budaya Menulis

Memadukan Storytelling Lewat Melukis Kata dengan Foto Jurnalistik

Oleh Tabrani YunisFebruary 22, 2026
Pendidikan

Degradasi Nilai Kemampuan Afektif yang Mengerikan di Era Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 21, 2026
#Pendidikan

Kala Kemampuan Kognisi Siswa Semakin Menurun

Oleh Tabrani YunisFebruary 21, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    170 shares
    Share 68 Tweet 43
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    163 shares
    Share 65 Tweet 41
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
148
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
211
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
97
Postingan Selanjutnya

Ekologi Batin : Memulihkan Bumi, Menyembuhkan Diri

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Al-Qur’an

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00