• Latest
Ramadan, Bulan Lapar yang Memalukan Orang Kenyang - 9f111eec 8d54 4904 acca 1a56cbce6d99 | #Doa di Bulan Ramadan | Potret Online

Ramadan, Bulan Lapar yang Memalukan Orang Kenyang

Februari 18, 2026
Ramadan, Bulan Lapar yang Memalukan Orang Kenyang - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | #Doa di Bulan Ramadan | Potret Online

Dari Geopolitik ke Dapur Rakyat: Krisis Global dan Rapuhnya Ekonomi Indonesia

Maret 31, 2026
ba05a86a-c490-46bf-9ae8-c75ef1da62eb

Nasrallah dan Jugendliteratur

Maret 31, 2026
cd371ba6-715d-447b-b94a-30123cf2d952

Pendidikan Hadapi Ancaman Nyata

Maret 31, 2026
Ilustrasi Ngopi Bersama Ali Shariati dan Nietsche

Aceh Meniru Jakarta

Maret 31, 2026
Ramadan, Bulan Lapar yang Memalukan Orang Kenyang - 09ff0262 2fb8 4c93 9f84 06e6009c9293 | #Doa di Bulan Ramadan | Potret Online

Menanti Dinas Pendidikan Provinsi Aceh Bersinergi Membangun Literasi Anak Negeri

Maret 31, 2026
Ilustrasi ketidakadilan hukum terhadap rakyat kecil

Hukum yang “Sakit” Hati : Rakyat Kecil Hanya Bisa Mengeluh

Maret 31, 2026
0bbaafe3-989c-40ac-89fc-d0335c56d343

Dubai Kota Impian Pelan-pelan Menuju Kota Hantu

Maret 31, 2026
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result
Ramadan, Bulan Lapar yang Memalukan Orang Kenyang - 9f111eec 8d54 4904 acca 1a56cbce6d99 | #Doa di Bulan Ramadan | Potret Online

Ramadan, Bulan Lapar yang Memalukan Orang Kenyang

Redaksi by Redaksi
Februari 18, 2026
in #Doa di Bulan Ramadan, Artikel, Esai, Mozaik Ramadan, Ramadan
Reading Time: 5 mins read
0
587
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh : Alkhair Aljohore

Ramadan tidak datang untuk memuliakan manusia, tetapi untuk memalukan kesombongan rohani. Ia hadir bukan sebagai hadiah, tetapi sebagai pemeriksaan mengejut terhadap iman yang selama ini dibungkus slogan dan status agama. Ramadan bukan bulan manusia menjadi suci, tetapi bulan kepalsuan disingkap tanpa belas kasihan.

Allah tidak berfirman tentang puasa untuk menjadikan manusia lapar, tetapi untuk menelanjangkan hakikat diri:

“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan ke atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan ke atas orang sebelum kamu, agar kamu bertakwa.”
(al-Baqarah: 183)

Namun persoalannya: di mana takwa itu bersembunyi setelah lapar berlalu?
Jika takwa hanya muncul ketika azan Maghrib hampir berkumandang, maka itu bukan takwa, itu disiplin jadual makan.

  • Lapar yang Tidak Menyucikan

Ramai berpuasa, tetapi nafsu tetap berkuasa. Mereka menahan perut, tetapi membebaskan lidah. Mereka mengikat mulut daripada makanan, tetapi melepaskan mulut untuk memfitnah, menghina, merendahkan. Puasa mereka hanya menurunkan gula darah, bukan merendahkan ego.

Rasulullah ﷺ telah memberi amaran yang memalukan:

“Berapa ramai orang yang berpuasa, tetapi tidak mendapat apa-apa daripada puasanya kecuali lapar dan dahaga.”
(Hadis Riwayat Ahmad)

Hadis ini bukan untuk orang awam semata-mata;
ia tamparan kepada ahli ibadah yang bangga. Ia sindiran Nabi ﷺ kepada puasa yang hanya berlaku di kerongkong, tidak pernah turun ke hati.

  • Ramadan: Musim Topeng Dijual Murah

Ramadan ialah bulan paling subur untuk industri kesalehan palsu. Pakaian lebih Islami, suara lebih lembut di masjid, ayat al-Qur’an dipetik di media sosial – tetapi akhlak masih liar di belakang tabir. Di siang hari menahan lapar, di malam hari menelan manusia dengan kata-kata berbisa.

Allah telah lama membongkar penyakit ini:

“Mereka ingin memperdayakan Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya memperdayakan diri sendiri tanpa mereka sedari.”
(al-Baqarah: 9)

Ramadan menjadi musim lakonan beramai-ramai. Yang pandai berlakon dipuji, yang jujur dianggap ekstrem. Yang menegur dianggap keras, yang menipu dianggap hikmah.

  • Falsafah Puasa: Membunuh Keakuan, Bukan Sekadar Selera

Puasa tidak diwajibkan untuk menyeksa jasad, tetapi untuk menyembelih rasa “aku”. “Aku betul”, “aku alim”, “aku lebih suci”. Selagi “aku” ini hidup, puasa hanyalah kosmetik rohani.

Al-Ghazali pernah menegaskan dengan keras:

“Hakikat puasa ialah menahan seluruh anggota daripada maksiat, bukan sekadar menahan perut dan kemaluan.”

Tetapi hari ini, puasa telah direduksi menjadi projek fizikal, bukan revolusi batin. Kita bangga dengan bilangan rakaat, tetapi lalai pada beratnya riya’. Kita khusyuk menghitung pahala, tetapi takut menghitung dosa sendiri.

  • Ramadan dan Penipuan Moral

Ada manusia yang berpuasa tetapi zalim dalam keputusan, keras dalam kepimpinan, licik dalam muamalat. Mereka menyangka puasa adalah lesen menangguhkan keadilan. Mereka lupa bahawa Allah tidak lapar kepada ibadah, tetapi murka terhadap kezaliman.

Allah berfirman:

“Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim.”
(Ali ‘Imran: 57)

Puasa tidak menghalalkan kejahatan yang ditangguhkan. Puasa tidak memutihkan dosa yang disengajakan. Puasa tidak menutup bangkai niat yang busuk.

Hadis yang Menggigilkan Jiwa

Rasulullah ﷺ bersabda:

Baca Juga

Ramadan, Bulan Lapar yang Memalukan Orang Kenyang - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | #Doa di Bulan Ramadan | Potret Online

Dari Geopolitik ke Dapur Rakyat: Krisis Global dan Rapuhnya Ekonomi Indonesia

Maret 31, 2026
ba05a86a-c490-46bf-9ae8-c75ef1da62eb

Nasrallah dan Jugendliteratur

Maret 31, 2026
Ilustrasi Ngopi Bersama Ali Shariati dan Nietsche

Aceh Meniru Jakarta

Maret 31, 2026
ADVERTISEMENT

“Puasa itu perisai.”
(Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim)

Tetapi perisai hanya berguna jika diangkat dan digunakan, bukan dipamerkan.
Jika puasa tidak menghalang kita daripada:

berdusta,
memaki,
menindas,
mempamerkan diri,

maka perisai itu retak, atau lebih tepat – kita sendiri yang melemparkannya ke tanah.

  • Kenyang yang Menyesatkan

Ironinya, Ramadan hari ini berakhir dengan kekenyangan yang memabukkan. Meja berbuka menjadi altar baharu. Nafsu berpindah waktu, bukan dikuburkan. Kita menahan diri 14 jam, lalu membalas dendam pada 2 jam.

Hasan al-Basri pernah berkata:

“Puasa bukan sekadar menahan makanan, tetapi menahan diri daripada apa sahaja yang melalaikan daripada Allah.”

Tetapi kita memilih untuk melalaikan diri dengan nama “rezeki”.

  • Ramadan Sebagai Mahkamah Hati

Ramadan sebenarnya mahkamah senyap. Tiada saksi manusia. Hanya Allah dan diri sendiri. Di sinilah tauhid diuji dalam bentuk paling telanjang: adakah engkau taat ketika tiada siapa melihat?

Allah berfirman:

“Dan Dia lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.”
(Qaf: 16)

Jika kesedaran ini hidup, puasa akan melahirkan takut yang mendidik, bukan bangga yang membinasakan.

  • Ramadan yang Gagal Total

Ramadan gagal apabila:

  • lidah masih kejam,
  • hati masih angkuh,
  • ibadah menjadi alat status,

dosa orang lain lebih jelas daripada dosa sendiri.

Ramadan gagal apabila kita keluar daripadanya merasa suci, bukan merasa hina sebagai hamba.

Penutup:
Ramadan Bukan Untuk Orang Yang Selesa

Ramadan bukan bulan orang yang mahu selesa. Ia bulan orang yang sanggup dihancurkan egonya. Ia bukan tentang berapa banyak ayat dibaca, tetapi berapa banyak kepalsuan yang mati.

Puasa tidak memerlukan kita. Kita yang terdesak memerlukan puasa.
Dan jika Ramadan berlalu tanpa mengubah cara kita berdiri di hadapan Tuhan dan manusia, maka yang berlalu itu bukan Ramadan – tetapi sekadar kalender yang bergerak.

Alkhair Aljohore @1
Malaysia
19.2.26
1 Ramadan 1447

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 353x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 318x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 310x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 274x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 201x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare235Tweet147
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

Ramadan, Bulan Lapar yang Memalukan Orang Kenyang - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | #Doa di Bulan Ramadan | Potret Online
Artikel

Dari Geopolitik ke Dapur Rakyat: Krisis Global dan Rapuhnya Ekonomi Indonesia

Maret 31, 2026
ba05a86a-c490-46bf-9ae8-c75ef1da62eb
Artikel

Nasrallah dan Jugendliteratur

Maret 31, 2026
cd371ba6-715d-447b-b94a-30123cf2d952
Pendidikan

Pendidikan Hadapi Ancaman Nyata

Maret 31, 2026
Ilustrasi Ngopi Bersama Ali Shariati dan Nietsche
Artikel

Aceh Meniru Jakarta

Maret 31, 2026
Next Post
Ramadan, Bulan Lapar yang Memalukan Orang Kenyang - fccb7291 fa7f 4e32 8ed8 1e7b3cb5e361 | #Doa di Bulan Ramadan | Potret Online

Board of Peace dan Jalan Berliku Menuju Palestina Merdeka

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Privacy Policy (Kebijakan Privasi)
  • Terms of Service (Syarat dan Ketentuan)
  • Penulis
  • Al-Qur’an

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com