• Latest
Mari Menyambut Ramadhan Tahun ini dengan Ikhtiar dan Keteguhan Hati  - 590efa65 f0cf 4574 a60a cf01f75f4538 | #Doa di Bulan Ramadan | Potret Online

Mari Menyambut Ramadhan Tahun ini dengan Ikhtiar dan Keteguhan Hati 

Februari 18, 2026
Mari Menyambut Ramadhan Tahun ini dengan Ikhtiar dan Keteguhan Hati  - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | #Doa di Bulan Ramadan | Potret Online

Dari Geopolitik ke Dapur Rakyat: Krisis Global dan Rapuhnya Ekonomi Indonesia

Maret 31, 2026
ba05a86a-c490-46bf-9ae8-c75ef1da62eb

Nasrallah dan Jugendliteratur

Maret 31, 2026
cd371ba6-715d-447b-b94a-30123cf2d952

Pendidikan Hadapi Ancaman Nyata

Maret 31, 2026
Ilustrasi Ngopi Bersama Ali Shariati dan Nietsche

Aceh Meniru Jakarta

Maret 31, 2026
Mari Menyambut Ramadhan Tahun ini dengan Ikhtiar dan Keteguhan Hati  - 09ff0262 2fb8 4c93 9f84 06e6009c9293 | #Doa di Bulan Ramadan | Potret Online

Menanti Dinas Pendidikan Provinsi Aceh Bersinergi Membangun Literasi Anak Negeri

Maret 31, 2026
Ilustrasi ketidakadilan hukum terhadap rakyat kecil

Hukum yang “Sakit” Hati : Rakyat Kecil Hanya Bisa Mengeluh

Maret 31, 2026
0bbaafe3-989c-40ac-89fc-d0335c56d343

Dubai Kota Impian Pelan-pelan Menuju Kota Hantu

Maret 31, 2026
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result
Mari Menyambut Ramadhan Tahun ini dengan Ikhtiar dan Keteguhan Hati  - 590efa65 f0cf 4574 a60a cf01f75f4538 | #Doa di Bulan Ramadan | Potret Online

Mari Menyambut Ramadhan Tahun ini dengan Ikhtiar dan Keteguhan Hati 

Hanif Arsyad by Hanif Arsyad
Februari 18, 2026
in #Doa di Bulan Ramadan, Artikel, Mozaik Ramadan, puasa, Ramadan
Reading Time: 4 mins read
0
590
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Refleksi pascabencana Banjir Bandang Aceh

Oleh: Hanif Arsyad

Akademisi Univesitas Malikussaleh, pengiat literasi

Bulan suci kembali mengetuk pintu waktu. Namun bagi sebagian masyarakat di Aceh, Ramadhan tahun ini tidak hadir dalam suasana yang sepenuhnya khidmat. Ia datang bersamaan dengan jejak luka pascabencana, banjir bandang yang menyisakan rumah berlapis lumpur, ekonomi yang tersendat, dan ribuan keluarga yang masih bertahan di tenda pengungsian maupun hunian sementara. Dalam situasi demikian, ibadah puasa tidak lagi sekadar ritual tahunan; ia menjelma menjadi ruang ketahanan spiritual dan sosial.

Di tengah kondisi yang terasa seperti keterasingan, bahkan seolah ditinggalkan, masyarakat dipaksa berdamai dengan realitas sambil memperjuangkan nasibnya sendiri. Tetapi sejarah Islam menunjukkan bahwa justru dalam ruang-ruang krisis, iman menemukan bentuknya yang paling otentik.

Allah memulai perintah puasa dengan panggilan penuh kasih: “Wahai orang-orang yang beriman…” (QS. Al-Baqarah: 183). Para ulama menafsirkan bahwa panggilan ini bukan sekadar instruksi normatif, melainkan deklarasi kedekatan antara Sang Pencipta dan hamba-Nya. Dalam epistemologi Islam, panggilan tersebut mengandung dimensi psikologis: ia meneguhkan identitas mukmin sebelum menuntut pengorbanan.

Maknanya menjadi sangat relevan bagi masyarakat yang sedang berhadapan dengan kehilangan. Puasa bukan hanya menahan lapar, tetapi juga melatih kapasitas maknakemampuan manusia untuk tetap melihat harapan ketika realitas tampak runtuh.

Al-Qur’an juga merekam kisah keteguhan Maryam ketika berada pada titik paling rapuh dalam hidupnya. Saat melahirkan sendirian, lemah, dan nyaris tanpa tenaga, ia justru diperintahkan: “Goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu…” (QS. Maryam: 25).

Secara logika, perintah itu tampak mustahil. Batang kurma bukan sesuatu yang dapat digerakkan oleh perempuan yang sedang kesakitan. Allah tentu mampu menjatuhkan buah tanpa usaha Maryam. Namun, Dia tidak melakukannya.

Di sinilah kita menemukan prinsip teologis yang dalam: pertolongan Ilahi hampir selalu bertemu dengan ikhtiar manusia.

Kekuatan Maryam tidak terletak pada kemampuannya mengguncang pohon, melainkan pada penolakannya untuk menyerah. Pohon itu tidak merespons ototnya; ia merespons ketaatannya. Allah tidak menuntut keberhasilan—Dia menuntut gerak.

Pelajaran ini terasa sangat dekat dengan realitas masyarakat Aceh hari ini. Membersihkan rumah dari lumpur, memulai kembali usaha kecil, menata kehidupan dari nol, semuanya mungkin tampak seperti “menggoyang pohon kurma.” Berat, melelahkan, bahkan terkadang terasa sia-sia.

Baca Juga

Mari Menyambut Ramadhan Tahun ini dengan Ikhtiar dan Keteguhan Hati  - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | #Doa di Bulan Ramadan | Potret Online

Dari Geopolitik ke Dapur Rakyat: Krisis Global dan Rapuhnya Ekonomi Indonesia

Maret 31, 2026
ba05a86a-c490-46bf-9ae8-c75ef1da62eb

Nasrallah dan Jugendliteratur

Maret 31, 2026
Ilustrasi Ngopi Bersama Ali Shariati dan Nietsche

Aceh Meniru Jakarta

Maret 31, 2026

Namun justru pada langkah kecil itulah ibadah menemukan bentuk praksisnya.

Dalam perspektif psikologi religius, tindakan mencoba memiliki fungsi restoratif: ia menjaga harapan tetap hidup dan mencegah manusia tenggelam dalam keputusasaan. Sementara dalam kerangka teologi amal, usaha adalah manifestasi iman—bukan karena Allah membutuhkan kerja manusia, tetapi karena manusialah yang membutuhkan proses itu untuk bertumbuh.

Bayangkan jika kurma itu jatuh tanpa gerakan Maryam. Ia mungkin akan kenyang, tetapi tidak akan mengalami penguatan batin melalui perjuangan. Proseslah yang mematangkan jiwa.

Demikian pula Ramadhan di wilayah bencana. Puasa mengajarkan bahwa penderitaan bukan sekadar sesuatu yang harus ditanggung, melainkan dapat diolah menjadi energi spiritual. Lapar yang disengaja selama puasa menumbuhkan empati terhadap mereka yang lapar karena keadaan. Haus yang ditahan melatih kesabaran bagi mereka yang hidup dalam keterbatasan.

Ramadhan, dengan demikian, bukan hanya ibadah individual tetapi juga proyek sosial.

Karena itu, krisis kemanusiaan tidak boleh dibiarkan menjadi perjuangan sunyi masyarakat semata. Spirit puasa menuntut hadirnya solidaritas kolektif dari negara, lembaga sosial, hingga komunitas akar rumput. Kesalehan personal harus bertemu dengan kesalehan struktural.

Tidak cukup jika Ramadhan hanya dipenuhi tarawih dan tilawah, sementara para penyintas masih menata hidup di bawah terpal. Kesalehan sejati tercermin ketika ibadah melahirkan keberpihakan.

ADVERTISEMENT

Pada titik ini, kisah Maryam kembali berbicara kepada kita: bergerak adalah bagian dari iman, tetapi menghadirkan pertolongan bagi yang bergerak adalah bagian dari tanggung jawab kemanusiaan.

Bagi masyarakat yang terdampak, mungkin tugas hari ini bukan membuat keajaiban, melainkan tetap melangkah meski kaki terasa berat. Satu ayunan cangkul membersihkan lumpur, satu upaya membuka kembali lapak dagang, satu doa yang dipanjatkan di antara reruntuhan semuanya adalah ibadah.

Sebab ketika manusia bergerak keluar dari keputusasaan, di sanalah ruang bagi keajaiban Allah terbuka.

Ramadhan akhirnya mengajarkan satu hal mendasar: harapan tidak selalu lahir dari keadaan yang mudah, tetapi dari hati yang menolak berhenti percaya. Seperti Maryam yang menggoyang pohon kurma, masyarakat Aceh hari ini mungkin tidak sedang menggerakkan pohon—mereka sedang menggerakkan diri mereka sendiri.

Dan sebagaimana janji-Nya sepanjang sejarah iman, ketika hamba tetap berikhtiar, Allah-lah yang akan menjatuhkan buah pertolongan.

Ramadhan kareem. Semoga dari tanah yang pernah terendam, tumbuh keteguhan baru yang lebih dalam dari lumpur, lebih kuat dari arus, dan lebih bercahaya dari duka serta harapan dari firman Allah dalam perintah berpuasa  yang Allah nukilkan di surah al baqarah’ hamba hamba Nya yang berpuasa mudah mudahan menjadi hamba yang bertaqwa’. Amin…

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 352x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 315x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 307x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 269x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 199x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare236Tweet148
Hanif Arsyad

Hanif Arsyad

Hanif Arsyad adalah lulusan Magister Pendidikan Bahasa Inggris USK, berpengalaman sebagai dosen, penulis akademik, dan pengembang konten literasi. Saya aktif menulis di bidang pendidikan karakter, pengembangan SDM, serta kajian kebahasaan dan sosial. Saat ini, saya mengajar di Universitas Malikussaleh dan Hanna English School sebagai owner yang berlokasi di Aceh Utara. Saya juga menjabat sebagai Koordinator Yayasan Askar Ramadhan di Aceh yang bergerak di bidang sosial, serta dipercaya sebagai Kepala Sekolah Akademi Berbagi untuk klaster Aceh Utara dan Lhokseumawe. Keahlian saya mencakup penulisan ilmiah, editing, dan pendampingan riset.

Baca Juga

Mari Menyambut Ramadhan Tahun ini dengan Ikhtiar dan Keteguhan Hati  - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | #Doa di Bulan Ramadan | Potret Online
Artikel

Dari Geopolitik ke Dapur Rakyat: Krisis Global dan Rapuhnya Ekonomi Indonesia

Maret 31, 2026
ba05a86a-c490-46bf-9ae8-c75ef1da62eb
Artikel

Nasrallah dan Jugendliteratur

Maret 31, 2026
cd371ba6-715d-447b-b94a-30123cf2d952
Pendidikan

Pendidikan Hadapi Ancaman Nyata

Maret 31, 2026
Ilustrasi Ngopi Bersama Ali Shariati dan Nietsche
Artikel

Aceh Meniru Jakarta

Maret 31, 2026
Next Post
Mari Menyambut Ramadhan Tahun ini dengan Ikhtiar dan Keteguhan Hati  - 9f111eec 8d54 4904 acca 1a56cbce6d99 | #Doa di Bulan Ramadan | Potret Online

Ramadan, Bulan Lapar yang Memalukan Orang Kenyang

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com