• Latest
Luka yang Membisu - cd5c98b1 64c0 4ec1 9cf5 e1a3486768d6 | POTRET Budaya | Potret Online

Luka yang Membisu

Januari 7, 2025
9fdb3c1c-1879-4f8c-9aa8-02113678bceb

Warisan Musik Aceh dari Gampong Padang Manggeng

April 21, 2026
Ilustrasi siluet pasangan dengan hati retak melambangkan cemburu, konflik emosional, dan hubungan yang rapuh

Cemburu Membunuh Perempuan

April 21, 2026
Luka yang Membisu - 1001348646_11zon | POTRET Budaya | Potret Online

Kisah Perempuan – Lubna dari Córdoba

April 21, 2026
Luka yang Membisu - 1001353319_11zon | POTRET Budaya | Potret Online

Fatimah al-Fihri, Pendiri Universitas Tertua

April 21, 2026
3753a9dd-0c43-46a6-9577-711a7479d4d5

Misogini Genital (Di) Kartini Digital

April 21, 2026
IMG_0878

Perempuan di Titik Klimaks

April 21, 2026
Luka yang Membisu - 1001361361_11zon | POTRET Budaya | Potret Online

Kisah Perempuan POTRET – Zaynab bint al-Kamal

April 21, 2026
d2a5b58f-c424-41eb-91dc-d0a057017eda

Menguak Kenangan Orkes Mekar Melati Manggeng dan Para Musisi Muda

April 21, 2026
Rabu, April 22, 2026
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

Luka yang Membisu

Redaksi by Redaksi
Januari 7, 2025
in POTRET Budaya, Sastra
Reading Time: 1 min read
0
Luka yang Membisu - cd5c98b1 64c0 4ec1 9cf5 e1a3486768d6 | POTRET Budaya | Potret Online
585
SHARES
3.2k
VIEWS

 

Oleh Gunawan Trihantoro
(Sekretaris KEAI Provinsi Jawa Tengah)

Pada malam yang kelam,
di sebuah rumah kecil di Ciputat,
cinta yang sempat bersemi kini redup,
tenggelam oleh beban yang tak tertanggungkan.
Suami, istri, anak, sebuah keluarga kecil,
terikat oleh janji suci,
namun juga oleh tali pinjaman
yang perlahan mencekik harapan.

Baca Juga
  • Sajak – Sajak Ina Nur Fazlina
  • DUKA CIANJUR DUKA KITA

Istri tersenyum,
meski hatinya pecah berkeping.
Anak tertawa,
tak tahu dunia orang dewasa penuh luka.
Sementara suami,
di ujung batas,
berdiri di jurang dilema:
menjaga keluarganya,
atau menyerah pada rasa putus asa.

Langit malam itu menjadi saksi,
ketika cinta berubah menjadi amarah,
ketika tanggung jawab menjelma ketakutan,
dan ketika manusia lupa
bahwa setiap luka punya jalan pulih.

Baca Juga
  • Puisi-Puisi Dinar Puspita Ayu
  • Jumat Dulu dan Sekarang

Dengan tangan gemetar,
dia mengakhiri tawa anaknya.
Dengan air mata jatuh,
dia menghentikan napas istrinya.
Dan dengan tali tergantung,
dia merampas hidupnya sendiri.

Anak itu sempat dibawa,
ke sebuah klinik yang penuh harapan,
namun takdir berbicara lain.
Tubuh kecilnya menyerah,
meninggalkan jejak duka di tangan medis.
Apa yang ia pikirkan di detik terakhir?
Mungkinkah ia mendengar suara kecil:
“Papa, aku ingin bermain di taman.”
Atau bisikan lembut:
“Kita bisa melewati ini bersama.”
Namun jerat pinjaman online,
dengan bunga mencekik,
menghapus suara-suara itu.

Baca Juga
  • Guru
  • Renungan Senja

Rumah kecil itu sunyi,
hanya gema kehilangan yang tinggal.
Para tetangga tertegun,
menyaksikan tragedi yang tak terpahami.
“Mereka baik,” kata seorang.
“Tapi siapa tahu isi hati,” kata yang lain.

Lalu datanglah polisi,
mengurai fakta,
mencari kebenaran di antara jejak darah.
Namun, apa yang dapat dijelaskan?
Pinjaman yang menjajah,
rasa malu yang mendalam,
dan sistem yang seakan buta
pada jeritan mereka yang terperangkap.

Dalam gelap,
ada pelajaran yang menggantung,
mengajarkan kita tentang bahaya
beban tanpa bantuan.
Mungkin, ini bukan hanya tragedi keluarga,
tapi tragedi kita semua.

_______
Rumah Kayu Cepu, 7 Januari 2025
Catatan:
1. Puisi esai ini adalah fiksi yang terinspirasi dari kisah nyata pada berita https://news.detik.com/berita/d-7721643/suami-bunuh-anak-istri-lalu-gantung-diri-di-ciputat-terlilit-pinjol

Tags: #Puisi Essay
Share234SendTweet146Share
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Next Post
Luka yang Membisu - 0b7bd7ec cacc 430f 870f 08daee6eecf6 | POTRET Budaya | Potret Online

Puisi - Puisi Awal Tahun 2025

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • ToS
  • Penulis
  • Al-Qur’an
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com