POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home POTRET Budaya

Luka yang Membisu

Redaksi by Redaksi
Januari 7, 2025
in POTRET Budaya, Sastra
0
Luka yang Membisu - cd5c98b1 64c0 4ec1 9cf5 e1a3486768d6 | POTRET Budaya | Potret Online

 

Oleh Gunawan Trihantoro
(Sekretaris KEAI Provinsi Jawa Tengah)

Pada malam yang kelam,
di sebuah rumah kecil di Ciputat,
cinta yang sempat bersemi kini redup,
tenggelam oleh beban yang tak tertanggungkan.
Suami, istri, anak, sebuah keluarga kecil,
terikat oleh janji suci,
namun juga oleh tali pinjaman
yang perlahan mencekik harapan.

Baca Juga
  • 01
    POTRET Budaya
    TERSESAT DALAM RIMBA TANYA
    05 Des 2021
  • a16e068a-f693-4165-8ec4-fa77c8ac85af
    Esai
    Madiun Mendunia: Para Perupa Cilik dari Kota Pecel Unjuk Gigi di Kancah Global
    17 Apr 2026

Istri tersenyum,
meski hatinya pecah berkeping.
Anak tertawa,
tak tahu dunia orang dewasa penuh luka.
Sementara suami,
di ujung batas,
berdiri di jurang dilema:
menjaga keluarganya,
atau menyerah pada rasa putus asa.

Langit malam itu menjadi saksi,
ketika cinta berubah menjadi amarah,
ketika tanggung jawab menjelma ketakutan,
dan ketika manusia lupa
bahwa setiap luka punya jalan pulih.

Baca Juga
  • Luka yang Membisu - f9f9c32c 9d3e 40e1 8a59 4cd4bcf7167a | POTRET Budaya | Potret Online
    POTRET Budaya
    Sajak-Sajak Wanrazuhar
    03 Apr 2024
  • 02
    POTRET Budaya
    Sajian Istimewa
    29 Apr 2024

Dengan tangan gemetar,
dia mengakhiri tawa anaknya.
Dengan air mata jatuh,
dia menghentikan napas istrinya.
Dan dengan tali tergantung,
dia merampas hidupnya sendiri.

Anak itu sempat dibawa,
ke sebuah klinik yang penuh harapan,
namun takdir berbicara lain.
Tubuh kecilnya menyerah,
meninggalkan jejak duka di tangan medis.
Apa yang ia pikirkan di detik terakhir?
Mungkinkah ia mendengar suara kecil:
“Papa, aku ingin bermain di taman.”
Atau bisikan lembut:
“Kita bisa melewati ini bersama.”
Namun jerat pinjaman online,
dengan bunga mencekik,
menghapus suara-suara itu.

Baca Juga
  • Luka yang Membisu - e391e894 301d 4195 97e3 99e50a379fd7 | POTRET Budaya | Potret Online
    Aceh
    Bendera Putih Ini
    21 Des 2025
  • Luka yang Membisu - 9f509fa4 d06a 4c19 abfc 8ddd1890a22d | POTRET Budaya | Potret Online
    POTRET Budaya
    Dua Setangkai Puisi Rosli K. Matari
    26 Des 2024

Rumah kecil itu sunyi,
hanya gema kehilangan yang tinggal.
Para tetangga tertegun,
menyaksikan tragedi yang tak terpahami.
“Mereka baik,” kata seorang.
“Tapi siapa tahu isi hati,” kata yang lain.

Lalu datanglah polisi,
mengurai fakta,
mencari kebenaran di antara jejak darah.
Namun, apa yang dapat dijelaskan?
Pinjaman yang menjajah,
rasa malu yang mendalam,
dan sistem yang seakan buta
pada jeritan mereka yang terperangkap.

Dalam gelap,
ada pelajaran yang menggantung,
mengajarkan kita tentang bahaya
beban tanpa bantuan.
Mungkin, ini bukan hanya tragedi keluarga,
tapi tragedi kita semua.

_______
Rumah Kayu Cepu, 7 Januari 2025
Catatan:
1. Puisi esai ini adalah fiksi yang terinspirasi dari kisah nyata pada berita https://news.detik.com/berita/d-7721643/suami-bunuh-anak-istri-lalu-gantung-diri-di-ciputat-terlilit-pinjol

Tags: #Puisi Essay
Previous Post

Anak Perempuanku

Next Post

Puisi – Puisi Awal Tahun 2025

Next Post
Luka yang Membisu - 0b7bd7ec cacc 430f 870f 08daee6eecf6 | POTRET Budaya | Potret Online

Puisi - Puisi Awal Tahun 2025

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah