• Latest
Buku ( Tak) Terlarang

Buku ( Tak) Terlarang

Februari 17, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
IMG_0541

Rina

Maret 29, 2026
76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
96c3f2f0-9b1a-4f4e-8d0d-096b123c0888

Ramadhan di Negeri Seberang,  Membangun Komunikasi Lintas Negara

Maret 29, 2026
ae400032-4021-4ade-8568-70d981b74d63

Ancu Dani, Juru Kunci TPS

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Buku ( Tak) Terlarang

Redaksi by Redaksi
Februari 17, 2026
in Resensi
Reading Time: 3 mins read
0
Buku ( Tak) Terlarang
588
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Riazul Iqbal 

Membaca Buku Reset Indonesia,  langsung membuat kita mengelus dada tentang nafsu penguasa dalam mengelola Indonesia. Sungai tercemar, industri kacau dan kebijakan, tanpa memikirkan apa yang benar-benar dibutuhkan rakyat.

Dalam buku ini dibeberkan banyak fakta tentang tambang yang telah merusak lingkungan berpuluh tahun, meninggalkan berbagai luka bagi masyarakat. Warga di sekitar tambang tetap miskin. Udara, dan air tercemar. Nelayan dan petani menjadi profesi mentereng karena lahan dan laut terus-menerus berkurang kualitasnya, akibat industri dan tambang. 

Baca Juga

Resensi Kritis Buku Ibu Bangsa, Cermin Wajah Bangsa

Februari 24, 2026
Slow Productivity

Slow Productivity

Januari 1, 2026
Bacaan Menjelang Lebaran.

Bacaan Menjelang Lebaran.

Maret 26, 2025

Buku yang ditulis oleh Farid Gaban, Dandhy Laksono, Yusuf Priambodo, dan Benaya Harobu ini adalah hasil dari perjalanan mereka keliling Indonesia via tiga ekspedisi lintas generasi (Farid dan Dandhy sudah tua, sedangkan dua lagi generasi muda). Mereka selama beberapa tahun melakukan ekpedisi Zamrud Khatulistiwa, Indonesia Biru, dan Indonesia Baru demi menelusuri ribuan kilometer perjalanan demi merekam wajah Indonesia yang sesungguhnya. 

Pemerintah menurut buku ini terlalu terburu-buru. Ekonomi harus meningkat, investasi harus masuk besar-besaran, supaya Indonesia maju. Padahal banyak hal baik yang lahir dari masyarakat yang perlu dikembangkan. Ekonomi kerakyatan bisa dibentuk melalui koperasi yang dikelola oleh beragam pengusaha dan petani lokal. 

Koperasi Keling Kumang misalnya. Diambil dari nama tokoh cerita rakyat Dayak, koperasi ini sudah besar dan memiliki konglomerasi bisnis seperti hotel, kampus, sekolah, market dan pengelola ekowisata. 

Koperasi melibatkan masyarakat dan mereka berpartisipasi besar dalam kebijakan, bukan seperti investor yang ekslusifdan tak peduli tentang alam sekitar karena mungkin tak punya rasa memiliki daerah tempat mereka berinvestasi. 

Alam Indonesia sangat kaya akan tanaman dan fauna, sayang sekali kalau dirusak untuk monokultur. Perkebunan sawit merusak alam dan pemandangan. Ada sebuah program yang baik seperti wakaf hutan menyelamatkan banyak hal, menjaga kelestarian alam, sehingga ekosistemnya terjaga. Rakyat terbantu ekonominya karena bisa memetik dan memanen hasil alam dengan melimpah. 

Ajaran Islam wakaf membuat tanah yang diwakafkan tidak boleh diperjualbelikan lagi, sehingga hutan yang diwakaf harus tetap jadi hutan tak boleh disalahgunakan.

Dengan pelestarian alam laut dan hutan maka perkembangan biakan ikan semakin aman dan indah. tak perlu banyak, tapi hasil alam cukup untuk kita semua. Kurangi keserakahan dan keinginan untuk cepat besar tapi mengorbankan alam. 

Buku yang dilarang untuk dibedah di beberapa tempat,  karena ada isu makar. Padahal ide makar (menjadikan Indonesia negara federal) itu hanya ide untuk mengelola Indonesia lebih baik, karena tak semua pulau cocok dengan ide pusat dalam perkembangannya. Misalnya MBG, kadang ada daerah yang sangat diperlukan sekarang adalah fasilitas pendidikan, bukan makan. Ada daerah yang perlu hutan dijaga karena mereka sudah berpenghasilan dengan kelestarian hutan tempat mencari makanan dan sungai-sungai untuk mencari ikan. 

ADVERTISEMENT

Indonesia bukan tak punya apa-apa, sehingga kita harus tergantung utang asing dan investasi. Banyak Hal bisa kita jual dan sangat berharga. Misalnya alam yang Gibran katakan Carbon Capture storageyang tak muncul moncongnya sampai sekarang. Alam yang indah jadi destinasi wisata tanpa harus dibeton dan mengusir penduduknya seperti yang terjadi di pulau Komodo. 

Seperti kata Benaya Harobu di akhir buku, semoga anaknya Hiro dan anak-anak cucu Indonesia bisa menikmati alam negerinya yang indah.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 337x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 298x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 248x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 238x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 192x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare235Tweet147
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5
Puisi

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff
# Kebijakan Trump

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542
Artikel

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518
Artikel

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
Next Post
Meugang yang Basah

Meugang yang Basah

HABA Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Desember 5, 2025

Lomba Menulis Agustus 2025

Juli 31, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    886 shares
    Share 354 Tweet 222
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    872 shares
    Share 349 Tweet 218
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    671 shares
    Share 268 Tweet 168
POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com