POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Memerangi Sampah, Membangun Gerakan Indonesia ASRI

Tabrani YunisOleh Tabrani Yunis
February 6, 2026
Sarjana Dalam Gendongan

Tabrani Yunis saat di Amerika Serikat

🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Tabrani Yunis

Ketika berangkat mengantarkan anak-anak ke sekolah tadi pagi. Di perjalanan penulis menyimak siaran radio RRI Pro 3 FM yang menyiarkan editorial yang terdengar begitu gegap gempita.  Penulis kebetulan  switch on gelombang RRI Pro 3  yang sedang mengudara dan menyampaikan editorial yang bertajuk Perang Terhadap Sampah. 

Sebelum menyampaikan editorial, penulis mendengar suara pidato Presiden RI ke 8, Prabowo Subianto. Masih melekat di alam pikiran penulis suara dengan nada tinggi yang bergelora itu menyatakan perang terhadap sampah. Seperti biasa bahwa apa yang diprogramkan oleh Pak Presiden adalah demi rakyat, sampah harus diperangi.

Mendengar pidato tersebut, sontak pula anak penulis yang kini sudah kelas 2 SMA yang duduk di depan sebelah kiri, juga ikut menyimak pidato dan ulasan itu,berkomentar dan bertanya.

Dengan penuh rasa kaget, Ia  bertanya, mengapa untuk mengatasi masalah sampah, harus turun tangan Presiden Prabowo yang dengan lantang berteriak “ Kita harus perang terhadap sampah”, dengan alasan untuk rakyat? Apakah tidak bisa dikerjakan oleh Menteri, atau pemerintah di setiap daerah, baik provinsi maupun kabupaten/ kota, hingga ke kepala desa?

Pertanyaan itu menyentak ruang kesadaran penulis dan merasa perlu menanggapinya agar ia tidak merasa diabaikan saat mengajukan pertanyaan seperti itu. Apalagi ia masih sebagai siswa yang sedang belajar kritis. Tentu kemampuan bertanya itu perlu dibangun dan diberikan apresiasi.

Dengan sedikit diplomatis, penulis menjawab pertanyaan itu. Ya, idealnya masalah sampah yang kita hadapi ini tidak harus sampai turun tangan Presiden.

Sebab Presiden kita mempunyai tugas yang lebih besar dan juga punya banyak Menteri yang bisa dilibatkan untuk menangani masalah sampah.

Maka, kalau Pak Presiden sudah turun tangan dan berkoar-koar meneriakan agar bangsa ini secara nasional memerangi sampah, berarti masalah sampah sudah menjadi masalah besar. Bisa jadi masalah itu sudah tidak mampu ditangani we tingkat Menteri, apalagi Gubernur, Bupati/ Walikota atau Camat dan Kepala Desa. Ya, karena mereka tidak mampu, maka Presiden harus ambil alih. Apalagi masalah sampah memang menjadi musuh bersama bangsa, sehingga harus diperangi dengan bersama-sama.

📚 Artikel Terkait

Banjir di Sumatera dalam Perspektif Ilmu Kebencanaan dan Ekologi

Bangsa yang Jangan Sampai Ketiduran

Pameran Eksibisi Smong di Museum Tsunami Diminati Pengunjung

Negeriku Kaya Raya, Tapi Banyak Pencuri

Memang benar bahwa sesungguhnya, sampah di dalam masyarakat kita sekarang semakin banyak dan mengganggu kenyamanan. Liputan6.com, Jakarta menulis bahwa Indonesia, sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dengan populasi yang terus bertambah, menghadapi tantangan serius terkait pengelolaan sampah. Masalah ini semakin mendesak, seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan perubahan pola konsumsi masyarakat, di mana menghasilkan lebih banyak limbah.

Data terbaru dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menunjukkan skala permasalahan yang dihadapi, dengan timbunan sampah di Indonesia mencapai 69,7 juta ton sepanjang tahun 2023. Angka ini tidak hanya mencerminkan besarnya volume sampah yang dihasilkan, tetapi juga menggambarkan kompleksitas tantangan yang dihadapi dalam pengelolaan limbah di negara ini.

Jadi masalah sampah di Indonesia memang menjadi masalah serius. Presiden tentu menginginkan agar masalah ini harus bisa ditangani oleh para menteri serta kepala daerah di semua level. Bisa jadi, mengapa Presiden Prabowo akan membuat Gerakan nasional

Presiden Prabowo Subianto seperti ditulis di laman www.setneg.go. Id,  menegaskan komitmen pemerintah dalam menangani persoalan sampah nasional secara serius dan terintegrasi. Dalam taklimatnya pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026, Presiden menyampaikan rencana peluncuran Gerakan Indonesia ASRI (aman, sehat, resik, indah) sebagai gerakan nasional untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan tertata.

Tentu besarnya perhatian Presiden terhadap masalah sampah ini patut kita apresiasi. Namun sebenarnya untuk mengatasi masalah sampah itu adalah dengan melibatkan semua elemen masyarakat sebagai pihak yang berperan dalam memproduksi, menggunakan produk yang menambah kuantitas sampah, serta yang merasa akibat dari persoalan sampah. Penglibatan masyarakat secara aktif dan proaktif adalah sebuah keniscayaan. Tidak boleh tidak. 

Penglibatan masyarakat secara aktif dilakukan mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga evaluasi. Masyarakat juga harus dilibatkan dalam proses edukasi  soal sampah ke komunitas – komunitas dan ke internal keluarga. Hal ini penting sebagai bagian dari meningkatkan kesadaran akan pentingnya mengelola sampah secara bijak dan bahkan bernilai ekonomi.

Bukan masyarakat itu saja, tentu harus dengan melibatkan semua elemen institusi , termasuk ulama dan umara atau pemerintah di semua tingkat, hingga ke level kepala atau ketua lorong. Penglibatan  secara aktif dalam upaya mengatasi sampah itu, tentu saja sesuai dengan tupoksi setiap kepala daerah dalam menggerakkan partisipasi serta pendanaan dan kebijakan.

Pentingnya penglibatan semua elemen dalam mengatasi sampah ini akan mempermudah proses peluncuran dan implementasi gerakan Indonesia ASRI yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto ke depan. 

Selain itu, perlu pula perlu dirangkul pihak-pihak perusahaan yang selama ini berkontribusi besar dalam memproduksi bakal sampah. Perusahaan-perusahaan ini biasanya memiliki program CSR yang potensial untuk ikut terlibat mendukung gerakan Indonesia ASRI di tahun 2026 ini.

Nah, apabila semua stakeholders berpartisipasi secara aktif, maka keberhasilan  gerakan Indonesia ASRI yang direncanakan oleh pemerintah dalam hal ini Presiden Prabowo Subianto, akan bisa berjalan secara sinergis, hingga terciptanya kondisi lingkungan yang bersih dan tertata.

Sekali lagi, bukan hanya itu, harapan terbangunnya budaya bersih di lingkungan masyarakat Indonesia sebagai wujud bangsa yang berbudaya hidup bersih, rapi dan tertata, akan pula menjadikan gerakan Indonesia ASRI bisa berjalan secara berkelanjutan dan konsisten. Sehingga persoalan sampah tidak lagi menjadi persoalan yang sangat rumit dan tak terpecahkan. 

Sebab, budaya hidup bersih yang tinggi akan mampu menciptakan lingkungan bersih, asri dan indah secara berkesinambungan atau berkelanjutan di tengah masyarakat beradab, seperti yang telah dicontohkan oleh negara-negara yang bijak dan berbudaya bersih seperti Singapore dan negara lain di dunia.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 203x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 196x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 157x dibaca (7 hari)
Dunia di Ambang Krisis dan Perang Dunia Ketiga
Dunia di Ambang Krisis dan Perang Dunia Ketiga
25 Jan 2026 • 135x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 130x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Tabrani Yunis

Tabrani Yunis

Bio Narasi Tabrani Yunis, kelahiran Manggeng, Aceh Barat Daya, Aceh berlatarbelakang profesi seorang guru bahasa Inggris, mulai  aktif menulis di media sejak pada medio Juni 1989. Aktif mengisi ruang atau rubrik opini di sejumlah media lokal dan hingga nasional. Menulis artikel, opini, essay dan puisi pilihan hidup yang  kebutuhan hidup sehari-hari. Telah menulis, lebih 1000 tulisan berupa opini, esası dan puisi yang telah publikasikan di berbagai media.Menerbitkan 2 buku, yang merupakan kumpupan tulisan dalam buku Membumikan Literasi dan buku antologi puisi “ Kulukis Namamu di Awan” Aktif terlibat dalam  membangun gerakan literasi anak negeri sejak tahun 1990 terutama di kalangan perempuan dan anak. Bersama mendirikan LP2SM ( Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Sumber daya Manusia) dan di tahun 1993 mendirikan Center for Community Development and Education (CCDE). Lalu, sebagai Direktur CCDE membidani terbitnya Majalah POTRET (2003) dan majalah Anak Cerdas (2013). Kini aktif mengelola Potretonline.com dan majalahanakcerdas.com, sambil mempraktikkan kemampuan entreneurship di POTRET Gallery, Banda Aceh

Please login to join discussion
POTRET Budaya

Memerangi Sampah, Membangun Gerakan Indonesia ASRI

Oleh Tabrani YunisFebruary 6, 2026
digital

Doom Scrolling: Perilaku Baru di Era Digital

Oleh Tabrani YunisJanuary 31, 2026
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    160 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
188
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
97
  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00