POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Kisah Cinta Di Bumi Aceh

RedaksiOleh Redaksi
February 6, 2026
Kisah Cinta Di Bumi Aceh
🔊

Dengarkan Artikel


Oleh : Mustiar Ar


Pasar Peunayong pagi itu hidup oleh suara orang-orang yang berjuang dengan caranya masing-masing. Amir berdiri di antara lapak ikan asin ketika matanya bertaut dengan mata Cut Nurdiana. Kerudungnya sederhana, senyumnya jujur, dan sejak detik itu Amir tahu: ada perasaan yang tak bisa ditawar.


Mereka bertemu lagi dan lagi. Pasar menjadi saksi tumbuhnya cinta yang tak pernah diumumkan, hanya disimpan dalam doa dan rencana kecil. Amir bermimpi membangun rumah kayu dekat laut. Cut Nurdiana bermimpi mengisi rumah itu dengan tawa.


Namun bumi lebih dulu bicara.
26 Desember 2004, tanah Aceh bergetar. Laut bangkit membawa murka. Amir berlari mencari Cut Nurdiana di tengah jerit dan reruntuhan.
Ombak memisahkan mereka di tikungan jalan—tatap terakhir yang tak sempat berpamitan.
Hari-hari setelahnya adalah kuburan tanpa nama. Amir hidup, tapi separuh jiwanya tertinggal. Ia mencari Cut Nurdiana dari posko ke posko, dari daftar korban ke tanah-tanah basah oleh doa. Tahun berganti, harapan menipis, tapi tak pernah benar-benar mati.


Hingga suatu sore, sepucuk surat datang.
Tulisan itu dikenalnya—rapi, miring ke kanan.
Amir, jika surat ini sampai, aku masih hidup.
Langit seolah runtuh dan memeluknya sekaligus.


Mereka bertemu di sebuah panti rehabilitasi. Cut Nurdiana duduk di kursi roda. Wajahnya sama, tapi waktu telah mengambil sesuatu darinya. Ingatannya patah, kakinya lumpuh, masa lalu terpotong oleh gelombang.
Amir berdiri lama, menahan air mata.
“Cut… ini aku,” katanya akhirnya. “Amir.
Orang yang dulu memungut uang recehmu di pasar.”

📚 Artikel Terkait

‎Kulihat Indonesia di Balik Jendela Sekolah

Menulis itu, Sebuah Ritual Kecil yang Sakti

🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH

BENGKEL OPINI RAKyat


Cut Nurdiana menatapnya hati-hati.
“Aku ingin percaya,” ucapnya lirih, “tapi ingatanku seperti halaman yang sobek.”
“Aku tak datang untuk mengingatkanmu,” Amir tersenyum getir. “Aku hanya ingin tahu kau selamat.”


“Maafkan aku,” katanya pelan. “Jika namamu tak lagi mengguncang dadaku.”
“Jangan minta maaf,” jawab Amir. “Cinta tak selalu harus diingat. Kadang cukup tahu orang yang kita cintai masih hidup.”
Hening menyusup di antara mereka.


“Apa kau akan pergi?” tanya Cut Nurdiana.
“Iya,” kata Amir. “Jika aku tinggal, aku akan berharap. Dan harapan… terlalu kejam.”
“Jika suatu hari aku mengingatmu?”
“Anggap aku doa yang pernah singgah.”
Amir melangkah pergi.


Saat punggungnya menjauh, Cut Nurdiana berbisik, hampir tak terdengar,
“Kenapa dadaku terasa sesak melihatmu pergi?”
Amir berhenti sejenak, tanpa menoleh.
“Itu mungkin sisa cinta,” katanya. “Atau luka yang lupa namanya.”
Ia pergi.
Dan di bumi Aceh yang pernah diguncang laut, cinta mereka tetap berdiri—bukan untuk dimiliki, tapi untuk dikenang oleh waktu.


TAMAT 06.02.2026

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 203x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 196x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 157x dibaca (7 hari)
Dunia di Ambang Krisis dan Perang Dunia Ketiga
Dunia di Ambang Krisis dan Perang Dunia Ketiga
25 Jan 2026 • 135x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 130x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
POTRET Budaya

Memerangi Sampah, Membangun Gerakan Indonesia ASRI

Oleh Tabrani YunisFebruary 6, 2026
digital

Doom Scrolling: Perilaku Baru di Era Digital

Oleh Tabrani YunisJanuary 31, 2026
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    160 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
188
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
97
Postingan Selanjutnya
Sarjana Dalam Gendongan

Memerangi Sampah, Membangun Gerakan Indonesia ASRI

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00