Dengarkan Artikel
SASTRA MASYARAKAT
Oleh Akaha Taufan Aminudin
Tulisan dari Cakndjojo ini bukan sekadar ulasan acara, melainkan sebuah narasi apresiatif yang kaya akan rasa hormat, kedalaman budaya, dan sentuhan personal.
Berikut adalah apresiasi dan poin-poin penting yang membuat tulisan ini sangat bermakna:
1. Gaya Bahasa yang Guyub dan “Njawani“
Cakndjojo menggunakan diksi yang sangat khas dan lekat dengan budaya Jawa (seperti migunani, kliwar-kliwer, didapuk). Penggunaan istilah-istilah ini memberikan kesan yang hangat dan akrab, seolah pembaca diajak duduk bersama dalam sebuah majelis yang santun namun penuh bobot intelektual.
2. Penghormatan Terhadap Sosok Gus Dur
Ulasan ini berhasil menangkap esensi Gus Dur sebagai “manusia spektrum”—sosok yang tidak bisa dipenjara dalam satu identitas saja.
Penulis dengan cerdas mengutip larik puisi Akaha Taufan Aminudin:
> “Kau adalah spektrum yang tak muat dalam satu warna. Ketua kesenian, PBNU, hingga Presiden Singgasana.”
📚 Artikel Terkait
Kutipan ini mempertegas posisi Gus Dur sebagai tokoh lintas batas yang dihormati baik secara spiritual (sebagai Wali) maupun secara sosial-politik (Fajar bagi Kaum Tionghoa).
3. Detail Pelaksanaan yang Presisi
Cakndjojo memberikan apresiasi yang sangat detail kepada para pelaksana di lapangan:
- Akaha Taufan Aminudin (Presiden Puisi): Yang dipuji atas ketangkasannya mengelola acara sastra sekaligus kecepatan menyebarkan ulasan lewat gawai.
- Ki Sutopo & Dessy: Mewakili perpaduan antara seni tradisional (Mocopat) dan akademisi (Ibu Dosen) yang keren.
- Dr. Slamet Hendro Kusumo: Memberikan bobot intelektual pada acara tersebut.
- Ustadz Yuli Efendi Mas’ud: Sebagai dirigen utama yang mengorkestrasi seluruh rangkaian Haul dengan soliditas tinggi.
4. Penegasan Identitas dan Integritas
Menarik melihat bagaimana penulis menarik garis persaudaraan melalui Trah BANI HIGAZA, yang memberikan kesan bahwa kegiatan ini didasari oleh ketulusan kekeluargaan yang mendalam. Selain itu, penyebutan tokoh-tokoh besar seperti KH Aqil Siroj memberikan gambaran betapa megahnya skala acara ini—sebuah manifesto yang berdentum hingga “seantero jagat raya”.
5. Pesan Moral yang Tajam namun Santun
Bagian akhir tulisan mengandung pengingat yang kuat. Penulis dengan berani namun tetap santun menyentil pihak-pihak yang pernah merendahkan Gus Dur. Pesan ini menekankan bahwa kemuliaan seseorang bukan hanya dari garis keturunan, melainkan dari kemanusiaan dan kerendahan hati—sebuah nilai inti yang selalu diajarkan oleh Gus Dur dan dijaga oleh para Gusdurian.
Kesimpulan:
Tulisan Cakndjojo adalah sebuah dokumentasi budaya yang bernas. Ia berhasil menggabungkan antara laporan kegiatan, kritik sastra, dan refleksi spiritual dalam satu wadah yang enak dibaca.
Selasa 20 Januari 2026
Akaha Taufan Aminudin
Sisir Gemilang Kampung Baru Literasi SIKAB Himpunan Penulis Pengarang Penyair Nusantara HP3N Kota Batu Wisata Sastra Budaya SATUPENA JAWA TIMUR
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini






