Dengarkan Artikel
RETAK HATE
Gulita memeluk malam dengan sabar,
jangkrik mengalun seperti doa kecil.
Panyot berkelip di sudut rumah,
menahan letih cahaya yang tersisa.
Azan subuh datang perlahan,
mamak meraba air dalam gelap.
Ini bukan kisah masa lalu,
waktu hanya berputar lebih pelan.
Di Aceh, gelap kembali mengajar,
tentang terang yang tak selalu ada.
Anak-anak belajar hidup dari sunyi,
mamak memasak harap dengan napas panjang.
Meulaboh,Des 2025
BOH MANGGIS
📚 Artikel Terkait
Di ujong gampong itu dulu,
pohon manggis milik makdong berjejer rapi.
Setiap musim boh manggis tiba,
kami datang dengan hati riuh—senang.
Senang memilih buah jatuh,
masak maron, ranum di tanah.
Boh manggis dibelah,
dagingnya putih bersih.
Kami menebak lukisan di kulitnya:
enam, lima—kadang salah, kadang benar.
Getah manggis abadi di kaos lusuh kami,
tak luruh meski direndam berhari-hari.
Tahun berganti, waktu berlari;
sebatang demi sebatang hilang, diganti rumah beton menjulang.
Riuh anak ujong gampong pun lenyap—
tersisa kaos lusuh bercap getah manggis.
Ujong Blang, 20.01.2026
biografi penulis :
Cut Putri Dinata ,lahir dan berdomisili di Meulaboh, Aceh Barat ~ Aceh. Ia berprofesi sebagai perawat kesehatan di Puskesmas, dengan peran khusus sebagai perawat konselor kesehatan jiwa.
Selain menekuni dunia kesehatan, Cut Putri Dinata memiliki ketertarikan besar pada dunia kepenulisan. Ia aktif menyalurkan hobinya menulis melalui media sosial dan berbagai ruang literasi. Hingga kini, ia telah menerbitkan satu novel dan satu buku cerita anak, serta berkontribusi dalam sekitar lima belas judul buku antologi.
Di luar aktivitas menulis, ia juga aktif dalam kegiatan literasi di daerahnya. Bersama beberapa rekan, ia turut mendirikan komunitas literasi yang berfokus pada pengembangan minat baca anak-anak.
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini





