Dengarkan Artikel
Oleh: Hendra Er
Jubir Aliansi Gerobak Cangpanah
POTRET lahir bukan dari gemuruh media yang sibuk mengejar sensasi politik, isu SARA, atau lontang-lantung kecaman. Ia justru tumbuh dari kesunyian yang produktif: dari kegelisahan menulis, dari hasrat merawat kata, dan dari keyakinan bahwa literasi adalah jalan panjang untuk membangunkan nalar serta keberanian bersuara. Sejak awal, POTRET memilih menjadi ruang yang mengajak orang berpikir, bukan sekadar bereaksi.
Majalah POTRET ini didirikan oleh Tabrani Yunis pada 11 Januari 2003. Seorang guru yang menutup masa tugas formalnya pada tahun 2022, tetapi tak pernah benar-benar pensiun dari dunia pengabdian. Selain aktif sebagai pegiat literasi, ia juga terlibat dalam kerja-kerja pemberdayaan masyarakat melalui LSM Center for Community Development and Education (CCDE) Banda Aceh. Dari tangan dan gagasan itulah POTRET dirintis sederhana, dan bersahaja.
POTRET tumbuh dari kata-kata yang dirawat dengan kesabaran, dari kalimat yang disusun tanpa tipu daya, dari paragraf yang jujur pada kenyataan. Sejak mula, ia memosisikan diri sebagai ruang bertutur tempat cerita, pikiran, dan pengalaman guna merawat literasi. Kini, ia bertransformasi menjadi potretonline.com, ruh itu tidak berubah. Yang berganti hanyalah medium, esensinya tetap, menghadirkan tulisan-tulisan dengan sudut pandang berbeda terhadap kebanyakan media lainnya.
Di tengah derasnya arus informasi yang bergerak serba cepat, kata-kata sering kehilangan kedalaman. Ia melintas di layar, dibaca sekilas dan berlalu, kemudian lenyap tanpa jejak. POTRET memilih jalur sebaliknya. Ia tidak sekadar menyajikan kabar atau pendapat, tetapi merawat literasi sebagai proses berpikir sebagai upaya memahami realitas dengan lebih jernih. Dari situlah POTRET bertahan, menjadi penanda eksistensinya dalam merawat literasi anak bangsa
Salah satu kekuatan POTRET terletak pada rubrik opininya. Di ruang ini, nalar dipertemukan tanpa perlu meninggikan suara. Perbedaan pandangan tidak diarahkan menjadi pertikaian, melainkan diletakkan sebagai bahan dialog. Opini di POTRET tidak mengklaim diri sebagai kebenaran mutlak, melainkan sebagai penimbangan ulang terhadap realita, mempertanyakan, bahkan meragukan hal-hal yang selama ini diterima begitu saja. Di tengah kebisingan hiruk pikuk sebuah fenomena yang terjadi di belahan masyarakat, rubrik ini menjadi tempat pikiran yang bebas.
Selain itu, POTRET juga menghadirkan rubrik esai sebagai ruang perenungan. Ia berjalan dengan santai, tidak tergesa mengejar viralitas. Esai-esai di POTRET mengajak pembaca menoleh pada hal-hal yang kerap luput dari kegelisahan sosial, perubahan budaya, hingga pengalaman personal yang sunyi namun bermakna. Di sini, kata-kata bekerja bukan hanya untuk menjelaskan, tetapi juga untuk merasakan.
Rubrik refleksi pun tak kalah penting. Ia mengajak pembaca menengok ke dalam diri, menawarkan jeda sebuah ruang hening di tengah dunia yang gaduh. Rubrik ini menegaskan bahwa literasi bukan semata soal pengetahuan, melainkan juga kesadaran diri dan kepekaan batin.
Yang paling menggembirakan, POTRET tidak mengabaikan masa depan. Melalui rubrik Anak-Anak Menulis dalam Majalah Anak Cerdas, POTRET menanam benih literasi sejak usia dini. Anak-anak diberi ruang untuk bercerita dengan bahasa mereka sendiri, tanpa dibebani ukuran mindset orang dewasa. Imajinasi dibiarkan tumbuh secara jujur dan bebas. POTRET seolah memahami bahwa merawat era tidak cukup dengan mencatat hari ini, tetapi juga dengan menyiapkan generasi yang berani berpikir dan menulis.
Peralihan POTRET ke ranah digital melalui potretonline.com bukan sekadar perubahan bentuk, melainkan perluasan makna. Dari halaman cetak ke layar gawai, dari jangkauan terbatas ke audiens yang lebih luas, POTRET tetap setia pada akarnya bahwa merawat literasi adalah cerminan kemajuan berpikir anak bangsa di tengah disrupsi teknologi.
📚 Artikel Terkait
Pada akhirnya, POTRET adalah sebuah cermin. Ia memantulkan wajah zaman melalui tulisan-tulisan yang jujur, kritis, dan penuh empati. Ia lahir dari kata-kata, hidup bersama cerita, dan semoga terus menjaga zaman melalui literasi yang dirawat dengan kesungguhan. Selamat ulang tahun ke-23, Majalah POTRET. Teruslah konsisten menyalakan api literasi bagi anak bangsa.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini






