Dengarkan Artikel
Oleh : Ayunatunnisak
Siswi SMA Negeri 1 Ingin Jaya, Aceh Besar
Tanggal 24 November 2025, hujan tak kunjung berhenti turun membasahi Sumatera. Pohon dan tanah pun sudah tak cukup mampu menampung banyak air, akibat ulah manusia yang serakah. terus menerus menghabiskan tanpa peduli dampak yang akan terjadi. Banjir bercampur tanah datang begitu ganas, melahap apa yang ada di depan, seperti keserakahan manusia, yang tak peduli apa pun itu, hanya demi keuntungan. Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera barat, menjadi sasaran kemarahan alam terhadap ulah manusia. kejadian ini memakan korban dan membuat kerugian yang cukup besar untuk masyarakat.
oooOooo
Tak cukup bumi menahan derita
manusia menebang nafas mereka
Tiap hari diukir dengan alat alat baja
untuk hal hal membuat senang sementara
Hujan turun deras membawa tangisan
Alam tak berdaya dibuat tuk memperkaya
memperkaya kerakusan manusia serakah
Yang berdalih untuk kemansyuran katanya
📚 Artikel Terkait
Gemuruh suara air, tanah, dan pohon pohon
Menyatu menjadi satu seperti roda yang berputar
Melindas tempat tinggal jeritan jeritan
Merata habiskan tak berbentuk
Namun, derita tak cukup tuk menyadarkan
Mereka menutup telinga tuli atas penderitaan
Jeritan orang tua mencari anak anak mereka
Yang hilang dirampas kemurkaan alam
Sembari mengangkat puing puing bangunan
Dengan perut kelaparan kedinginan kehausan
Merintih berdoa dengan sisa sisa tenaga
” Ya Allah, Neuk bak Pat kah neuk…..”
Bahkan dahaga tak lagi jadi tanya
mereka redakan
Dengan air air yang tergenang oleh mayat
Hanya untuk bertahan meski harus meneguk derita
Derita yang diciptakan oleh keserakahan
Aceh, 29 Desember 2025.
https://www.google.com/url?sa=t&source=web&rct=j&opi=89978449&url=https://bpba.acehprov.go.id/berita/kategori/pemerintahan/penebangan-hutan-penyumbang-utama-banjir-di-aceh&ved=2ahUKEwijqoWwku-RAxUSTmwGHU63EAIQFnoECCUQAQ&usg=AOvVaw2jCtFz3Y8OFypUg7I9HVLj
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini





