POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Refleksi Akhir Tahun 2025 Ke Era 2026

RedaksiOleh Redaksi
December 31, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Mustofa W. Hasyim


Menghilang atau berkurangnya pemikir kebudayaan dapat mengarah pada gejala munculnya involusi kebidayaan. Involusi adalah banyaknya kegiatan yang tidak siginifikan terhadap perubahan. Jadi involusi kebudayaan dapat dipahami sebagai terjadinyq banyak kegiatan kebudayaan, tetapi tidak signifikan terhadap perubahan kebudayaan. Sebab kegiatan yang banyak itu cenderung bersifat teknis dan klise. Mungkin ada gebyarnya, tapi, gebyarnya itu tempelan dan lebih bersifat artifisial.


Para pemikir kebudayaan biasanya mampu berfikir altrnatif dan kreatif serta nakal baik dalam memberi makna baru atau mempersegar pesan pesan kultural di balik kegiatan kebudayaan yang ada atau yang dirancang ada.


Ketika di Yogya terasa langka dari hadirnya pemikir kebudayaan,maka ancaman terjadinya involusi kebudayaan bisa saja muncul sewaktu waktu.

📚 Artikel Terkait

Pokok di Seberang

Tradisi Arak-Arakan Pengantin Dengan Iringan Rebana Dalam Pernikahan Adat Jawa Di Gampong Lengkong

Puisi yang Menyentuh dan Lukisan yang Berbicara di Pundensari

PENARI KEMATIAN


Tentu ada cara untuk mencegah involusi kebudayaan itu. Pertama mengadakan dialog kebudayaan yang intensif dan terbuka, sehingga para aktivis kebudayaan bisa berlatih menjadi pemikir kebudayaan. Kedua, kegiatan kebudayaan harus meaningfull atau penuh makna, bukan aktivitas teknis atau sekadar menghibur, semacam klangenan belaka.

Ketiga, melakukan kaderisasi serniman budayawan lewat edukasi dan menjawab tantangan baru dalam kebudayaan. Ibukota yang bergerak dan DIY yang bergerak secara kebudayaan bisa menjadi laboratorium bagi kader seni budaya untuk berkarya dan memikirkan karyanya. Kapasitasnya sebagai pelaku atau seniman dan budayawan bisa bertambah meningkat menjadi pemikir kebudayaan yang kompeten.


Nah. Tiga langkah penting ini bisa fasilitasi di awal tahun 2026. Dengan demikian. Tahun baru senada kebudayaan adalah terbukanya pintu lebar-lebar untuk melaju ke depan. Meninggalkan situasi dan kondisi involusi itu. Siap? *mwh 30 des 2025)

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 84x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 67x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 64x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya

Aceh Pascadamai: Mengapa Ingatan Kolektif Tak Pernah Benar-Benar Usai

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00