• Latest
Inisiasi Gerakan Pemulihan Pasca Banjir Bandang

”AIR YANG MENYATUKAN, API YANG MEMECAH”

Desember 27, 2025
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
IMG_0541

Rina

Maret 29, 2026
76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
96c3f2f0-9b1a-4f4e-8d0d-096b123c0888

Ramadhan di Negeri Seberang,  Membangun Komunikasi Lintas Negara

Maret 29, 2026
ae400032-4021-4ade-8568-70d981b74d63

Ancu Dani, Juru Kunci TPS

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

”AIR YANG MENYATUKAN, API YANG MEMECAH”

Renungan Jumat Pagi 26 Desember 2025

Redaksi by Redaksi
Desember 27, 2025
in Artikel
Reading Time: 4 mins read
0
Inisiasi Gerakan Pemulihan Pasca Banjir Bandang
592
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Pelajaran dari Aceh untuk Negeri yang Mudah Lupa

⸻

I. Hari Ketika Segalanya Runtuh

26 Desember 2004.
Pagi yang retak oleh suara bumi.
Air datang bukan sebagai tamu,
melainkan sebagai pengadil.

Ia meratakan senjata dan slogan,
melucuti seragam dan identitas,
menyapu rumah, harta, kenangan,
dan ratusan ribu jiwa
yang tak sempat pamit pada dunia.

Di Aceh,
DOM tak lagi menakutkan,
GAM tak lagi bersembunyi,
militer tak lagi berhadap-hadapan.

Semua luluh—
bukan hanya oleh air,
tetapi oleh kesadaran akan rapuhnya manusia.

Baca Juga

20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026

⸻

II. Ketika Kemanusiaan Mengalahkan Politik

Ajaibnya,
bantuan datang sejak hari pertama.
Bukan bertanya *“siapa kamu”,
melainkan *apa yang kamu butuhkan*

Di puing-puing,
TNI dan GAM memanggul jenazah yang sama,
relawan lokal dan asing
makan dari dapur darurat yang sama,
doa naik ke langit
tanpa bendera, tanpa kepentingan.

Tak ada konferensi pers berisik,
tak ada saling tuding,
tak ada lomba pencitraan.

Yang ada hanya satu kalimat sunyi:
“Selamatkan yang hidup.”

⸻

III. Rekonstruksi yang Membumi

Rehabilitasi bukan slogan,
rekonstruksi bukan proyek semata.

Ia dirancang dengan mendengar, dilaksanakan dengan melibatkan,diawasi dengan keberanian, dan dipertanggung- jawabkan dengan jujur.

Desa dibangun bersama warganya,
rumah dibangun dengan ingatan penghuninya,
Aceh bangkit
bukan karena kuat,
tetapi karena bersatu.

Dunia belajar dari Aceh.
Aceh menjadi cermin
bahwa bencana bisa menjadi
jalan pulang bagi kemanusiaan.

⸻

IV. Dua Puluh Satu Tahun Kemudian

Kini, dua puluh satu tahun berlalu.
Air masih datang,
tetapi manusia tak lagi serendah hati.

Bencana kini sering lahir
bukan dari alam,
melainkan dari keputusan.

Hutan ditebang tanpa hikmah,
sungai dipersempit tanpa malu,
peringatan diabaikan,
kritik dianggap ancaman.

Dan ketika air naik,
negara sibuk berdebat status,
media gaduh oleh narasi,
instansi saling menjaga wilayah,
sementara rakyat menjaga nyawanya sendiri.

Inilah made disasters —
ketika tragedi adalah hasil pilihan, bukan takdir.

⸻

V. Pelajaran yang Hampir Hilang

Aceh pernah mengajarkan kita:

ADVERTISEMENT

Bahwa dalam krisis,
kecepatan lebih suci dari prosedur.

Bahwa kepemimpinan
bukan menjelaskan,
melainkan memutuskan dan hadir.

Bahwa koordinasi sejati
lahir dari tujuan yang sama,
bukan dari ego lembaga.

Bahwa politik harus menepi
ketika kemanusiaan memanggil.

Namun pelajaran itu
tak diwariskan dengan baik,
tersimpan di arsip,
bukan di kesadaran generasi.

⸻

VI. Doa untuk Negeri yang Pernah Belajar

Tuhan,
Engkau pernah mempertemukan kami
dalam duka yang sama.

Jangan biarkan kami
harus dihancurkan lagi
untuk belajar hal yang sama.

Ajari para pemimpin kami bahwa kuasa adalah amanah,bahwa keputusan adalah ibadah, bahwa menunda keselamatan adalah bentuk pengkhianatan paling sunyi.

Dan ajari kami, rakyat negeri ini,
untuk tidak lupa,
untuk berani mengingat,dan menagih pelajaran dari sejarah yang pernah menyelamatkan kita.

VII. Penutup: Air sebagai Guru

Air pernah menghancurkan Aceh,
tetapi juga menyatukannya.

Kini air kembali datang,
bertanya dengan cara yang sama:

Apakah kalian masih ingat
bagaimana menjadi manusia
saat segalanya runtuh?

Jika jawabannya ya,
maka bencana tak akan sia-sia.
Jika jawabannya tidak, maka yang runtuh bukan negeri—melainkan nurani.

(Hati yang terkunci mati)
ⒷⒽⓌ

https://bimahwibisana.blogspot.com/2025/12/air-yang-menyatukan-api-yang-memecah.html

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 309x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 272x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 235x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 222x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 180x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare237Tweet148
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5
Puisi

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff
# Kebijakan Trump

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542
Artikel

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518
Artikel

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
Next Post
Memuliakan Tamu di Tengah Luka

Memuliakan Tamu di Tengah Luka

HABA Mangat

Majalah POTRET pun Penting dan Perlu Untuk Melihat Wajah Batin dan Spiritualitas Diri Kita

Pemenang Lomba Menulis Februari 2025

Maret 2, 2025

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Februari 17, 2026

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    886 shares
    Share 354 Tweet 222
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    872 shares
    Share 349 Tweet 218
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    671 shares
    Share 268 Tweet 168
POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com