POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

”AIR YANG MENYATUKAN, API YANG MEMECAH”

Renungan Jumat Pagi 26 Desember 2025

RedaksiOleh Redaksi
December 27, 2025
Inisiasi Gerakan Pemulihan Pasca Banjir Bandang
🔊

Dengarkan Artikel

Pelajaran dari Aceh untuk Negeri yang Mudah Lupa

⸻

I. Hari Ketika Segalanya Runtuh

26 Desember 2004.
Pagi yang retak oleh suara bumi.
Air datang bukan sebagai tamu,
melainkan sebagai pengadil.

Ia meratakan senjata dan slogan,
melucuti seragam dan identitas,
menyapu rumah, harta, kenangan,
dan ratusan ribu jiwa
yang tak sempat pamit pada dunia.

Di Aceh,
DOM tak lagi menakutkan,
GAM tak lagi bersembunyi,
militer tak lagi berhadap-hadapan.

Semua luluh—
bukan hanya oleh air,
tetapi oleh kesadaran akan rapuhnya manusia.

⸻

II. Ketika Kemanusiaan Mengalahkan Politik

Ajaibnya,
bantuan datang sejak hari pertama.
Bukan bertanya *“siapa kamu”,
melainkan *apa yang kamu butuhkan*

Di puing-puing,
TNI dan GAM memanggul jenazah yang sama,
relawan lokal dan asing
makan dari dapur darurat yang sama,
doa naik ke langit
tanpa bendera, tanpa kepentingan.

Tak ada konferensi pers berisik,
tak ada saling tuding,
tak ada lomba pencitraan.

Yang ada hanya satu kalimat sunyi:
“Selamatkan yang hidup.”

⸻

III. Rekonstruksi yang Membumi

Rehabilitasi bukan slogan,
rekonstruksi bukan proyek semata.

Ia dirancang dengan mendengar, dilaksanakan dengan melibatkan,diawasi dengan keberanian, dan dipertanggung- jawabkan dengan jujur.

Desa dibangun bersama warganya,
rumah dibangun dengan ingatan penghuninya,
Aceh bangkit
bukan karena kuat,
tetapi karena bersatu.

Dunia belajar dari Aceh.
Aceh menjadi cermin
bahwa bencana bisa menjadi
jalan pulang bagi kemanusiaan.

📚 Artikel Terkait

Orang Kecil selalu Dikorbankan

Bon Kontan Alat Tukar Warga di Langsa di Zaman Awal Kemerdekaan

AIU and Its Mission to Serve Humanity

Sebait Puisi Buat Sahabat Zab Branzah..

⸻

IV. Dua Puluh Satu Tahun Kemudian

Kini, dua puluh satu tahun berlalu.
Air masih datang,
tetapi manusia tak lagi serendah hati.

Bencana kini sering lahir
bukan dari alam,
melainkan dari keputusan.

Hutan ditebang tanpa hikmah,
sungai dipersempit tanpa malu,
peringatan diabaikan,
kritik dianggap ancaman.

Dan ketika air naik,
negara sibuk berdebat status,
media gaduh oleh narasi,
instansi saling menjaga wilayah,
sementara rakyat menjaga nyawanya sendiri.

Inilah made disasters —
ketika tragedi adalah hasil pilihan, bukan takdir.

⸻

V. Pelajaran yang Hampir Hilang

Aceh pernah mengajarkan kita:

Bahwa dalam krisis,
kecepatan lebih suci dari prosedur.

Bahwa kepemimpinan
bukan menjelaskan,
melainkan memutuskan dan hadir.

Bahwa koordinasi sejati
lahir dari tujuan yang sama,
bukan dari ego lembaga.

Bahwa politik harus menepi
ketika kemanusiaan memanggil.

Namun pelajaran itu
tak diwariskan dengan baik,
tersimpan di arsip,
bukan di kesadaran generasi.

⸻

VI. Doa untuk Negeri yang Pernah Belajar

Tuhan,
Engkau pernah mempertemukan kami
dalam duka yang sama.

Jangan biarkan kami
harus dihancurkan lagi
untuk belajar hal yang sama.

Ajari para pemimpin kami bahwa kuasa adalah amanah,bahwa keputusan adalah ibadah, bahwa menunda keselamatan adalah bentuk pengkhianatan paling sunyi.

Dan ajari kami, rakyat negeri ini,
untuk tidak lupa,
untuk berani mengingat,dan menagih pelajaran dari sejarah yang pernah menyelamatkan kita.

VII. Penutup: Air sebagai Guru

Air pernah menghancurkan Aceh,
tetapi juga menyatukannya.

Kini air kembali datang,
bertanya dengan cara yang sama:

Apakah kalian masih ingat
bagaimana menjadi manusia
saat segalanya runtuh?

Jika jawabannya ya,
maka bencana tak akan sia-sia.
Jika jawabannya tidak, maka yang runtuh bukan negeri—melainkan nurani.

(Hati yang terkunci mati)
ⒷⒽⓌ

https://bimahwibisana.blogspot.com/2025/12/air-yang-menyatukan-api-yang-memecah.html

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share4SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
Memuliakan Tamu di Tengah Luka

Memuliakan Tamu di Tengah Luka

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00