• Latest
Ketika Pohon Bicara

Ketika Pohon Bicara

Desember 13, 2025
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
IMG_0541

Rina

Maret 29, 2026
76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
96c3f2f0-9b1a-4f4e-8d0d-096b123c0888

Ramadhan di Negeri Seberang,  Membangun Komunikasi Lintas Negara

Maret 29, 2026
ae400032-4021-4ade-8568-70d981b74d63

Ancu Dani, Juru Kunci TPS

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Ketika Pohon Bicara

Redaksiby Redaksi
Desember 13, 2025
Reading Time: 5 mins read
Ketika Pohon Bicara
590
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Ahmad Gusairi

Ketika pohon bicara, suaranya seperti bisik langit

Lirih turun pelan melalui serat-serat waktu

Baca Juga

a0874485-5883-4836-9faa-17bcddc8a681

Kepiting Dalam Baskom

Maret 29, 2026
​TEOLOGI LIMBAH

​TEOLOGI LIMBAH

Maret 19, 2026
Pada Secangkir Cinta

Pada Secangkir Cinta

Maret 9, 2026

Ia tak berhuruf, namun dapat dibaca

Oleh hati yang masih ingin mengerti asal mula kehidupan

Ia berkata,

“Aku ditanam oleh tangan yang tak terlihat

Oleh kehendak Yang Maha Menumbuhkan.”

Batangnya adalah kitab yang tumbuh

Setiap lingkar usianya adalah ayat

Tentang kesabaran yang tak pernah dipamerkan

Ketika pohon bicara

Daunnya bergetar seperti tasbih yang kehilangan suara

Ia bersaksi tentang musim yang datang dan pergi

Tentang panas yang semakin sombong

Tentang hujan yang kini seperti tamu yang ragu-ragu

Memasuki rumah lama

Akar-akar yang tak pernah dipuji itu bercerita

Bahwa mereka adalah kaki yang terus bersujud

Meski tanah di sekitarnya tak lagi ramah

Meski dunia di atasnya saling berebut

Tanpa tahu ada yang berkorban diam-diam di bawah

Pohon berkata,

“Aku memayungi kalian bukan karena kuat

Tapi karena diperintah oleh cinta

Yang tidak pernah menagih balasan.”

Teduhnya adalah rahmat

Yang sering dianggap sekadar bayangan biasa

Ia mengingat doa manusia yang dahulu sering

Dipanjatkan di bawah rindangnya

Doa yang kini jarang singgah

Karena manusia lebih akrab

Dengan layar ketimbang langit

Ketika pohon bicara

Suaranya seperti tangis yang ditahan lama

Ia bercerita tentang daun-daun

Yang gugur bukan karena usia

Melainkan karena jarak manusia

Dengan alam semakin menjauh

Ia bertanya lirih,

“Masihkah kalian percaya

Bahwa aku dicipta bukan sia-sia?”

ADVERTISEMENT

“Masihkah kalian sadar

Bahwa bayangku adalah pelajaran

Tentang perlindungan dari Tuhan

Yang tak pernah kehabisan cara menjaga?”

Satu ranting patah

Dan dunia seakan diberi tanda kecil

Yang tak disadari siapa pun

Satu batang tumbang

Dan bumi seperti kehilangan satu paragraf

Dari kitab panjang kebijaksanaan

Ketika pohon bicara

Ia tidak mengutuk, tidak menuntut

Ia hanya berharap manusia

Belajar kembali mendengar

Bukan dengan telinga

Melainkan dengan jiwa yang pernah lembut

Sebelum menjadi keras oleh ambisi

Ia berpesan,

“Jika suatu hari kalian ingin pulang

Dari riuh dunia yang tak henti bergemuruh,

Datanglah kepadaku.

Aku tak punya pintu,

Tapi aku selalu membuka diri.”

Dan pada akhirnya

Pohon mengangkat cabangnya ke langit

Seperti tangan yang berdoa

Mengharap bumi tetap dapat dihuni

Oleh anak cucu yang semoga lebih bijak

Dalam memeluk ciptaan-Nya

Sebab ketika pohon bicara

Sesungguhnya yang berbicara adalah Tuhan

Melalui makhluk-Nya yang paling sabar

Dan barangkali

Kita sudah terlalu lama terlambat

Untuk benar-benar mendengar

(_Toboali, 12 Desember 2025_)

_Penulis puisi adalah seorang pengajar di SMAN 1 Toboali, Bangka Selatan. Anggota Satu Pena Bangka Belitung_

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 344x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 306x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 255x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 251x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 196x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post

Menulis Puisi Dengan (Kon)teks Esai

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com