🔊
Dengarkan Artikel
Oleh Heri Iskandar
Cara Mudah Merawat Logika
–‐————‐————————————
Minggu, 30/11/2025 (Edisi 1577)
"Bencana nasional menurut yang kau pahami apa Bib?"
"Peristiwa atau suatu bencana yang terjadi secara luar biasa sehingga menimbulkan korban moril muapun materil yang sangat signifikan sehingga Pemerintah Pusat harus turun tangan langsung menanggulanginya."
"Terus..?"
"Lebih kurang hanya segitu saja yang bisa kujelaskan."
"Kalau bencana darurat nasional bedanya di mana?"
"Skala kejadiannya lebih dahsyah dan sangat-sangat mengerikan lagi. Danpak yang dutimbukkal tidak mampu ditangani oleh Pemerintah sehingga Negara harus turun tangan langsung. Bencana Stunami Aceh contohnya."
"Kalau musibah banjir, tanah longsor dan gempa bumi yang terjadi di Padang, Sumatera Utara dan Aceh menurut kau masuk katagori mana?"
"Aku pribadi condong sebagai bencana nasional. Selain sudah banyak jatuh korban jiwa kerugian yang dutimbulkan pun lumayan parah."
"Yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah Pusat apa? Bencana nasionalkah atau bencana darurat nasional?"
"Tidak dua-duanya!"
"Kurang ajar!"
"Jangan emosi dulu Abangku karena itu hasil yang aku pantau higgga jam 21.00 WIB tadi malam. Bisa saja tiba-tiba berubah bila keadaannya makin memburuk!"
"Maaf, emosi sekali aku mendengarnya. Apa karena kejadiannya di Sumatera bukan di Jawa makanya dianggap itu bukan bencana nasional..?"
"Aku tidak pernah bilang Pemerintah tidak menganggap itu bukan bencana Bang!"
"Terus kenapa terkesan Pemerintah Pusat seperti meremhkan sehingga dianggap yang terjadi di sana hanya bencana lokal saja?"
"Menurut Ketua BNPB Pusat bilang bencana yang terjadi di kampung Abang, Padang dan Aceh itu masih bisa ditangani oleh Pemerintah Provinsi!"
"Ketua BNPB itu siapa namanya? Tau kau..?"
"Letjen TNI Suharyanti kalau aku tidak salah baca!"
"Apa dia tau orang-orang di daerah begitu menderita? Bahkan Gubernur Aceh saja bilang ngerinya hampir sama dengan Tsunami?"
"Ya ada kubaca juga itu Bang!"
"Apa dia tau apa yang terjadi di lokasi? Di mana-mana sudah terjadi aksi penjarahan toko atau mini marjet karena rakyat mulai kelaparan?"
"Ya banyak pihak yang khawatir itu akan menimpa rumah pengusaha atau rumah pejabat yang tidak ikut terdampak?"
"Apa Pak Jenderal tau itu? Jangan-jangan ia hanya duduk di kantor mendengar laporan anak buahnya saja. Coba turun ke lokasi biar merasakan derita korban dan lihat sensudiri apa pemerintah setempat kewalahan tidak?"
"Itu aku setuju sekali Bang. Tidak ada yang bisa dilakukan pemerintah di sana ketika banyak jalan yang amblas, jembatan terputus dan listrik padam total berhari-hari."
“Bila saja jaringan selulernya tidak terganggu mau rasanya aku memprovokasi korban khususnya mereka yang ada di kampungku Sumut sana.”
“Provokasi untuk apa..?”
“Cari di mana rumah, kantor dan seluruh harta pemilik ribuan batang kayu gelondongan yang dibawa banjir itu berada?”
“Untuk apa..?”
“Jarah dan dibakar saja rumah dan kantor mereka. Bajingan itulah yang telah memporak porandakan negeri ini..!”
🙏Heri Iskandar
📚 Artikel Terkait
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis.
Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.






