Dengarkan Artikel
Oleh Novita Sari Yahya
Pendahuluan
Perjuangan kemerdekaan Indonesia tidak hanya diwujudkan melalui diplomasi dan perjuangan bersenjata, tetapi juga melalui gerakan sosial-ekonomi rakyat. Salah satu organisasi politik yang memadukan antara perjuangan politik dan ekonomi kerakyatan adalah Partai Indonesia Raya (Parindra). Didirikan pada tahun 1935 di Surakarta, Parindra merupakan hasil penggabungan antara Budi Utomo dan Persatuan Bangsa Indonesia (PBI). Partai ini menjadi wadah bagi kaum terpelajar bumiputra, terutama alumni STOVIA, untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia secara konstitusional melalui pemberdayaan ekonomi rakyat.
Di Jambi, Parindra tumbuh sebagai gerakan politik yang memiliki orientasi sosial yang kuat. Cabang Parindra di Jambi dipimpin oleh dr. Sagaf Yahya, tokoh pergerakan yang kemudian diangkat sebagai Residen pertama Jambi tahun 1945. Melalui kepemimpinannya, Parindra berusaha mengorganisasi kekuatan rakyat kecil, petani, buruh, dan pedagang kecil — untuk membangun ekonomi yang mandiri dan berkeadilan. Upaya ini mencerminkan semangat nasionalisme yang berakar pada realitas sosial-ekonomi daerah.
Kondisi Sosial-Ekonomi Jambi pada Masa Kolonial
Pada masa kolonial Belanda, struktur ekonomi Jambi didominasi oleh sistem perkebunan dan perdagangan hasil bumi, seperti karet, kelapa, kopi, dan hasil hutan. Meskipun Jambi memiliki sumber daya alam yang melimpah, hasilnya tidak dinikmati oleh masyarakat lokal. Sebagian besar keuntungan dikuasai oleh perusahaan kolonial dan pedagang besar yang terhubung dengan sistem ekonomi Belanda. Sementara itu, rakyat kecil (kaum marhaen) hidup dalam ketergantungan ekonomi terhadap tengkulak dan rentenir.
Kesenjangan ini melahirkan kesadaran di kalangan kaum terpelajar lokal bahwa kemerdekaan tidak hanya berarti pembebasan politik, tetapi juga pembebasan ekonomi. Dalam konteks inilah Parindra hadir di Jambi, membawa gagasan swadesi ekonomi memproduksi, mengonsumsi, dan mengelola hasil bumi sendiri tanpa bergantung pada kolonial.
Parindra dan Ideologi Kemandirian Rakyat
Walaupun Parindra dikenal sebagai partai yang bersifat kooperatif terhadap pemerintah kolonial (karena memanfaatkan Volksraad sebagai saluran politik legal), di lapangan partai ini memperjuangkan kemandirian ekonomi rakyat. Dalam program partai yang tertulis pada Kongres Parindra 1937 di Surabaya, dijelaskan bahwa tujuan partai meliputi:
- Memperkuat ekonomi rakyat melalui pendirian koperasi dan bank nasional.
- Menumbuhkan swadesi ekonomi, yaitu penggunaan dan produksi barang-barang buatan sendiri.
- Meningkatkan pendidikan rakyat, terutama di bidang sosial dan ekonomi.
- Menggalang solidaritas sosial antarpetani dan buruh.
(Abhiseva, 2024; Wirabuana, 2023; Wikipedia, 2024).
Program tersebut mencerminkan bahwa Parindra bukan hanya partai politik, tetapi juga organisasi sosial yang berupaya membangun kesadaran ekonomi rakyat sebagai basis perjuangan nasional.
Dr. Sagaf Yahya dan Kepemimpinan Parindra di Jambi
Di Jambi, cabang Parindra dipimpin oleh dr. Sagaf Yahya, lulusan STOVIA yang dikenal sebagai tokoh nasionalis moderat. Dalam catatan Sejarah Kebangkitan Nasional Daerah Jambi (Kemendikdasmen, 2018), dr. Sagaf aktif mengorganisasi kelompok petani, guru, dan pemuda di wilayah Muara Bulian dan Kota Jambi. Ia memprakarsai pembentukan perkumpulan ekonomi rakyat yang berfungsi seperti koperasi: anggota menyetor iuran mingguan dan mendapatkan bantuan modal bergilir tanpa bunga tinggi.
Gerakan ini bertujuan menghindarkan rakyat dari jeratan rentenir dan tengkulak kolonial. Selain itu, cabang Parindra Jambi juga mendirikan lembaga pendidikan rakyat untuk meningkatkan kemampuan literasi ekonomi, seperti pencatatan hasil panen dan pelatihan manajemen usaha kecil. Upaya ini menunjukkan bahwa pemberdayaan ekonomi rakyat menjadi strategi politik kebangsaan di tingkat lokal.
Ekonomi Swadesi dan Gerakan Koperasi
Konsep swadesi ekonomi yang diusung Parindra menjadi inti dari gerakan ekonomi rakyat di Jambi. Melalui berbagai perkumpulan kecil dan koperasi, Parindra berusaha menumbuhkan kesadaran bahwa kemerdekaan sejati dimulai dari kemampuan rakyat untuk berdiri di atas kekuatan ekonominya sendiri.
📚 Artikel Terkait
a. Produksi dan konsumsi lokal
Parindra mengampanyekan penggunaan produk lokal, seperti pakaian tenun, bahan pangan lokal, serta hasil bumi Jambi. Kampanye “Cintai hasil sendiri” dilakukan melalui pengajian, sekolah, dan perkumpulan perempuan.
b. Pembentukan koperasi rakyat
Koperasi dijadikan wadah perjuangan ekonomi. Menurut dokumen kolonial yang dikutip dalam Sejarah Kebangkitan Nasional Daerah Jambi (2018), pada akhir 1930-an hingga awal 1940-an terdapat beberapa koperasi yang terhubung secara ideologis dengan cabang Parindra. Meski tidak semuanya diakui secara resmi oleh pemerintah kolonial, keberadaan koperasi ini memperlihatkan bentuk perlawanan ekonomi rakyat.
Pendidikan sosial-ekonomi
Parindra di Jambi juga mengadakan kursus dan ceramah tentang “ekonomi rakyat” di rumah-rumah kader atau balai kampung. Kegiatan ini menggabungkan unsur pendidikan, sosial, dan politik secara bersamaan. Rakyat diajarkan bahwa kemiskinan bukanlah takdir, melainkan akibat struktur ekonomi kolonial yang bisa dilawan dengan organisasi dan gotong royong.
Strategi Politik dan Tantangan Gerakan
Parindra memiliki posisi politik yang khas: kooperatif di tingkat nasional, tetapi radikal dalam praktik sosial di tingkat daerah. Di Jambi, aktivitas Parindra sering diawasi ketat oleh pemerintah kolonial karena dianggap berpotensi “menghasut rakyat”. Beberapa perkumpulan ekonomi dibatasi aktivitasnya, sementara tokoh-tokoh lokal sering dipanggil oleh pejabat kolonial untuk memberikan klarifikasi.
Namun, strategi dr. Sagaf Yahya sangat cerdas. Ia menempatkan kegiatan ekonomi rakyat di bawah naungan pendidikan dan kesehatan masyarakat, sehingga tidak mudah dicurigai sebagai kegiatan politik subversif. Melalui cara ini, Parindra di Jambi tetap dapat menjalankan misinya membangun basis rakyat tanpa benturan langsung dengan pemerintah kolonial.
Parindra dalam Masa Transisi Kemerdekaan
Ketika Jepang menduduki Indonesia tahun 1942, semua partai politik, termasuk Parindra, dibubarkan. Akan tetapi, jaringan sosial yang dibangun Parindra tetap hidup. Banyak anggota Parindra kemudian bergabung dengan organisasi rakyat bentukan Jepang seperti Keimin Bunka Shidosho dan Putera, lalu setelah Proklamasi 1945 kembali aktif dalam perjuangan kemerdekaan.
Dr. Sagaf Yahya yang pernah memimpin Parindra Jambi diangkat menjadi Residen pertama Jambi setelah kemerdekaan. Dalam posisinya, ia melanjutkan semangat Parindra: mendorong pembentukan koperasi rakyat, penguatan lumbung pangan, dan distribusi hasil pertanian yang adil. Kebijakan ini menandai kesinambungan antara ide-ide ekonomi Parindra dengan program pemerintahan daerah pascakemerdekaan.
Warisan Sosial dan Ekonomi Parindra di Jambi
Warisan Parindra di Jambi dapat ditelusuri dalam dua aspek utama:
- Warisan kelembagaan:
Pembentukan koperasi dan perkumpulan tani yang tumbuh di masa kemerdekaan awal merupakan kelanjutan dari jaringan ekonomi rakyat Parindra. Model simpan-pinjam, iuran gotong royong, dan sistem pembagian keuntungan yang adil menjadi pola dasar koperasi di Jambi hingga dekade 1950-an. 2.Warisan ideologis:
Semangat keterpihakan pada rakyat kecil dan prinsip “berdikari” (berdiri di atas kaki sendiri) menjadi bagian dari etos sosial masyarakat Jambi. Nilai-nilai gotong royong, kesederhanaan, dan kemandirian ekonomi yang diperjuangkan Parindra menjadi fondasi bagi gerakan sosial dan pendidikan rakyat di masa berikutnya.
Analisis: Nasionalisme Ekonomi sebagai Dasar Kemandirian
Pendekatan Parindra terhadap kelompok marhaen di Jambi memperlihatkan bentuk nasionalisme ekonomi yang progresif. Parindra memahami bahwa politik tidak akan berarti tanpa kekuatan ekonomi di tangan rakyat. Melalui pemberdayaan petani, koperasi, dan organisasi sosial, Parindra membangun struktur ekonomi kerakyatan yang menjadi basis bagi kemerdekaan politik.
Dalam konteks teori pembangunan nasional, gerakan Parindra dapat dikategorikan sebagai bentuk nasionalisme populis-ekonomi, di mana kemandirian ekonomi rakyat menjadi bagian dari proyek kebangsaan. Nilai-nilai swadesi, gotong royong, dan solidaritas sosial menjadi bentuk konkret dari nasionalisme yang membumi.
Kesimpulan
Gerakan Parindra di Jambi merupakan salah satu contoh terbaik dari integrasi antara perjuangan politik dan ekonomi rakyat. Melalui kepemimpinan dr. Sagaf Yahya, Parindra berhasil mengorganisasi rakyat kecil untuk membangun ekonomi berbasis kemandirian dan solidaritas. Upaya tersebut tidak hanya membantu memperbaiki kesejahteraan masyarakat, tetapi juga menumbuhkan kesadaran nasional yang kuat.
Semangat keterpihakan kepada kaum marhaen, penguatan ekonomi rakyat, dan gerakan swadesi menjadikan Parindra sebagai pelopor gagasan nasionalisme ekonomi di Indonesia. Di Jambi, warisan ini terus hidup dalam bentuk lembaga-lembaga sosial dan semangat gotong royong masyarakat hingga kini.
Daftar Referensi
- Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. (2018). Sejarah Kebangkitan Nasional Daerah Jambi.
https://repositori.kemendikdasmen.go.id/7432/1/SEJARAH%20KEBANGKITAN%20NASIONAL%20DAERAH%20JAMBI.pdf - Kompas.com. (2020). Sejarah Partai Indonesia Raya (Parindra).
https://www.kompas.com/skola/read/2020/12/25/195547569/sejarah-partai-indonesia-raya-parindra - Universitas Wirabuana. (2023). Partai Indonesia Raya (Parindra): Sejarah, Tujuan, dan Perjuangan.
https://wirabuana.ac.id/artikel/partai-indonesia-raya-parindra-sejarah-tujuan-dan-perjuangan/ - Kumparan. (2023). Mengenal Latar Belakang Parindra yang Berdiri pada 1935.
https://m.kumparan.com/sejarah-dan-sosial/mengenal-latar-belakang-parindra-yang-berdiri-pada-1935-21KEXTCtGuN - Abhiseva.id. (2024). Parindra: Partai Indonesia Raya, Sejarah dan Program Perjuangan.
https://www.abhiseva.id/2024/03/parindra-partai-indonesia-raya.html - Wikipedia Indonesia. (2024). Partai Indonesia Raya (Parindra).
https://id.wikipedia.org/wiki/Partai_Indonesia_Raya - Flipbuilder Digital Text. (n.d.). Strategi Pergerakan Nasional (Hal. 18).
https://online.flipbuilder.com/yuonl/fsdy/files/basic-html/page18.html - YouTube. (n.d.). Sejarah Parindra.
https://youtu.be/Ove4xU9Ji9o?si=5A2dfPJSfbCAmrFb
Novita sari yahya
Penulis dan peneliti
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini






