POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Wartawan vs Warganet

Catatan Paradoks; Wayan Suyadnya

RedaksiOleh Redaksi
November 1, 2025
🔊

Dengarkan Artikel


Wartawan Indonesia hidup di antara dua dunia: dunia ideal yang diatur oleh Undang-Undang, dan dunia nyata yang seringkali tak lagi tunduk pada aturan.

Di atas kertas, mereka bekerja berlandaskan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers — sebuah kitab suci bagi kebebasan berpendapat yang lahir dari reformasi.

Bagi mereka yang bersiaran lewat radio dan televisi, ada Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran yang dijadikan pedoman. Dalam dunia penyiaran, dua undang-undang itu berjalan beriring, seperti dua tangan yang menggenggam kebenaran dari arah berbeda.

Namun dunia jurnalisme bukan hanya perkara undang-undang. Ia juga menyangkut hati nurani, kode etik, dan norma tempat ia berpijak.

Wartawan yang sejati tahu: pena, mikrofon, dan kamera bukan sekadar alat kerja—mereka adalah perpanjangan dari nurani publik.

Dunia kini berubah. Batas antara wartawan dan warganet makin kabur. Tipis sekali. Karya jurnalistik dan unggahan media sosial bersaing dalam kecepatan dan perhatian.

Lalu siapa sebenarnya wartawan itu? Bukan Dewan Pers yang melahirkannya, bukan pula organisasi wartawan seperti PWI atau AJI yang menobatkannya.

Seorang wartawan lahir ketika perusahaan pers mempercayakan kepada pena, mikrofon, dan tanggung jawab untuk menyiarkan fakta kepada publik.

📚 Artikel Terkait

Dua Ekor Ayam dan Darah yang Mengering

Momen Pelantikan Gubernur, HMI Pertanian USK Soroti Tantangan Dan Harapan Besar Sektor Pertania Aceh

Rasuna Said: Singa Podium yang Mengguncang Zaman

Gadis yang Berhasil di Jalan yang Tidak Direncanakan

Dewan Pers hanya mengukur kompetensinya—muda, madya, atau utama. Organisasi wartawan hanya menyediakan rumah untuk bernaung dan bertukar pikiran.

Status wartawan sejati bukan pada kartu yang digantung di dada, melainkan pada integritas yang tertulis di nurani.

Ironisnya, dunia pers kita sedang diserang paradoks dari segala arah. Banyak yang mengaku wartawan hanya karena punya kamera dan akun media. Mengaku jurnalis hanya karena bisa menulis tajam di medsos.

Padahal karya jurnalistik memiliki makna yang jauh lebih dalam: ia adalah hasil kerja jurnalistik yang dimuat, disiarkan, atau ditayangkan melalui media jurnalistik, oleh pekerja jurnalistik, berdasarkan proses jurnalistik.

Proses itulah yang membedakan berita dengan bisik-bisik, fakta dengan opini, jurnalisme dengan gosip digital yang kini banyak berkembang dan berseliweran di layar handphone kita.

Dalam karya jurnalistik ada redaktur yang menyaring, ada kode etik yang menjaga, ada hak jawab dan hak tolak yang melindungi. Sementara di media sosial, siapa yang bertanggung jawab? Di sana, ketika masalah muncul, Undang-Undang ITE menunggu di ujung jari, bukan UU Pers yang melindungi di balik meja redaksi.

Paradoksnya lagi, masyarakat kini sering tak peduli dari mana informasi datang. Apakah dari media jurnalistik yang diverifikasi, atau dari akun anonim yang viral. Kecerdasan penerima berita itulah yang menjadi benteng terakhir peradaban informasi.

Karena itu, 5W+1H bukan sekadar rumus, melainkan pisau bedah akal sehat: siapa yang berbicara, apa yang terjadi, kapan peristiwa berlangsung, di mana tempatnya, mengapa itu penting, dan bagaimana kebenaran itu terjadi.

Di zaman ketika “trending” lebih cepat daripada “fakta”, ketika “klik” lebih berharga daripada “verifikasi”, wartawan sejati adalah mereka yang tetap berdiri di tengah badai digital, memegang pena dengan keberanian, dan menulis dengan tanggung jawab.

Mereka adalah penjaga antara kebebasan dan kehati-hatian, antara suara publik dan suara hati, antara dunia nyata dan dunia maya. Dan, di sanalah, jurnalisme Indonesia terus berdiri — di tengah dunia paradoks, di antara hukum, etika, dan nurani.

Denpasar, 31 Oktober 2025

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

🚩🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00