POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Sisakan Ragu

Don ZakiyamaniOleh Don Zakiyamani
October 30, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Don Zakiyamani

Seorang senior tampak lesu menatap buku hasil karyanya. Seolah kurang puas dengan hasil edit naskah. Bahkan bisa dibilang tidak ada penyuntingan naskah sama sekali. Lalu mengapa hal itu dapat terjadi?

Setelah merenung panjang hingga dua gelas kopi lenyap, barulah dapat jawaban. Mereka memiliki rasa percaya penuh tanpa curiga sedikit pun. Penulis dan penyunting naskah sama-sama saling percaya pada kemampuan masing-masing. Penyunting percaya bahwa penulis merupakan penulis senior yang mustahil melakukan kesalahan.

Penulis pun demikian, editor merupakan orang yang sudah dikenal. Punya reputasi bagus sehingga percaya bahwa hasil editnya pasti memuaskan. Demikianlah hasil sebuah rasa percaya penuh tanpa ragu sedikit pun. Padahal sikap itu tidak ilmiah, mengaburkan nilai kebenaran, bahkan berpotensi menyesatkan atau minimal menimbulkan rasa kecewa di kemudian hari.

Dalam kehidupan kita sehari-hari, kasus-kasus serupa meski tak sama sering kita dapati. Kasus hamil sebelum nikah, selingkuh nyonya dengan bawahan, atau paling sering kecewa pada orang yang didukung untuk mendapat posisi tertentu namun kemudian berkhianat.

Bila hal-hal di atas melibatkan orang lain, percaya penuh pada logika, perasaan, dan pengetahuan sendiri juga berdampak demikian. Misalnya, kita begitu percaya sepenuhnya pada kebenaran menurut versi logika dan perasaan kita. Kemudian kita mudah menyalahkan orang lain, bahkan menghardik. Kita pun enggan, bahkan malas merefleksikannya, malas mengevaluasinya.

Francis Bacon memberi istilah itu dengan idols of mind. Fanatisme terhadap pikiran dan perasaan sendiri terkadang memenjara kita dalam gua, jika meminjam istilah Plato. Itulah mengapa kita kemudian enggan membaca buku, mencoba hal baru, memiliki perspektif baru, karena kita begitu yakin bahwa kita tahu banyak, kita tahu segalanya, kebenaran sudah mutlak. Padahal sebaliknya, ketika kita merasa tahu, sebenarnya kita tidak tahu apa-apa.

📚 Artikel Terkait

Teka Teki RUU Sisdiknas: Madrasah

I am Growing Up, I have My Way

Aku Lupa Aku Manusia

Kemenangan Miss Universe: Satu Dekade Advokasi dan Figur Inspiratif

Dampaknya nyata dapat kita lihat dan rasakan di mana-mana. Lihatlah sesuatu begitu mudah viral, respons berlebihan alias mengikuti tren pendapat orang banyak seolah itulah kebenaran. Inilah yang disabdakan Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, “Umat Islam akan mayoritas namun seperti buih di lautan.” Kalaupun bukan buih, seperti debu yang terkena angin.

Jadi, rasa ragu merupakan kebutuhan. Selalu sisakan rasa ragu bahkan pada diri sendiri. Minimal, rasa ragu itulah yang akan membantu ketika harapan tidak sesuai kenyataan. Artinya, kita tetap memiliki kenyataan meski kecil. Bayangkan bila kita menaruh harapan seratus persen tanpa ragu dan harapan berbanding terbalik dengan kenyataan.

Menyisakan ragu juga sangat berguna di era banjir informasi. “Ada pria menceraikan istrinya karena lulus PPPK.” Tanpa ragu, seorang pejabat pun menjadi lelucon, misalnya ia mengambil tindakan pemecatan. Padahal tidak ada aturan menceraikan istri berdampak pada pemecatan. Di kasus lain pun banyak kita temui hal yang sama.

Lihatlah bagaimana kasus-kasus penipuan, asusila, nyaris semua dilakukan oleh orang-orang dekat korban. Mengapa? Karena rasa ragu tidak tersisa. Kalaupun bukan orang-orang dekat, mereka menggunakan nama dan foto orang-orang dekat korban. Sebagaimana saya uraikan di atas, bahkan dengan diri sendiri pun kita sering tertipu.

Karenanya, mari sisakan ragu dalam segala hal. Hubungan kerja, personal, bahkan dalam urusan ibadah sekalipun. Jangan merasa sudah bertumpuk pahala lalu jumawa, siapa tahu malah semua itu pembayar dosa, sebagaimana Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

“Tahukah kalian siapa orang yang bangkrut itu?” Para sahabat menjawab, “Orang yang bangkrut di antara kami ialah orang yang tidak memiliki dirham dan tidak memiliki harta benda.”
Beliau bersabda:

“Sesungguhnya orang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa pahala salat, puasa, dan zakat, tetapi ia datang juga dengan membawa (dosa) karena telah mencaci orang lain, menuduh orang lain, memakan harta orang lain, menumpahkan darah orang lain, dan memukul orang lain. Maka orang-orang itu diberikan pahala kebaikannya satu per satu. Jika pahala kebaikannya telah habis sebelum dosa-dosanya dibayar, maka dosa mereka diambil dan dibebankan kepadanya, lalu ia dilemparkan ke dalam neraka.” (HR. Muslim No. 2581).

Sebelum mengakhiri tulisan senda gurau ini, izinkan saya sisakan rasa ragu bahwa Anda benar-benar paham akan pentingnya rasa ragu. Mulai saat ini, setiap ada informasi di media sosial, media online, cetak, TV, maupun dari orang terdekat Anda, jangan buru-buru merespons dengan amarah atau senang berlebihan. Sisakan rasa ragu. Karena Imam asy-Syafi‘i berpesan, “Ketika engkau marah, diamlah. Saat engkau sedang gembira, timbanglah ucapanmu.”

Wallāhu a‘lam bish-shawāb.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 85x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 67x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 64x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Don Zakiyamani

Don Zakiyamani

Penikmat kopi tanpa gula

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya

Kekuatan Growth Mindset dalam Ruang Kelas Transformatif

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00