• Latest

Sisakan Ragu

Oktober 30, 2025
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
IMG_0541

Rina

Maret 29, 2026
76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
96c3f2f0-9b1a-4f4e-8d0d-096b123c0888

Ramadhan di Negeri Seberang,  Membangun Komunikasi Lintas Negara

Maret 29, 2026
ae400032-4021-4ade-8568-70d981b74d63

Ancu Dani, Juru Kunci TPS

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Sisakan Ragu

Don Zakiyamani by Don Zakiyamani
Oktober 30, 2025
in Artikel
Reading Time: 3 mins read
0
587
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Don Zakiyamani

Seorang senior tampak lesu menatap buku hasil karyanya. Seolah kurang puas dengan hasil edit naskah. Bahkan bisa dibilang tidak ada penyuntingan naskah sama sekali. Lalu mengapa hal itu dapat terjadi?

Setelah merenung panjang hingga dua gelas kopi lenyap, barulah dapat jawaban. Mereka memiliki rasa percaya penuh tanpa curiga sedikit pun. Penulis dan penyunting naskah sama-sama saling percaya pada kemampuan masing-masing. Penyunting percaya bahwa penulis merupakan penulis senior yang mustahil melakukan kesalahan.

Baca Juga

20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026

Penulis pun demikian, editor merupakan orang yang sudah dikenal. Punya reputasi bagus sehingga percaya bahwa hasil editnya pasti memuaskan. Demikianlah hasil sebuah rasa percaya penuh tanpa ragu sedikit pun. Padahal sikap itu tidak ilmiah, mengaburkan nilai kebenaran, bahkan berpotensi menyesatkan atau minimal menimbulkan rasa kecewa di kemudian hari.

Dalam kehidupan kita sehari-hari, kasus-kasus serupa meski tak sama sering kita dapati. Kasus hamil sebelum nikah, selingkuh nyonya dengan bawahan, atau paling sering kecewa pada orang yang didukung untuk mendapat posisi tertentu namun kemudian berkhianat.

Bila hal-hal di atas melibatkan orang lain, percaya penuh pada logika, perasaan, dan pengetahuan sendiri juga berdampak demikian. Misalnya, kita begitu percaya sepenuhnya pada kebenaran menurut versi logika dan perasaan kita. Kemudian kita mudah menyalahkan orang lain, bahkan menghardik. Kita pun enggan, bahkan malas merefleksikannya, malas mengevaluasinya.

Francis Bacon memberi istilah itu dengan idols of mind. Fanatisme terhadap pikiran dan perasaan sendiri terkadang memenjara kita dalam gua, jika meminjam istilah Plato. Itulah mengapa kita kemudian enggan membaca buku, mencoba hal baru, memiliki perspektif baru, karena kita begitu yakin bahwa kita tahu banyak, kita tahu segalanya, kebenaran sudah mutlak. Padahal sebaliknya, ketika kita merasa tahu, sebenarnya kita tidak tahu apa-apa.

Dampaknya nyata dapat kita lihat dan rasakan di mana-mana. Lihatlah sesuatu begitu mudah viral, respons berlebihan alias mengikuti tren pendapat orang banyak seolah itulah kebenaran. Inilah yang disabdakan Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, “Umat Islam akan mayoritas namun seperti buih di lautan.” Kalaupun bukan buih, seperti debu yang terkena angin.

Jadi, rasa ragu merupakan kebutuhan. Selalu sisakan rasa ragu bahkan pada diri sendiri. Minimal, rasa ragu itulah yang akan membantu ketika harapan tidak sesuai kenyataan. Artinya, kita tetap memiliki kenyataan meski kecil. Bayangkan bila kita menaruh harapan seratus persen tanpa ragu dan harapan berbanding terbalik dengan kenyataan.

Menyisakan ragu juga sangat berguna di era banjir informasi. “Ada pria menceraikan istrinya karena lulus PPPK.” Tanpa ragu, seorang pejabat pun menjadi lelucon, misalnya ia mengambil tindakan pemecatan. Padahal tidak ada aturan menceraikan istri berdampak pada pemecatan. Di kasus lain pun banyak kita temui hal yang sama.

Lihatlah bagaimana kasus-kasus penipuan, asusila, nyaris semua dilakukan oleh orang-orang dekat korban. Mengapa? Karena rasa ragu tidak tersisa. Kalaupun bukan orang-orang dekat, mereka menggunakan nama dan foto orang-orang dekat korban. Sebagaimana saya uraikan di atas, bahkan dengan diri sendiri pun kita sering tertipu.

Karenanya, mari sisakan ragu dalam segala hal. Hubungan kerja, personal, bahkan dalam urusan ibadah sekalipun. Jangan merasa sudah bertumpuk pahala lalu jumawa, siapa tahu malah semua itu pembayar dosa, sebagaimana Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

“Tahukah kalian siapa orang yang bangkrut itu?” Para sahabat menjawab, “Orang yang bangkrut di antara kami ialah orang yang tidak memiliki dirham dan tidak memiliki harta benda.”
Beliau bersabda:

“Sesungguhnya orang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa pahala salat, puasa, dan zakat, tetapi ia datang juga dengan membawa (dosa) karena telah mencaci orang lain, menuduh orang lain, memakan harta orang lain, menumpahkan darah orang lain, dan memukul orang lain. Maka orang-orang itu diberikan pahala kebaikannya satu per satu. Jika pahala kebaikannya telah habis sebelum dosa-dosanya dibayar, maka dosa mereka diambil dan dibebankan kepadanya, lalu ia dilemparkan ke dalam neraka.” (HR. Muslim No. 2581).

Sebelum mengakhiri tulisan senda gurau ini, izinkan saya sisakan rasa ragu bahwa Anda benar-benar paham akan pentingnya rasa ragu. Mulai saat ini, setiap ada informasi di media sosial, media online, cetak, TV, maupun dari orang terdekat Anda, jangan buru-buru merespons dengan amarah atau senang berlebihan. Sisakan rasa ragu. Karena Imam asy-Syafi‘i berpesan, “Ketika engkau marah, diamlah. Saat engkau sedang gembira, timbanglah ucapanmu.”

Wallāhu a‘lam bish-shawāb.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 337x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 298x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 248x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 238x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 192x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare235Tweet147
Don Zakiyamani

Don Zakiyamani

Penikmat kopi tanpa gula

Baca Juga

0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5
Puisi

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff
# Kebijakan Trump

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542
Artikel

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518
Artikel

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
Next Post

Kekuatan Growth Mindset dalam Ruang Kelas Transformatif

HABA Mangat

Majalah POTRET pun Penting dan Perlu Untuk Melihat Wajah Batin dan Spiritualitas Diri Kita

Pemenang Lomba Menulis Februari 2025

Maret 2, 2025

Tema Lomba Menulis Bulan Oktober 2025

Oktober 7, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    886 shares
    Share 354 Tweet 222
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    872 shares
    Share 349 Tweet 218
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    671 shares
    Share 268 Tweet 168
POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com