Dengarkan Artikel
Oleh Khairuddin Budiman
Pembaharuan sistem pendidikan di tanah air kita sebenarnya semakin membaik. Cuma kadang kita terlalu terburu-buru menghakimi, menilai sepihak dan tanpa kajian. Bahkan ada lebih miris, hanya demi konten yang berbayar, kelihatan bodoh pun dipertontonkan di sosial media.
Salah satu perubahan di Kurikulum Merdeka adanya Learning Progressions. Baik sebelum Kurikulum Merdeka, saat Kurikulum Merdeka termasuk Kurikulum Merdeka kekinian berbasis Pembelajaran Mendalam. Referensi tentang Learning Progressions sebagai pendukung proses pedagogik dan asesmen dapat dibaca pada buku Deep Learning Engage the World Change The World karya Michael Fullans Cs dan di buku Dive Into Deep Learning karya Joanne Quinn Cs.
Learning Progressions itu merupakan cara dalam menentukan jalur untuk mengembangkan setiap kompetensi dan mengukur kemajuan secara berkesinambungan. Artinya jika Pemerintah punya program Wajib Belajar 13 tahun, maka proses pembelajaran siswa pada standar kompetensi lulusan berlangsung dari PAUD sampai SMA secara “nyambung”.
Kita sudah memulai Learning Progressions dari tahun 2020, sejak ada AKM di tes ANBK. Asemen Kompetensi Minimum (AKM) disusun sedemikian rapi mengikuti Learning Progression yang sedari SD sampai SMA terus saja harus berkembang dan berkesinambungan. Lalu kita bisa lihat Learning Progression di kegiatan P5 melalui Perkaban Nomor 031 tahun 2024. Sejak P5 dihapus, Learning Progression pada setiap jenjang mulai dari PAUD sampai SMA/SMK, pada setiap Dimensi Profil Lulusan disusun pada Perkaban No. 058 tahun 2025 tentang Alur Perkembangan Kompetensi (APK).
Hanya sayangnya bagi saya, ketika kotak-kotak dipisah pada regulasi di atas, tidak terlalu terlihat berkesinambungan alur kompetensi dari PAUD sampai SMA.
📚 Artikel Terkait
Maka untuk membantu pemahaman Learning Progression, saya mencoba menyusun kembali berdasarkan aturan di atas dalam bentuk tabel yang menampilkan proses perkembangan dari PAUD sampai SMA/SMK termasuk progres Berkembang, Cakap dan Mahir dalam setiap Dimensi Profil Lulusan.
Silahkan bagi yang mau mengunduh APK dalam bentuk Learning Progression di sini : https://s.id/apk25-lengkap
Bagi yang hanya mau Dimensi Profil Lulusan yang SMA saja dapat diperoleh di sini : https://s.id/dpl-sma25
Artinya, ketika guru mengajar di Intrakurikuler, menyusun Rencana Pembelajaran, tidak sekedar memberikan check-list pada DPL, namun harus memahami Sub Dimensi dan Progres dari DPL yang ditentukan. Sehingga siswa diarahkan pada output yang sesuai pada pembelajaran yang dilakukan. Begitu pula ketika guru atau fasilitator kokurikuler melaksanakan aktivitas pembelajaran kokurikuler, maka mulailah terlebih dahulu dari APK sesuai Perkaban nomor 058 tahun 2024. Sehingga Kokurikuler tidak bias, benar-benar jadi pendidikan karakter bukan penambahan jam Prakarya secara jamaah.
Jika Learning Progression ini berjalan dengan baik maka konsep memuliakan dengan proses berkesadaran, bermakna dan menggembirakan melalui olah pikir, olah hati, olah rasa dan olah raga akan membantuk anak Indonesia meutuwah. Tapi tentu saja dengan proses yang tidak ujug-ujug. Mari hargai dan rayakan setiap progres bertumbuh dengan baik, tidak bisa dengan instan.
Barakallah
Banda Aceh, 291025
Pak Khai
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini






