POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Pembelajaran yang Memuliakan

RedaksiOleh Redaksi
October 17, 2025
Pembelajaran yang Memuliakan
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Aiyub, S.Pd.,M.Pd

Fasilitator Pembelajaran mendalam dan Pengurus IGI Aceh

Berangkat dari kasus bu Dini yang sangat viral secara Nasional tergerak hati ingin mengomentari kasus bu Dini Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN 1 Cimarga,Lebak karena menampar siswa merokok di sekolah. Dampak dari kasus tersebut sebanyak 630 murid mogok belajar memberi dukungan kepada temannya yang  kena tampar. Orang tua siswa ingin melaporkan bu Dini kepada pihak berwajib, dan bu Dini dinonaktifkan oleh Gubenur. 

Dari peristiwa tersebut kita selaku pendidik yang mungkin juga akan terjebak kasus yang sama, bila kita berada di posisi bu Dini, tindakan apa yang kita lakukan, begitu juga bila kita di posisi orang tua tindakan  apa yg harus kita lakukan dan selaku kepala pemerintahan daerah apa tindakan yang patut diterapkan supaya masalah tersebut dapat diselesaikan dengan baik.

Ada beberapa pertanyaan yang perlu kita jawab dengan jernih. Pertama, apakah tindakan bu Dini sudah benar untuk mendisiplinkan siswa? Kedua, apakah tindakan orang tua siswa sudah tepat melaporkan kepada pihak berwajib? Le tiga, apakah tindakan Gubernur sudah sesuai untuk menonaktifkan bu Dini?

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, mari sejenak kita melihat 5 posisi kontrol guru terhadap murid dalam mendisiplinkan mereka. Dirangkum dari buku Aksi Nyata Pendidikan Guru Penggerak karya Prasetyo Budi Maryanto, berikut lima posisi kontrol guru:

1. Penghukum

Seorang penghukum menggunakan hukuman fisik atau verbal untuk mengendalikan perilaku. Guru dengan sikap seperti ini cenderung percaya bahwa satu-satunya cara untuk memastikan keberhasilan pembelajaran adalah dengan cara mereka sendiri.

Penghukum seringkali menggunakan ucapan seperti “Patuhi aturan saya, atau awas!” atau “Kamu selalu saja salah!”.

2. Pembuat merasa bersalah

Pada posisi ini, guru menggunakan kata-kata yang lembut untuk membuat orang lain merasa bersalah atau rendah diri. Mereka mungkin mengatakan hal seperti “Ibu sangat kecewa dengan kamu” atau “Berapa kali harus saya ingatkan kamu?”.

Pendekatan ini dapat menyebabkan siswa merasa tidak berharga dan mengecewakan orang-orang yang mereka sayangi.

3. Teman

Guru dalam posisi teman menggunakan persuasi dan hubungan baik untuk mempengaruhi perilaku. Mereka bisa menggunakan humor dan hubungan yang baik dengan siswa untuk mencapai tujuan mereka. Namun, ada risiko siswa menjadi tergantung pada guru tertentu dan merasa kecewa jika guru tersebut tidak membantu.

📚 Artikel Terkait

Puisi Kosong di Ujung Senja

Jamu Komunitas LRCI, Aminullah: Jadilah Duta Wisata Banda Aceh

Ramai- Ramai Menyambut Kirab Api PON XXI di Bireun

Wisata Hari Raya

4.Pemantau

Seorang pemantau adalah orang yang menjaga ketertiban dengan memberlakukan hukuman atau akibat. Guru dengan posisi ini cenderung melihat perilaku siswa dan menggunakan bukti-bukti tersebut untuk membuat keputusan tentang tindakan apa yang perlu diambil.

Guru yang berperan sebagai pemantau juga memantau dan mencatat informasi tentang perilaku siswa untuk referensi di masa depan.

5. Manajer

Guru yang memposisikan diri sebagai manajer cenderung bersikap kolaboratif dengan siswa untuk menemukan solusi atas masalah perilaku.

Sebagai “manajer”, guru akan membimbing siswa untuk mengatur diri dan bertanggung jawab atas tindakannya sendiri. Pendekatan ini mendorong siswa untuk menjadi mandiri dan bertanggung jawab.

Memahami lima posisi kontrol ini akan membuat guru dapat memilih pendekatan yang paling sesuai dengan situasinya. Mereka juga dapat memberikan pendampingan yang efektif kepada siswa untuk mengembangkan keterampilan dan kemampuan, baik akademis maupun nonakademik.

Dari ke lima posisi kontrol ini, bu Dini berada di posisi kontrol pertama sebagai penghukum, maka akan timbul perlawanan dan melahirkan dendam seumur hidup.  Kalau seandainya saya berada di posisi bu Dini, maka posisi kontrol yang saya lakukan kepada siswa yang berkasus tersebut adalah sebagai manajer, yaitu posisi kontrol yang kelima. Saya akan terapkan kepada siswa yg bermasalah dengan segitiga Restitusi. Dimana segitiga Restitusi,  menuntun siswa  untuk memperbaiki kesalahannya dengan tiga langkah, yakni menstabilkan identitas, validasi tindakan yang salah, dan menanyakan keyakinan. 

Tujuannya bukan untuk menghukum, tetapi untuk membantu siswa belajar dari kesalahan, menemukan solusi, dan membangun karakter yang lebih kuat dan disiplin positif. 

Tiga langkah segitiga restitusi yang bisa ditetapkan adalah sebagai berikut.

Pertama, menstabilkan identitas. Tahap ini bertujuan mengubah identitas siswa  dari “pelaku kesalahan” menjadi “orang yang mampu memperbaiki diri”. Guru akan mengingatkan bahwa “berbuat salah itu normal” dan bahwa mereka tidak sendirian melakukan kesalahan, lalu menawarkan bantuan untuk menyelesaikan masalah.

Kedua, validasi tindakan yang salah. Pada tahap ini, guru akan mengakui dan memvalidasi bahwa tindakan salah itu sering kali didasari oleh kebutuhan dasar yang tidak terpenuhi. Guru akan mencoba memahami apa yang memicu tindakan tersebut tanpa menghakimi, seperti “Kamu pasti sedang merasa marah, ya?” atau “Kenapa kamu melakukan itu?”.

Ke tiga, menanyakan keyakinan. Langkah terakhir adalah menanyakan keyakinan yang mendasari tindakan tersebut. Guru akan menuntun siswa  untuk memikirkan nilai-nilai apa yang mereka yakini dan bagaimana tindakan mereka bertentangan dengan nilai tersebut, serta apa yang bisa mereka lakukan untuk memperbaikinya. 

Segi Restitusi sejalan dengan pedekatan pembelajaran mendalam yang memuliakan siswa berkesadaran, bermakna dan menggembirakan melalui olah hati, olah rasa, olah pikir dan olah raga secara menyeluruh.

Begitu juga, selaku orang tua tidak semestinya membawa kasus bu Dini ke ranah hukum. Di satu sisi, guru mengambil tindakan tersebut untuk mendisiplinkan siawa. Bilapun kita membela anak yang berbuat salah, maka anak kita dan anak-anak yang lain akan merasa benar ketika melakukan kesalahan. Bila saya berada di posisi orang tua, akan melakukan diskusi dengan kepala sekolah tersebut. Hal yang pertama  adalah mengucapkan terimakasih telah membantu anak saya untuk menuju jalan yang benar. Selain itu cukup meminta kepada kepala sekolah bila menemukan hal tersebut disampaikan kepada saya tidak langsung dipermalukan di depan umum. Saya yakin bila orang tua selalu mitra pembelajaran di sekolah ikut andil dalam mendisiplinkan anaknya, maka anak kita akan  menjadi baik.

Kemudian, selaku kepala daerah, sebelum menonaktifkan bu Dini tersebut, perlu dilakukan coaching oleh pihak terkait dan meminta pendapat Organisasi propesi guru, apakah  tindakan yang diambil oleh bu Dini melanggar kode etik Guru. Apakah bu Dini melaku kesalahan berat atau ada sebab lain yang tidak diketahui. Setelah dilakukan coaching baru diambil tindakan sesuai dengan kode etik guru.

Coaching adalah proses pembimbingan untuk membantu seseorang mencapai tujuan, mengembangkan kemampuan, atau menyelesaikan masalah dengan cara menggali potensi dan memfasilitasi pemikiran mandiri. 

Demikian paparan saya terkait kasus bu Dini, sehingga masalah yang sedang dihadapi bu Dini dapat diselesaikan dengan bijaksana, sehingga semua pihak dapat diterima dengan baik. Yang pada akhirnya dapat berpihak pada siswa,  juga memuliakan guru jauh dari penghakiman semua pihak. Setiap manusia itu tidak luput dari kesilapan dan kesalahan. Kesempurnaan hanyalah milik Allah.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share4SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

Utang dan Kecepatan Cahaya Bernama Whoosh

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00