Senin, April 20, 2026

Anakku

Oktober 2025
Oleh: Redaksi

Oleh Hanief

Anakku…

Hidup ini bukan sekadar tentang kuat menahan dunia,

tapi tentang lembut menata jiwa.

Belajarlah mengatur diri,

sebelum engkau ingin memimpin orang lain.

Emosimu adalah cermin hatimu,

jangan biarkan marah mengaburkan cahaya nurani.

Ketenangan adalah senjata,

dan sabar adalah mahkota para pemimpin sejati.

Ketahuilah, nak…

semua yang terjadi—senyum, lelah, luka, dan tawa—

bukan tanpa izin Sang Pengatur Semesta.

Ikhlaslah, sebab dari ikhlas lahir ridha,

dan dari ridha tumbuh kekuatan sejati.

Tak semua orang akan paham jalanmu,

karena jalan menuju Allah itu pribadi.

Ada yang menertawakan, ada yang meninggalkan,

tapi yakinlah—Allah tak pernah berpaling.

Anakku…

Allah sedang menempa dirimu,

bukan untuk jadi pengikut,

tapi untuk menjadi imam—

bagi dirimu, keluargamu, dan keturunanmu nanti.

Jadilah pemimpin yang sujudnya lebih panjang

daripada bicaranya,

yang tangis malamnya lebih dalam

daripada ambisinya di siang hari.

Sebab sejatinya,

pemimpin bukanlah dia yang berkuasa atas manusia,

melainkan dia yang telah menaklukkan egonya sendiri

di hadapan Allah, Sang Penguasa Segalanya.

05/10.25

Slowliving Alpine.PTL

Tentang Penulis
Majalah Perempuan Aceh

Diskusi

Upload foto profil kecil (opsional)
Preview avatar
Memuat komentar...

Terbaru

Puisi terbaru untuk dibaca

Populer

Puisi yang banyak dibaca

Populer Mingguan

Berdasarkan jumlah pembaca 7 hari terakhir

Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms below to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Add New Playlist