Dengarkan Artikel
Oleh RYAN P. PUTRA
Inilah kisah dari Mojokerto, Jawa Timur.
Bagi sebagian orang, menjadi kurir mungkin hanya sebatas pekerjaan untuk mengantar paket dari satu titik ke titik lain. Namun, bagi Bagus Haryanto, kurir J&T Express asal Drop Point Mojokerto, profesi ini adalah simbol perjuangan, konsistensi, sekaligus bukti bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk berdaya dan memberi manfaat bagi banyak orang.
Sejak 2021, Bagus telah bergabung dengan J&T Express. Ia dikenal sebagai sosok yang tak hanya ulet, tetapi juga mampu menjaga kepercayaan pelanggan melalui ketepatan dan kesungguhan dalam setiap pengantaran paket. Meski menyandang disabilitas, semangatnya untuk tetap produktif membuat kisah hidupnya layak menjadi inspirasi.
Saat ditemui, Bagus dengan rendah hati menceritakan perjalanan hidupnya sebelum bergabung di J&T Express.
“Kehidupan saya sebelum bekerja sebagai kurir adalah seorang pegawai pabrik di salah satu daerah di Mojokerto. Saya bekerja di pabrik selama 4 tahun. Setelah habis kontrak, saya sempat menganggur selama 9 bulan. Dalam masa itu, saya mengisi waktu luang dengan ikut bekerja di salah satu vendor dekorasi pernikahan, sampai akhirnya saya diajak teman saya untuk bergabung jadi kurir di J&T Express,” ujarnya.
Kisah itu mencerminkan betapa jalan hidup tidak selalu lurus. Masa menganggur menjadi fase berat, terlebih saat Bagus sudah berstatus menikah. Namun, alih-alih menyerah, ia mencoba berbagai cara untuk tetap produktif. Hingga kesempatan datang melalui ajakan seorang teman.
Saat pertama kali memulai profesi sebagai kurir, Bagus mengaku ada rasa haru yang sulit ia lupakan.
“Saat pertama kali jadi kurir, perasaan saya senang karena sudah lama tidak dapat pekerjaan yang pasti. Saat menganggur itu posisi saya sudah menikah,” kenangnya.
Bagi Bagus, pekerjaan ini bukan sekadar pekerjaan formal, melainkan kesempatan untuk kembali berdiri tegak, menghidupi keluarga, dan membuktikan bahwa dirinya mampu bersaing di dunia kerja meski dengan kondisi difabel.
📚 Artikel Terkait
Di balik senyum ramahnya, Bagus juga menyadari bahwa pekerjaannya tidak selalu mudah. Seorang kurir dituntut untuk cepat, tepat, dan menjaga kualitas layanan agar pelanggan puas.
“Tantangan terbesar yang saya hadapi selama menjalani profesi sebagai kurir adalah bagaimana menjaga kualitas dan efisiensi saat saya bekerja, karena menjaga sebuah kualitas itu lebih sulit daripada kita membangun kualitas tersebut,” tuturnya.
Sebagai kurir difabel, Bagus sering kali menghadapi rintangan fisik, maupun teknis. Namun, ia memilih melihat tantangan tersebut sebagai peluang untuk terus mengasah diri. Baginya, kepercayaan pelanggan adalah amanah yang tak boleh dikhianati.
Setiap hari, Bagus mengantarkan paket-paket ke berbagai pelanggan di wilayah Mojokerto. Paket-paket itu bukan hanya barang, tetapi juga harapan dan kebahagiaan orang lain: hadiah ulang tahun, barang dagangan UMKM, hingga kebutuhan rumah tangga. Dari situlah ia merasa profesinya begitu berarti.
Meskipun difabel, Bagus mampu menyelesaikan pengantaran dalam jumlah yang tidak sedikit. Hal ini membuatnya dihormati rekan kerja dan disukai pelanggan. Rekan-rekan Drop Point Mojokerto menilai Bagus sebagai pribadi yang tekun, pekerja keras, dan mampu memberi motivasi bagi tim.
Ketika ditanya mengenai harapannya, Bagus menyampaikan dengan lugas:
“Harapan saya ke depannya untuk perusahaan yang sekarang yaitu lebih memprioritaskan lapangan pekerjaan untuk penyandang disabilitas. Dan saya harap ke depannya perusahaan mampu terus berkontribusi dalam kegiatan sosial,” ucapnya penuh semangat.
Harapan itu menjadi cerminan bagaimana Bagus tidak hanya memikirkan dirinya sendiri, tetapi juga ingin membuka pintu kesempatan bagi sesama difabel. Ia percaya bahwa dengan kesempatan yang sama, banyak penyandang disabilitas lain yang bisa menunjukkan potensi terbaiknya.
Kisah Bagus Haryanto membuktikan bahwa keberanian untuk melangkah lebih penting daripada keterbatasan yang melekat. Sejak bergabung dengan J&T Express pada 2021, ia bukan hanya sekadar kurir yang mengantarkan paket, tetapi juga kurir semangat hidup dan harapan bagi banyak orang.
Dari Drop Point area Mojokerto, Bagus terus bergerak, menembus panas terik, hujan deras, hingga medan sulit. Setiap paket yang ia bawa adalah simbol kerja kerasnya—dan setiap senyum pelanggan yang puas adalah hadiah terindah yang membuatnya tetap bertahan.
Di balik seragam merah J&T Express, ada sosok sederhana yang membuktikan bahwa difabel bukan berarti tidak mampu. Justru, dari keterbatasan itulah lahir semangat untuk terus berjalan, mengantarkan tidak hanya barang, tetapi juga inspirasi.
Biodata:
RYAN P. PUTRA. Penulis asal Surabaya. Menulis cerpen, esai, dan resensi. Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai media cetak dan online. Penulis buku “Kelinci Percobaan K-13” (FAM Publishing, 2016).
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini






