POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Kenapa Mazhab Ciputat Bukan Mantan, tapi Masa Depan

RedaksiOleh Redaksi
September 30, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Mila Muzakkar
(Mentor Kelas Feminis – Mazhab Ciputat)

Malam itu, sekitar jam 10 malam, dengan jantung dag-dig-dug aku mengetuk pintu rumah.

Di balik pintu, orang rumah membuka dengan wajah yang sudah aku hafal: wajah keberatan dengan polaku yang suka pulang malam.

Di belakangku, berdiri seorang senior laki-laki. Aku memang sengaja minta diantar. Bukan cuma karena sudah larut, tapi juga untuk jaga-jaga kalau orang rumah bertanya: aku habis ngapain? Ada yang bisa ikut menjawab.

Tapi, jam 10 malam, seorang gadis pulang diantar laki-laki, apa coba yang biasanya muncul di pikiran orang?
Yes, “perempuan nggak baik-baik.

Di masa kuliah di UIN Jakarta, malam-malam seperti ini sering banget aku lalui. Pulang malam, dinasehati, kadang dimarahi, dan disuruh berhenti.

Dari ujung telepon di Sulawesi, orang tuaku pernah bilang: lebih baik pulang saja kalau nggak bisa kuliah dengan “benar.”

Bertumbuh di Organisasi

Jadi, kemanakah aku di malam-malam itu? Nongkrong di cafe, karakeoan, atau pacaran di pojok kampus?
Nope, bukan itu ya guys!

Malam-malam itu aku pakai untuk aktif di berbagai organisasi intra (BEM, Ranita, LPM Institute, dll) dan ekstra kampus, termasuk aktif di forum diskusi yang terkenal banget “Formaci” (Forum Mahasiswa Ciputat).

Saat itu, macam-macam organisasi dan forum diskusi tumbuh kayak jamur. Bergabung dan aktif berbagai organisasi dan forum diskusi itu, adalah kebanggaan. Aku misalnya, merasa berbeda dan lebih keren dari mahasiswa lainnya karena aku punya modal ilmu dan merasa menyandang status “perempuan cerdas”.

Di organisasi intra kampus, aku belajar mengorganisir kegiatan, pertama kali belajar menjadi MC di panggung yang saat itu bintang tamunya adalah artis yang lagi “naik daun” (Opick), belajar menulis dan menjual ide lewat proposal, belajar bekerjasama sekaligus menyelesaikan konflik dalam tim.

Di organisasi ekstra, aku belajar tipis-tipis tentang dinamika politik, belajar membangun kekuasaan dan pengaruh, negosiasi, juga belajar memimpin dan dipimpin.

Sampai sekarang, aku sudah menerbitkan 11 buku, menulis 5 modul pelatihan, juga menulis puluhan artikel di media cetak dan online. Keterampilan menulis ini juga aku dapatkan dari proses berorganisasi, selain membaca buku tentunya.

📚 Artikel Terkait

‎Masih Ada Kekerasan Penganiayaan Fisik di Situbondo, Apakah Kita Sudah Melupakan Sastra, Meninggalkan Puisi ?‎

HABA Si PATok

Orang-Orang yang Dibolehkan Tidak Berpuasa pada Bulan Ramadan

Seteru NURANI

Di Formaci misalnya, kita dipaksa membaca “buku-buku berat” bagi sebagian orang di masa sekarang dan artikel berbahasa inggris. Setalh itu, kita dipaksa menuliskan hasil bacaan itu, dan mempresentasikannya di depan para senior.
Yah, siap-siap “dirujak” senior kalau ada pernyataan yang salah.

Traidisi dan ekosistem di Ciputat itu salah satu yang membentuk aku menjadi seperti “Mila yang sekarang”. Semua hasil gabungan proses pembelajaran, berdialektila, dan berjejaring dengan beragam latar belakang manusia.

Tradisi Keren yang Hilang

Tapi itu dulu. Sekitar 15-18 tahun lalu.
Ketika aku masih kuliah di UIN Jakarta.

Beberapa tahun belakangan, gairah belajar, berdiskusi, dan aktif berorganisasi semacam itu nggak lagi sama. Menurun. Bahkan hampir hilang.

Trus, kenapa kalau hilang, kan zaman udah berubah?
Iya sih, benar. Zaman berubah, dan setiap zaman punya keunikannya masing-masing.

Yup, setuju! Tapi ada yang nggak perlu, dan sebaiknya nggak berubah sampai akhir hayat: Belajar!

Sebab belajar adalah perintah Tuhan. Belajar dalam arti luas: membaca, berdiskusi, berefleksi, dan mempraktekkanya secara bijak dalam kehidupan sehari-hari.

Kita bisa nongkrong di cafe kekinian, ikutan running dan padel, bikin konten di TikTok, sambil tetap punya waktu untuk membaca, menulis, dan gabung di berbagai Komunitas untuk mengasah 3 kecerdasan dasar: kognitif, emosional, dan sosial.

Mazhab Ciputat, Masa Depan Bangsa

Sadar nggak sih kalau peristiwa di negeri kita akhir-akhir ini: politisi yang kurang empati, orang kaya pamer kekayaan di medsos padahal mereka tahu yang nonton masih banyak yang susah makan, sampai demonstrasi yang memakan korban nyawa, nggak lepas dari “lingkaran syetan” kebodohan dan matinya rasa kemanusiaan?

Semua berawal dari ilmu pengetahuan. Lalu diperbincangkan, dibenturkan dengan kondisi konkrit di lapangan, lalu menjadi arah kemana dan bagaimana sebaiknya kita melangkah di dunia ini.

Karena keresahan pada kondisi itu, sekelompok anak muda Ciputat yang keren dan punya kepedulian para peradaban-aku salah satunya- tergerak melakukan sesuatu: merawat dan menghidupkan lagi tradisi intelektual.

Tradisi yang dulu melahirkan banyak pemikir dan guru bangsa: Harun Naution, Cak Nur, Azyumardi Azra, Lies Marcoes, Neng Dara Affiah, Komaruddin Hidayat, Fachry Ali, dan masih banyak lagi,
dengan membuat Gerakan bernama “Mazhab Ciputat”.

Kayaknya, karena yang menggerakan adalah anak-anak muda intelektual, hanya butuh waktu sekitar 3 bulan persiapan yang cukup intens, dilakukan secara swadaya, Mazhab Ciputat akhirnya dilaunching tanggal 26 September 2025.

Kelebihan Mazhab Ciputat-dan ini juga yang membuatnya keren-adalah bentuknya sebagai gerakan swadaya yang inklusif. Forum ini terbuka untuk siapa saja, lintas organisasi, lintas agama, lintas suku. Pokoknya siapa aja yang mau belajar dan bertumbuh boleh ikutan.

Salah satu program keren dari Mazhab Ciputat adalah 4 sekolah intelektual: Sekolah Feminisme, Sekolah Filsafat, Sekolah Hukum dan Kebijakan, dan Sekolah Kepenulisan. Sekolah ini berisi peserta yang sudah diseleksi dari 300 lebih pendaftar dari berbagai daerah di Indonesia.

Well, sekarang, saatnya kita berangkat pakai kendaraan bernama “Mazhab Ciputat” untuk mencipta generasi bangsa yang lebih beradab.


Sambil rebahan, Minggu, 28 September 2025

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

Kebangkitan Gayo: Mungkinkah?

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00