POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Dua Tim Reformasi Polisi, Mana yang akan Didengar Presiden?

RedaksiOleh Redaksi
September 22, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Rosadi Jamani

Korp baju cokelat sering menuai badai. Desakan masyarakat, polisi harus direformasi. Presiden merespon dengan membentu komite reformasi polisi. Ternyata, Kapolri pun ikut merespon dengan membentuk tim reformasi polisi juga. Dua tim reformasi, mana yang akan didengar presiden? Simak narasinya sambil seruput kopi tanpa gula, wak!

Di satu sisi ada “Tim Transformasi Reformasi Polri” bikinan Kapolri Listyo Sigit Prabowo, dengan 52 perwira tinggi dan menengah yang siap memutar bola kristal Grand Strategy Polri 2025–2045. Di sisi lain, ada “Komite Reformasi Kepolisian” bikinan Presiden Prabowo Subianto, yang dasarnya bukan surat internal ala OSIS, tapi Keppres sakti mandraguna. Dua tim, dua jalur, satu panggung penuh asap kembang api. Rakyat? Duduk di bangku plastik sambil nyeletuk, “Mana nih janji-janji, Bos?”

Tim Kapolri ibarat band kampus yang latihan tiap malam, serius, penuh semangat, tapi penontonnya cuma kucing liar. Mereka bertekad memperbaiki etika, pelayanan, dan profesionalisme, tapi dengan timeline 20 tahun. Artinya, kalau ente sekarang masih bocah SD, baru cucu nuan yang bisa menikmati Polri versi malaikat. Di sisi lain, Komite Presiden tampil bak boyband internasional, ada Mahfud MD, si profesor hukum sekaligus bintang tamu abadi talkshow politik, dan Ahmad Dofiri, eks Wakapolri yang kini jadi penasihat khusus Presiden. Mereka punya mandat merevisi UU Kepolisian, mendesain ulang struktur kelembagaan, dan menyusun rumus baru agar polisi tidak lagi dicap “raja jalanan.”

Tapi jangan lupa, semua ini terjadi setelah darah rakyat tumpah di jalan. Nama Affan Kurniawan, driver ojol yang tewas dilindas kendaraan taktis Brimob dalam demo Agustus 2025, jadi gong besar yang membangunkan kesadaran nasional. Tambahkan sejarah kelam ala Ferdy Sambo, KM 50, dan berderet kasus “salah tangkap tapi pede.” Rakyat akhirnya menuntut, cukup sudah! Reformasi total, atau kami bikin reality show baru, Indonesia’s Next Top Polisi.

Pengamat Cecep Hidayat menegaskan, komite bentukan presiden bukan sekadar main-main. Kalau cuma bikin laporan normatif, rakyat akan merasa ini tak lebih dari tugas akhir mahasiswa hukum, tebal, penuh catatan kaki, tapi ujungnya berdebu di perpustakaan. Bambang Rukminto dari ISESS lebih pedas, tanpa revisi UU Kepolisian, ganti Kapolri 100 kali pun sama saja. Ibarat ganti supir, tapi setir mobil masih patah dan remnya blong.

📚 Artikel Terkait

Menggali ilmu dan Pengalaman di Karang Asem

Mudahnya Mencari Makanan Halal di Thailand

SMAN 3 Banda Aceh Prakarsai Diklat OSIS se-Kota Banda Aceh

Mengenal Agen Mossad Israel

Sementara itu, Kapolri Listyo Sigit tampil adem. Katanya, Polri terbuka pada evaluasi, sudah ada sistem punishment-reward, sudah ada perbaikan kultural. Tapi publik bertanya, reward itu bentuknya apa? Pensiun dini dengan pesangon? Atau sekadar piagam digital yang bisa dipajang di Instagram story?

Mari kita tarik napas dalam-dalam, lalu masuk ke filsafat. Polisi adalah refleksi negara, kalau negara korup, polisinya korup; kalau negara humanis, polisinya ikut-ikutan humanis. Maka dua jalur reformasi ini ibarat dua dewa Yunani yang turun dari Olympus. Kapolri adalah Apollo, dewa musik, sibuk menyusun nada Grand Strategy. Presiden adalah Zeus, pemegang petir, siap menyambar dengan Keppres. Pertanyaannya, apakah kita sedang menyaksikan simfoni perubahan, atau sekadar konser lipsync dengan tiket mahal?

Masyarakat harus bersuara lantang, dukung Komite Reformasi Presiden, dorong revisi UU, kawal proses sampai akar-akarnya. Jangan sampai lagi-lagi kita dijebak oleh jargon manis yang ujungnya basi. Ingat, ketika polisi gagal direformasi, rakyat selalu menemukan jalan alternatif: kamera HP, hashtag Twitter, dan teriakan “Viralkan!”

Mari kita pilih, kawan-kawan, apakah kita mau terus jadi penonton pasif di sirkus absurd ini, atau jadi koreografer baru yang memaksa para pemain menari sesuai irama rakyat? Dua jalur reformasi memang absurd, tapi kalau bersatu, bisa jadi simfoni. Kalau gagal, ya selamat datang di musim baru drama klasik, “Reformasi Polisi, Episode 1001 Alasan Tertunda Lagi.”

Foto Ai, hanya ilustrasi.

camanewak

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share4SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

Literasi sebagai Jalan Menafsir Kehidupan

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00