POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Pertumbuhan Atau Pemerataan: Menyikapi Kritik Rocky Gerung kepada Menkeu Purbaya

RedaksiOleh Redaksi
September 19, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Novita Sari Yahya

Tulisan ini terinspirasi dari pernyataan Rocky Gerung yang menyebut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa hanya berperan sebagai kasir. Kritik ini disampaikan dalam wawancara di kanal YouTube Mardani Ali Sera pada 12 September 2025 dan dimuat oleh  Kompas TV. 

Rocky menyoroti kebijakan Purbaya yang memindahkan dana Rp200 triliun dari Bank Indonesia ke bank-bank milik negara (Himbara). Perdebatan ini menggambarkan dilema besar: apakah Indonesia harus mengejar pertumbuhan ekonomi atau memprioritaskan pemerataan?

Dilema Pertumbuhan dan Gotong Royong

Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 33 menegaskan bahwa ekonomi Indonesia harus berlandaskan asas kekeluargaan untuk mencapai keadilan sosial. Namun, sejak era Orde Baru, kebijakan ekonomi lebih mengutamakan pertumbuhan melalui investasi asing dan pembangunan infrastruktur. Hasilnya, banyak sekolah dan jalan dibangun, tetapi ketimpangan meningkat. Kelompok elite menikmati manfaat lebih besar, sementara rakyat kecil tertinggal.

Data memperlihatkan fakta mencolok. Menurut Oxfam (2017), empat orang terkaya di Indonesia memiliki kekayaan setara 100 juta penduduk termiskin. Badan Pusat Statistik (Maret 2025) mencatat rasio Gini 0,375, turun tipis dari 0,381 pada September 2024. Ketimpangan di kota (0,395) lebih tinggi dibandingkan desa (0,299). Kelompok 40 persen terbawah hanya menikmati 18,65 persen dari total pengeluaran nasional. Ini menunjukkan pertumbuhan ekonomi belum merata.

Kebijakan Rp200 Triliun: Solusi atau Risiko?

Pada 12 September 2025, Menkeu Purbaya mengumumkan pemindahan Rp200 triliun dari Bank Indonesia ke lima bank Himbara berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 276 Tahun 2025. Dana ini dialokasikan untuk Bank Mandiri, BNI, dan BRI (masing-masing Rp55 triliun), BTN (Rp25 triliun), dan Bank Syariah Indonesia (Rp10 triliun). Tujuannya, memperkuat likuiditas bank, mendorong kredit produktif, dan mencapai target pertumbuhan ekonomi 8 persen. Purbaya menegaskan dana hanya boleh digunakan untuk kredit, bukan instrumen seperti obligasi.

Namun, kebijakan ini menuai kritik. Rocky Gerung menyebut Purbaya sekadar mengelola dana tanpa menciptakan pertumbuhan baru. Ekonom seperti Didik Junaidi Rachbini memperingatkan adanya risiko hukum dan ekonomi. Pemindahan dana tanpa persetujuan penuh DPR berpotensi melanggar Undang-Undang Keuangan Negara. 

Tambahan likuiditas juga dapat memicu inflasi jika kredit tidak produktif. Selain itu, Bank Indonesia kehilangan cadangan likuiditas, melemahkan kemampuan menjaga stabilitas rupiah. Risiko lainnya adalah kredit bermasalah karena seleksi kredit yang longgar, serta distribusi dana yang cenderung menguntungkan debitur besar di kota, bukan UMKM atau daerah terpencil.

Jalan Tengah untuk Ekonomi Berkeadilan

Untuk mewujudkan ekonomi gotong royong sesuai amanat konstitusi, pertumbuhan harus seimbang dengan pemerataan. Pemerintah perlu memastikan dana Rp 200 triliun benar-benar mengalir ke sektor produktif, terutama UMKM dan pedesaan. 

Beberapa langkah strategis dapat diambil.

Pertama, dukung UMKM dan koperasi dengan kredit murah disertai pendampingan. Kedua, perkuat lembaga keuangan mikro seperti Baitul Maal wat Tamwil untuk menjangkau masyarakat kecil. Ketiga, optimalkan program tanggung jawab sosial perusahaan BUMN dan swasta untuk pemberdayaan masyarakat. 

Keempat, terapkan pajak progresif agar kelompok kaya berkontribusi lebih besar pada program sosial. Terakhir, pastikan transparansi dan audit ketat agar dana tersalur secara tepat.

📚 Artikel Terkait

Olimpiade Ijazah

Jejak Kebangkitan Literasi di MTsN Langsa, Aceh

Aku dan Kegelapan

Bahasa dan Politik – Machiavelli vs Aristoteles

Kesimpulan

Perdebatan Rocky Gerung dan Menkeu Purbaya menyoroti tantangan besar: menyeimbangkan pertumbuhan dan pemerataan. Kebijakan Rp200 triliun bisa mendorong kredit jangka pendek, tetapi tanpa pengawasan ketat, risikonya besar: 

inflasi, kredit macet, hingga ketimpangan yang semakin lebar. Pemerintah harus memastikan dana ini mengalir ke UMKM, pedesaan, dan sektor produktif, bukan hanya ke konglomerasi. Dengan langkah yang tepat, Indonesia dapat tumbuh tanpa meninggalkan rakyat kecil, sesuai semangat gotong royong.

Refernsi

Badan Pusat Statistik. (2025). Indeks Gini Indonesia Maret 2025. Diakses pada 18 September 2025 dari https://www.bps.go.id/id/statistics-table/2/MjAwNiMy/indeks-gini.html.

Bank Indonesia. (2025). Laporan Stabilitas Moneter September 2025. Jakarta: Bank Indonesia.

Kementerian Keuangan Republik Indonesia. (2025). Siaran Pers Keputusan Menteri Keuangan Nomor 276 Tahun 2025. Jakarta: Kementerian Keuangan.

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah. (2025). Laporan Tahunan 2024: Penguatan UMKM. Jakarta: Kementerian Koperasi dan UKM.

Kompas TV. (2025, 12 September). Menkeu baru Purbaya tanggapi tuntutan 17+8 – fokus target ekonomi 8 persen | Kompas Petang. Diakses pada 18 September 2025 dari https://www.kompas.tv/nasional/616576/menkeu-baru-purbaya-tanggapi-tuntutan-17-8-fokus-target-ekonomi-8-persen-kompas-petang.

Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. (1945). Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 33. Jakarta: Mahkamah Konstitusi.

Otoritas Jasa Keuangan. (t.t.). Peran Baitul Maal wat Tamwil dalam Inklusi Keuangan. Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan.

Oxfam Indonesia. (t.t.).

Ketimpangan Ekstrem Dapat Dihindari. Diakses pada 18 September 2025 dari https://indonesia.oxfam.org/latest/press-release/ketimpangan-ekstrem-dapat-dihindari.

Republik Indonesia. (2003). Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. Jakarta: Badan Pemeriksa Keuangan.

Republik Indonesia. (2007). Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. Jakarta: Badan Pemeriksa Keuangan.

Reuters. (2025, 12 September). Indonesia says banks must use government liquidity boost for lending. Diakses pada 18 September 2025 dari https://www.reuters.com/world/asia-pacific/indonesia-says-banks-must-use-government-liquidity-boost-lending-2025-09-12/.

Tempo.co. (2025). Kritik Didik Rachbini soal pemindahan dana pemerintah Rp200 triliun ke bank BUMN. Diakses pada 18 September 2025 dari https://www.tempo.co/ekonomi/kritik-didik-rachbini-soal-pemindahan-dana-pemerintah-rp-200-triliun-ke-bank-bumn-2070353.

Transparency International. (2025). Corruption Perceptions Index 2024: Indonesia. Diakses pada 18 September 2025 dari https://www.transparency.org/en/cpi/2024.

Viva.co.id. (2025, 12 September). Rocky Gerung balas sindiran Purbaya: Pertumbuhan ekonomi bukan hasil kebijakan Menkeu!. Diakses pada 18 September 2025 dari https://www.viva.co.id/berita/nasional/1849027-rocky-gerung-balas-sindiran-purbaya-pertumbuhan-ekonomi-bukan-hasil-kebijakan-menkeu.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

Membangun Ulang Jiwa Kampus: Menghidupkan Ashabiyah Ibnu Khaldun di Tengah Krisis Solidaritas Akademik

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00